HAJI DAN UMROHKALAMMUTIARA ISLAMSYARIAH

Kenapa Memotong Kuku dan Rambut di Larang Saat Hendak Berkurban?

BritaBrita.com, Palembang – Dalam rangka mengevaluasi diri, Allah swt membentangkan ragam kesempatan dalam kehidupan kita,yang diantara kesempatan itu, kita dapati waktu yang istimewa dengan hadirnya cinta Allah didalamnya.

Diantara tanda hadirnya cinta Allah, Allah hadirkan amalan-amalan spesial yang tidak dihadirkan di waktu-waktu lainnya.

Dalam bahasa Arab, sesuatu yang bertambah kedekatannya dan membuat kita tambah semangat mengerjakan beragam jenis kebaikan dampak dari kebaikan itu disebut dengan Qurban.

Namun, ada satu hal yang menarik ketika memasuki awal bulan dzulhijjah, Dalam akun youtube Adi Hidayat Official.

Terdapat hikmat tertentu terkait pemaknaan dalan hadist Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam yang diriwayatkan oleh Sayyidah ummu Salamah Ummul Mukminin ra menyampaikan jika seseorang telah memasuki awal bulan dzulhijjah dan ia memiliki keinginan untuk menyembelih hewan dengan tujuan Kurban.

Maka hendaklah ia menuju proses penyembelihan itu tidak memotong kuku yang melekat pada tubuhnya dan tidak juga ia memotong bagian-bagian rambut yang ada pada tubuhnya sampai hewan kurbannya telah disembelih.

Sayyidah Ummu Salamah ra mengatakan ini adalah bagian dari sunnah Nabi yang sidah mulai orang-orang lupakan sehingga di tinggalkan. Ini melekat pada orang dan tidak pada hewannya. Walaupun pemaknaan terhadap hewan pun kita hargai dengan bersinya tersendiri.

Hikmah yang didapatkan, para ulama memberikan penjelasan diantaranya mengapa bagi orang yang ingin berkurban dan telah siap hewannya dan niatkan untuk berkurban, maka orang tersebut harus menahan untuk tidak memotong kuku dan rambut yang melekat pada tubuhnya hingga hewan yang ia kurbankan di sembelih.

Para ulama menjelaskan, hikmat yang didapatkan adalah ingin memberikan pendekatan amal seperti orang-orang yang sedang menunaikan Haji wukuf di Arafah sampai dengan melontar jumrah.

Dalam wukuf terdapat renungan dan doa-doa yang disampaikan, dan dilakukan dalam keadaan mengenakan pakaian ihram, diantara larangannya tidak boleh memotong kuku dan tidak boleh mencukur rambut yang melekat di tubuh, sampai kemudian jamaah haji melontar jumroh pada hari ke10 dzulhijjah setelah dari Arafah kemudian ke Muzdalifah untuk mencari tujuh kerikil untuk dilontarkan.

Hal ini pula dilakukan oleh orang yang tidak menunaikan ibadah haji pada momentum itu tetapi diberikan gambaran renungan yang serupa.

“Bertujuan yang sama, dengan mendekatkan diri sama Allah,”katanya dalam Video yang di unggah pada Selasa (10/6/24).

Sambil menunggu waktu hewan kurban di sembelih, kita di anjurkan untuk mengevaluasi diri dengan beristighfar sampai hewan tersebut di sembelih.

“Kemudian bertawakal kepada Allah dan lihat perubahannya. yang dilihat bukanlan perubahan pada hewannya, daging kurban ataupun darahnya. tetapi yang dilihat bagaimana perubahan pada diri kita yang melahirkan sifat takwa, mendekatkan diri kita kepada Allah,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button