HAJI DAN UMROHKALAMMUTIARA ISLAMSYARIAH

Apa Saja Kemuliaan dan Amalan dan di Bulan Dzulhijjah Hari Arafah?

BritaBrita.com, Palembang – Terdapat jelas dalam kitab suci Al Quran pada surah ke 84 Al Fajr ayat ke 1-2 “Demi fajar, demi malam yang sepuluh”.

Demi fajar, yaitu awal mula terangnya bumi setelah kegelapan malam sirna. Pada waktu ini manusia memulai aktivitasnya. Di balik kemunculan fajar itu pasti ada Zat Yang Mahaperkasa.

Allah bersumpah dengan fajar. Fajar yang dimaksud adalah fajar yaumun-nahr (hari penyembelihan kurban), yaitu tanggal 10 Zulhijah, karena ayat berikutnya membicarakan “malam yang sepuluh”, yaitu sepuluh hari pertama bulan itu. Akan tetapi, ada yang berpendapat bahwa fajar yang dimaksud adalah fajar setiap hari yang mulai menyingsing yang menandakan malam sudah berakhir dan siang sudah dimulai. Ada pula yang berpendapat bahwa fajar itu adalah fajar 1 Muharram sebagai awal tahun, atau fajar 1 Zulhijah sebagai bulan pelaksanaan ibadah haji.

Kemudian pada ayat kedua, Demi malam yang sepuluh, yaitu sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Mereka yang beramal saleh pada hari-hari tersebut akan mendapat pahala yang sangat agung.

Ustadzah Halimah Alaydrus mengatakan 10 malam pertama di bulan Dzulhijjah dari bulan dzulhijjah ini merupakan hari-hari dan malam-malam terbaik sepanjang tahun.

Malam paling mulia disisi Allah, maka kita sebagai ummat mesti pergunakan kesempatan ini untuk mecari ridha dan rahmatnya Allah dan syafaat dari Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wasallam.

“Betapa sangat perlunya kita sama pemberian dari Allah sebab Allah jika sudah memberi tidak ada siapapun yang menghalangi,”katanya dalam tausiyah di chanel youtube Ustadzah Halimah Alaydrus.

Para ulama mengisyaratkan pada ayat ini, hari paling mulia sepanjang tahun yaitu hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah.

Oleh sebab itu, terdapat tiga hal amalan yang bisa kita lakukan pada 10 malam pertama dzulhijjah Menurut ustadzah Halimah Alaydrus adalah

1. Perbanyak Puasa
Ibadah puasa Dzulhijjah juga sangat dianjurkan dan disunnahkan bagi para umat Islam.
Akan lebih bagus jika kamu dapat berpuasa di hari pertama sampai 9 dzulhijjah. Namun jika tidak bisa, lakukanlah puasa selama 3 hari di hari kamis, jumat dan sabtu. Akan tetapi jangan tinggal berpuasa di tanggal 8 dan 9 dzulhijjah.
Di tanggal 9 dzulhijjah merupakan hari Arafah yang merupakan Afdol Syiam Sunnah yaitu puasa sunnah terbaik sepanjang tahun.

Namun ketika di hari lebaran idul Adha kita di haramkan untuk berpuasa sampai 4 hari dari hari lebaran idul adha sampai 3 hari tasyrik. Kata Nabi Muhammad saw, Hari tasyrik adalah hari kamu makan, minum dan berdzikir dengan cara bertakbir kepada Allah swt.

Puasa sunnah Arafah, kata Rasulullah SAW dapat menghapus dosa tahun yang sekarang dan tahun yang akan datang.

Aisyah berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,
“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman, ‘Apa yang diinginkan oleh mereka?'” (HR. Muslim no. 1348).

Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) : “Nawaitu shauma Tarwiyah sunnatan lillâhi ta’ala artinya :
Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karna Allah ta’ala.

Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
“Nawaitu shauma ‘arafah sunnatan lillâhi ta’ala artinya : Saya niat puasa sunnah Arafah karna Allah ta’ala.

2. Dzikir dan doa

Menghidupkan malam dengan ibadah terutama pada malam Arafah dan pada malam idul Adha ataupun malam-malam idul Fitri, maka Allah akan menghidupkan hatinya disaat hati yang lain mati.

Hidupkan malam dengan beribadah kepada Allah, memperbanyak dzikir dan beristighfar, membaca Al Quran, bertakbir.

Ibnu Abbas berkata, ‘Berdzikirlah kalian kepada Allah dihari-hari yang ditentukan, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan juga pada hari-hari Tasyriq.’ Ibnu Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah.”

Dzikiran paling afdhol yang dapat kaku baca yaitu membaca laailahaillah atau lengkapnya Lailahaillallah wahdahula syarikalah lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumitu wahuwa ‘ala kulli syai-in qadir di setiap waktu kapan pun. Terutama di hari Arafah sampai dengan 1000x.

“Kemudian banyakin baca surah Al Ikhlas sampai dengan 1000x di hari arafah, lalu usahakan seribu kali tersebut selesai sebelum ashar hari arafah. Sesudah shalat ashar banyakin berdoa, inshaallah doamu tidak di tolak Allah,”ucap Ustadzah Halimah Alaydrus.

3. Berkurban

Kata Nabi Muhammad SAW : tidak ada perbuatan yang lebih Allah sukai untuk dilakukan seorang hamba pada Hari Raya Idul Adha lebih daripada mengalirkan darah kurban.

Dalam sebuah hadis, dijelaskan bahwa Rasulullah pernah berkurban dengan domba dan unta/sapi. Dijelaskan bahwa berkurban dengan seekor kambing atau domba diperuntukkan untuk satu orang, sedangkan unta, sapi, atau kerbau diperuntukkan untuk kurban tujuh orang.

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah, “Kami telah menyembelih kurban bersama Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam pada tahun Hudaibiyah seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi juga untuk tujuh orang.” (Hadits Shahih, riwayat Muslim: 2322, Abu Dawud: 2426, al-Tirmidzi: 1422 dan Ibn Majah: 3123).

4. Menunaikan Ibadah Haji
menunaikan ibadah haji juga disunnahkan untuk dilakukan di bulan Dzulhijjah. Namun, amalan ini hanya wajib dilakukan bagi umat Islam yang sudah dikatakan mampu. Selain itu, bagi mereka yang mendapat haji mabrur maka akan mendapatkan ganjaran surga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button