BISNISLIFESTYLETEKNOLOGI

Kisah 5 Bisnis Online Raksasa di Indonesia

JAKARTA,BritaBrita.com-Bisnis online semakin jaya baik yang kecil hingga yang terbesar,baik di dunia dan di Indonesia khususnya,bisnis online sekarang ini sangatlah menjanjikan,di zaman yang serba mudah ini banyak bermunculan pencetus ide ide di dunia online.

Tak heran orang orang kreatif yang berkecimpung di dunia online ini mendapatkan penghasilan yang luar biasa fantastis,ratusan juta rupiah bahkan milyaran rupiah mereka kantongi tiap bulannya.

Hal ini terjadi di negara tercinta kita ini yaitu Indonesia,bisnis online di Indonesia juga terbilang sukses,mereka pastinya butuh perjuangan dan bekerja keras untuk sukses sampai sekarang ini.

Berikut ini ada Bisnis online terbesar di Indonesia ditinjau dari pemiliknya seperti dalam laman nyongcopywriter.com.

1. William Tanuwijaya

Bisnis online indonesia

 

Website : tokopedia.com

William Tanuwijaya adalah pendiri Tokopedia situs online mall raksasa di Indonesia,William Tanuwijaya lahir di kota pematang siantar,sumatera utara pada tanggal 18 November 1981.

Dia menyelesaikan pendidikan SMA di kampung halamanya,kemudian dia bertekad untuk kuliah di Jakarta,dia berkuliah di BINUS Jakarta dia sering mencari pekerjaan sampingan untuk membiayai kuliahnya,sampai saar masuk semester 2 dia juga bekerja di warnet.

Setelah lulus kuliah dia kemudian bekerja di kantor yang bergerak dibidang pengembangan software komputer,mulai dari situ lah terbesit ide dipikiran William Tanuwijaya untuk mendirikan perusahaan sendiri,dia mempunyai ide untuk mendirikan perusahaan internet sendiri.Di tahun 2007, dari idenya ia kemudian mulai membangun Tokopedia,ide William Tanuwijaya untuk membangun Tokopedia datang waktu dia menjadi moderator dalam forum online Kafegaul yang mempunyai fasilitas jual beli,dari situ lah dia terinpirasi menciptakan startup baru yang dia namakan dengan Tokopedia.

Dia mengajak temannya Leontinus Alpha Edison untuk mendirikan Tokopedia sebuah startup jual beli online yang menghubungkan antara penjual dan pembeli diseluruh Indonesia dengan biaya gratis.

Untuk membangun Tokopedia tersebut, William Tanuwijaya membutuhkan modal besar untuk idenya tersebut,waktu itu ayahnya terkena sakit kanker dan dia harus menjadi tulang punggung keluarganya.

Dia yakin idenya pasti berhasil,kemudian dia mencari pendanaan/modal untuk mengembangkan usahanya tersebut melalui perusahaan ventura (pemodal).

Dia mendatatangi satu persatu orang yang dia kenal untuk memodali idenya tersebut,mulai dari bos tempat dia bekerja hingga kenalan teman-teman bosnya,dia menceritakan mengenai Tokopedia yaitu sebuah pasar online atau e-commerce tempat bertemunya antara penjual dan pembeli dari seluruh Indonesia, dimana semua orang dapat memasarkan produknya keseluruh Indonesia melalu Tokopedia.

Selama dua tahun dia bekerja keras untuk mencari investor untuk membiayai Tokopedia,hingga akhirnya usaha William Tanuwijaya selama dua tahun akhirnya membuahkan hasil,pada tahun 2009,Tokopedia milik William Tanuwijaya resmi berdiri.

Tokopedia resmi diluncurkan ke publik setelah mendapatkan berbagai suntikan dana dari investor dan bosnya di tempat kerja,bahkan Tokopedia mendapat penghargaan sebagai e-commerce terbaik di Indonesia dari Bubu Awards.

2.Andrew Darwis

bisnis online di indonesia

Website  : kaskus.co.id

Andrew Darwis lahir 20 Juli 1979 di jakarta,Andrew Darwis merupakan pendiri komunitas online terbesar di Indonesia yang mempunyai member hingga 3 juta,Andrew Darwis sekarang menjabat sebagai CTO (Chief Technology Officer) PT Darta Media Indonesia (Kaskus) sekaligus pemilik (owner) Kaskus Network lewat PT Darta Media Indonesia.

Andrew Darwis bersekolah mulai SD hingga SMA di Jakarta,setelah lulus SMA Andrew Darwis melajutkan pendidikannya di BINUS dan mengambil jurusan sistem informasi,Setelah berkuliah di Binus Andrew Darwis mencari universitas lain yang mendukung hobi barunya.

Karena dirasa sulit menemukan universitas yang cocok di Indonesia, Andrew Darwis memutuskan pergi ke Amerika untuk mendapatkan universitas yang cocok untuk hobinya mendalami dunia web programming.

Perjuangan keras Andrew Darwis ketika belajar di Amerika ternyata membuahkan hasil,Andrew berhasil mendirikan KASKUS pada 6 November 1999.KASKUS yang dia dirikan merupakan sebuah komunitas online,idenya mendirikan komunitas online tersebut muncul ketika Andrew Darwis mendapatkan tugas dari dosennya untuk membuat program, dari situlah kemudian dalam benaknya terfikir untuk membuat website komunitas online yang kemudian dia beri nama KASKUS.

Nama KASKUS sendiri dari kata kasak-kusuk atau biasa disebut bergosip,pada awal pembuatan website KASKUS tersebut menghabiskan dana 3 dollar,bersama dua rekannya Ronald dan Budi, mereka memfokuskan website tersebut hanya berisi tentang berita/informasi tentang Indonesia, tujuannya sebagai media informasi bagi masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri.

Lihat Juga  Data Ekonomi AS Melemah, Harga Emas Berkilau Cerah

Tidak mudah bagi Andrew Darwis untuk menjalankan KASKUS sebagai bisnis barunya,bisa dibilang pada awal perjalanannya bisnis KASKUS sangatlah lambat, karena untuk mendapatkan satu anggota bisa memerlukan waktu yang terbilang cukup lama,seminggu paling hanya 3 anggota.

Keadaan seperti itu terjadi ketika mereka sedang belajar di Amerika sembari mengembangkan bisnis yang telah mereka dirikan,pada tahun 2008 setelah perkembangan internet semakin pesat di Indonesia, Andrew Darwis bersama temannya itu bersepakat untuk pulang ke Indonesia demi  mengelola situs komunitas di negerinya sendiri

Setelah pindah ke Jakarta, mereka saling bekerjasama dalam meningkatkan kinerja bisnis yang telah mereka dirikan ketika mereka di Amerika,berhubung saat itu Andrew belum memiliki karyawan, maka dia harus turun tangan sendiri apabila ada server down.

Selain itu perjuangannya semakin berat ketika dia harus berjuang untuk meyakinkan para customer dan advertiser mengenal citra KASKUS.

Andrew bersama timnya juga berusaha keras untuk melakukan pemasaran kepada para pelanggan untuk memperkenalkan KASKUS,setelah kurang lebih satu tahun, KASKUS telah dipercaya oleh para pelanggan-pelanggan besar.

Berkat perjuangan keras Andrew bersama timnya, kemudian kaskus resmi menjadi perusahaan profesional di bawah PT. Darta Media Indonesia,pada enam bulan pertama sejak menjadi perusahaan profesional, perkembangan KASKUS terbilang diam tak mengalami kemajuan,namun dengan perjuangan keras, kondisi sulit itu berubah membaik, hingga akhir 2008.Seiring berjalannya waktu Andrew Darwis mulai melihat potensi bagus di Indonesia yang bisa ia gunakan sebagai peluang bisnisnya,dia melihat perkembangan bisnis online di Indonesia semakin berkembang dan maju dari tahun ke tahunnya,dari situlah Andrew Darwis yakin jika potensi besar itu mampu mendukung perkembangan KASKUS ke depannya.

Dan sampai sekarang ini, KASKUS telah memiliki sekitar 6 juta anggota dengan kurang lebih 30 juta kunjungan setiap bulannya,akibat dari jumlah anggota yang mulai tumbuh pesat, perusahaan memutuskan untuk menambah server baru yang hingga saat ini tercatat sudah memiliki 26 server di Indonesia dan dua lainnya di AS,penambahan server tersebut bertujuan untuk kenyaman akses para anggota.

Sekarang ini, KASKUS mampu mendapatkan anggota baru dalam kisaran 150-250 orang per hari,dari sekian banyak konten di KASKUS, perusahaan-perusahaan yang ingin mengiklankan produknya dalam KASKUS terus meningkat dan bahkan banyak yang masuk daftar tunggu,saat ini untuk mengoperasikan KASKUS,Andrew dibantu 30 orang karyawan semakin berkembang dan terus maju.

Kemajuan bisnis KASKUS yang dikembangkan oleh Andrew Darwis, semakin meningkatkan penghasilannya menjadi sekitar 600 juta rupiah per bulan,Andrew Darwis mengaku akan terus mengembangkan situsnya tersebut.

3.Achmad Zaky

bisnis online di indonesia

Website  : bukalapak.com

Achmad Zaky lahir tahun 1986 di Sragen, Jawa Tengah,dia merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Informatika angkatan 2008,tujuannya kuliah hanya berkeinginan memperoleh pekerjaan bagus dengan gaji besar,namun seiring berjalannya waktu setelah kuliah dia mengalami perubahan cara berfikir.

Setelah lulus di ITB pilihannya hanya ada 2 yaitu kerja di perusahaan besar seperti atau membangun perusahaan sendiri,akhirnya sejak kuliah dia sudah berkecimpung di dunia StartUp dengan mendirikan Suitmedia,dan pada 2010 melihat perkembangan Suitmedia tumbuh sangat pesat,setahun kemudian dia mendirikan Bukalapak,sejak itulah dia memutuskan untuk fokus membangun Bukalapak menjadi online marketplace terpercaya yang banyak dikenal masyarakat Indonesia.

Achmad Zaky bersama Nugroho (juga pendiri Bukalapak) mereka pun akhirnya membuat sebuah situs online marketplace bernamakan Bukalapak.com,diawal hanya 3 orang yang terlibat di Bukalapak, 1 orang sebagai staf, 1 orang bantu-bantu, dan 1 orang lagi yaitu Achmad Zaky sendiri yang secara masif mengajak orang-orang bergabung di Bukalapak.

DIa mengundang orang-orang bergabung saat di sela-sela pekerjaan di Suitmedia,Ketika itu melalui fitur message di Facebook dia hanya bisa mengajak 100 orang perhari untuk mengajak orang berjualan di Bukalapak.

Tantangan terberatnya dalam mengajak seller bergabung yaitu masalah kepercayaan terhadap e-commerce, karena kebanyakan orang takut tertipu,jadi diawal dia dan tim fokus menyelesaikan masalah kepercayaan dengan cara mengedukasi seller.

Kemudian Bukalapak mengalami kemajuan pesat dalam kurun waktu 3 tahun sejak didirikan pada 2011, Bukalapak.com telah memiliki 150.000 penjual,produk yang dijual pun sangat beragam, mulai dari elektronik,fashion,makanan dan lain lain.Setelah berhasil memperoleh kucuran dana investasi dari EMTEK Group sejumlah ratusan miliar rupiah, kedepan CEO sekaligus Pendiri Bukalapak, Achmad Zaky menargetkan pertumbuhan 8 kali lipat pertahun di berbagai aspek, mulai dari penjualan hingga pengguna.

Lihat Juga  Vanessa Angel Makin Kurus di Penjara

Bukalapak berkeinginan membangun kepercayaan melalui transaksi proses transaksi online yang terpercaya, serta membangun komunitas pasar terkuat di Indonesia.

4.Ferry Unardi

Bisnis online di indonesia

Website : traveloka.com

Ferry Unardi lahir di Padang, 16 Januari 1988,setelah selesai pendidikan SMA, Ferry Unardi memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Purdue University jurusan Computer Science dan Engineering.

Kecintaannya pada dunia teknologi mendorong Ferry Unardi segera lulus kuliah di tahun 2008,setelah lulus dari jenjang pendidikan S1, Ferry Unardi sempat bekerja sebagai software engineer di perusahaan Microsoft daerah Seattle.

Puas bekerja dan belajar banyak hal di perusahaan Microsoft selama 3 tahun, Ferry kemudian memutuskan untuk melanjutkan pendidikan MBA di Harvard University.

Dari situ ada naluri bisnis yang menggelitik Ferry Unardi untuk mengembangkan startup di bidang reservasi pesawat,pengalamannya bolak balik Amerika-Indonesia selama 8 tahun memberinya banyak pelajaran tentang sistem reservasi pesawat di Indonesia,kala itu Ferry Unardi yang ingin menuju ke Padang merasa kerepotan memesan tiket dari Amerika Serikat,hal ini kemudian menginspirasi Ferry untuk mewujudkan suatu startup reservasi pesawat yang lebih modern, fleksibel dan praktis untuk digunakan.

Banyak pihak yang menyayangkan keputusan Ferry untuk berhenti dari pendidikan MBA yang sedang ia tempuh,namun rupanya Ferry punya impian dan jalannya sendiri,pada Maret 2012, Ferry Unardi bersama 2 orang rekannya, Derianto Kusuma dan Albert yang juga berprofesi sebagai engineer memutuskan untuk mulai membangun konsep dan core business untuk Traveloka.

Melalui sistem pengembangan konsep e-commerce dan segala hal teknis secara mandiri, akhirnya Traveloka berhasil dirilis dalam versi beta pada periode Oktober 2012,peluncuran perdana Traveloka bukan mulus tanpa halangan.

Sebagai startup kecil yang baru dirintis,hampir tidak ada maskapai penerbangan yang mau bekerjasama dengan tim Traveloka,namun Ferry Unardi bersama rekan-rekannya tidak pernah patah semangat dalam mengembangkan Traveloka.

Sejak dirilis pada tahun 2012, kini Traveloka sudah mulai berkembang pesat dan bekerjasama dengan sejumlah maskapai penerbangan Indonesia,pelayanan yang berkualitas dan berdedikasi menjadi salah satu kunci kesuksesan Traveloka,berawal dari tim kecil yang beranggotakan 8 orang, kini Traveloka mulai tumbuh menjadi perusahaan besar dengan jumlah karyawan mencapai lebih dari 100 orang untuk beragam divisi seperti maintenance, human resource, customer service serta divisi lainnya,tidak hanya itu, kini Traveloka juga telah berekspansi dalam penjualan voucher hotel dengan berbagai pilihan serta diskon menarik.

Kini Traveloka sudah menjelma menjadi salah satu startup terbesar dan teropuler di Indonesia,Traveloka sudah memperoleh puluhan juta page view setiap bulan dengan target transaksi 2% hingga 5% dari total page view, Traveloka juga sudah berhasil menarik perhatian para investor seperti East Ventures dan Global Founders Capital,kedua investor tersebut sudah mulai bekerjasama dengan Traveloka sejak tahun 2012 dan 2013.

5.Hendrik Thio

bisnis online di indonesia

Website  :  bhinneka.com

Hendrik Thio, Nicholas, Johannes, Darsono, serta Tommy pada tahun 1999, mendirikan website e-commerce bernama Bhinneka.com,e-commerce pada saat itu adalah hal yang baru di Indonesia dan berisiko tinggi.

Nama Bhinneka juga disesuaikan dengan gerai toko,jadi Bhinneka awalnya toko computer biasa, kemdian menjadi toko online yang khusus menjual produk-produk teknologi.

Sekarang ini Bhinneka sudah menjadi toko online yang jual semua barang,perusahan ini bergerak di bidang distribusi dan penjualan produk-produk teknologi informasi sebagai inti bisnisnya, seperti PC Build Up dan PC Compatible, Peripherals, jaringan (Lan/Wan), solusi video editing hingga pusat servis.

Bhinneka.com lahir saat situasi genting yaitu krisis ekonomi yang melanda Indonesia tahun 1997-1998,pada awal berdirinya, website Bhinneka.com tidak langsung terkenal dan tidak langsung memiliki penjualan yang tinggi,kesuksesan Bhinneka.com juga awalnya dari masalah yang dihadapi oleh banyak calon entrepreneur.

Hendriok Tio dan kawan-kawan mengeluarkan modal Rp 100 juta (pada tahun 1999, jika inflasi 10% maka di tahun 2015 perkiraan modal Rp 450 – 500 juta),tetapi saat ini Bhinneka.com mampu menghasilkan omzet lebih dari Rp 50 M setiap tahunnya,angka yang sangat fantastis.

Editor : Syl

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close