BISNISNASIONALSYARIAH

11 Fakta Terbaru Mega Merger Bank Syariah BUMN

BritaBrita.com,JAKARTA-Pemegang saham tiga bank syariah BUMN akhirnya mengumumkan kejelasan skema merger PT Bank BRISyariah Tbk Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT Bank BNI Syariah (BNIS).

Pemegang saham publik BRIS nantinya akan terdilusi menjadi tinggal 4,4% dalam proses merger bank syariah BUMN.

Adapun PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan menjadi pemegang saham dominan BRIS dengan kepemilikan hingga 51% dalam skema penggabungan atau merger tiga bank syariah BUMN ini.

BRIS akan menjadi bank yang menerima hasil penggabungan (surviving entity).

Berikut 11 fakta merger bank syariah BUMN

Berdasarkan keterangan resmi pemerintah, komposisi pemegang saham pada lainnya di BRIS adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) 25,0%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) 17,4%, DPLK BRI-Saham Syariah 2% dan investor publik 4,4%.

1. Nama Bank Hasil Penggabungan

Nama bank hasil penggabungan, untuk sementara yakni PT Bank BRISyariah Tbk. Pemerintah menyatakan perubahan nama bank hasil penggabungan ke depan bila diperlukan masih dalam proses pembahasan. Sebelumnya beredar kabar namanya akan menjadi Bank Amanah.

2. Status Bank Hasil Penggabungan

Bank hasil penggabungan akan tetap menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham BRIS, mengacu pada entitas PT Bank BRISyariah Tbk.

3. Posisi Bank Hasil Penggabungan

– Ranking 7 atau 8 dalam daftar TOP 10 bank terbesar di Indonesia dari sisi aset

– Satu-satunya bank syariah dalam ranking ini

– Bank syariah terbesar di Indonesia dari sisi aset dengan total aset menjadi Rp 214,6 triliun

– TOP 10 global syariah bank dari sisi market capitalization.

4. Kategori BUKU

Lihat Juga  Terduga Teroris yang Ditangkap di Tangerang Pengantin Baru

Bank BRIS akan menjadi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III dengan modal inti sebesar Rp 20,4 triliun.

5. Jaringan

– 1.200 cabang di seluruh Indonesia

– 1.700 ATM di seluruh Indonesia.

6. Total Karyawan

20.000 lebih karyawan di seluruh Indonesia.

7. Komposisi Pemegang Saham

Pemerintah akan menjadi ultimate shareholder dari bank hasil penggabungan melalui bank-bank Himbara (Himpunan Bank-bank Milik Negara) sebagai pemegang saham bank hasil penggabungan

– PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 51,2%

– PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) 25,0%

– PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 17,4%

– DPLK BRI-Saham Syariah 2%

– Investor publik 4,4%.

8. Visi Bank Hasil Penggabungan

Menjadi salah satu dari 10 bank syariah terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar secara global dalam waktu 5 tahun ke depan.

9. Layanan dan Segmen

UMKM, ritel, komersial, wholesale syariah, sampai korporasi, baik untuk nasabah nasional maupun investor global, termasuk untuk mengoptimalkan potensi global sukuk.

10. Estimasi Tanggal Efektif Merger

1 Februari 2021

11. Susunan BOD dan BOC Bank Hasil Penggabungan

Masih dalam proses pembahasan. Pemerintah menyatakan, susunan dewan komisaris dan direksi akan menjadi sebuah kombinasi yang solid dari keahlian dan kompetensi, serta pengalaman perbankan yang dapat menghadirkan produk dan solusi keuangan yang customer centric, untuk berbagai segmen nasabah.

Segmen nasabah itu mulai dari UMKM, ritel, komersial, wholesale syariah, sampai korporasi. Baik untuk nasabah nasional maupun investor global yang akan membawa bank hasil penggabungan menuju era baru perbankan syariah Indonesia, dengan turut mewujudkan ekosistem halal dan menyukseskan integrasi keuangan syariah di Indonesia.

Lihat Juga  Ruas Tol Bertambah, Pertamina Naikkan Stok BBM Mudik

Sebagai perbandingan, data laporan keuangan per Juni 2020 mencatat saham BRIS dipegang publik sebesar 18,34%, sementara BRI 73%, dan 8,6% dipegang DPLK Bank Rakyat Indonesia-Syariah.

Ketua Project Management Office Integrasi (PMO) dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN sekaligus Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan total aset bank hasil penggabungan ini nantinya akan mencapai Rp 215,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp 20,4 triliun.

Dengan demikian bank hasil penggabungan akan masuk ke dalam TOP 10 bank terbesar di Indonesia dari sisi aset dan TOP 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar.

Bank hasil penggabungan akan tetap menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan ticker code (kode saham) BRIS.

“Integrasi ini lebih dari sekadar corporate action,” kata Hery dalam siaran persnya, Rabu (21/10/2200).

“Mengawal dan membesarkan bank syariah terbesar di negeri ini sesungguhnya adalah amanah yang besar. Saya, mewakili PMO, diamanahkan oleh Pemerintah melalui Kementerian BUMN untuk terus mengawal tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” tegasnya.

Jika dilihat dari aset, BRIS menjadi yang paling kecil di ketiga bank. Per Juni 2020, aset BRIS hanya Rp 49,5 triliun. Bandingkan dengan Bank BNI Syariah dengan aset Rp 50,7 triliun dan BSM menjadi pemilik aset paling besar yaitu mencapai Rp 114,4 triliun.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close