PALEMBANGSUMSEL

Gubernur Herman Deru Serukan Daerah Antisipasi Karhutla

BritaBrita.com,Palembang-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan (Sumsel) bersiap mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal itu dilakukan agar Karhutla di Sumsel tidak lagi terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan Pemprov Sumsel sudah menyiapkan Rp30 miliar untuk mengantisipasi Karhutla.

“Tahun kemarin kita membantu daerah-daerah yang berpotensi terjadi Karhutla dengan anggaran Rp45 miliar dan tahun ini sudah dikucurkan Rp30 miliar untuk persiapan mengantisipasi Karhutla,” ujar Gubernur Sumsel, H Herman Deru, Senin (1/3/2021).

Menurut Gubernur, Karhutla di Sumsel rentan terjadi karena geografis wilayah yang didominasi lahan gambut. Yang apabila terbakar, akan sulit dipadamkan dan dapat dengan mudah meluas.

“Sebenarnya lahan-lahan yang terjadi Karhutla sering terjadi di tempat yang sama namun memang dengan lokasi yang luas. Lahan yang terbakar didominasi dengan lahan kosong yang belum termanfaatkan atau status izin lokasi yang digarap,” ujarnya

Lihat Juga  Walhi Kritik Pembagian Masker Kabut Asap Oleh Pemerintah

Dia menjelaskan, sembari mencari solusi pemanfaatan lahan tentu dengan upaya pencegahan dan pemadaman. Hal ini dapat dilakukan dengan kesadaran akan penanggulangannya menumbuhkan rasa untuk tugas bersama, baik dari pemerintah, kepolisian, TNI, hingga masyarakat Sumsel sendiri.

“Upaya lain bisa dengan memanfaatkan lahan, kita inventarisir lahan dengan LHK dan BPN. Kita koordinasi juga dengan Pemkab dan BPN untuk mengundang orang-orang yang bertanggung jawab, ataupun perorangan. Sebab, jika lahan kosong terbakar apalagi di lokasi yang sulit dijangkau, akan menjadi kendala besar dalam pemadaman karhutla,” jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, apabila masih terjadi karhutla akan ada dua dampak yang timbul yakni dampak kesehatan dan terganggunya penerbangan. Ada standarisasi ISPU di daerah-daerah untuk standar kesehatan udara.

Lihat Juga  Lahan 4 Hektare di OI Terbakar

“Saya ingin dari kejadian-kejadian ini, kita sudah ada solusi jangka pendek dan panjang. Solusi jangka pendek bagaimana mengedukasi persuasif agar masyarakat tidak membakar sampah atau pohon sembarangan yang berpotensi menjadi karhutla, pembuatan kanal, sumur bor dan sebagainya. Sementara untuk solusi jangka panjang, nantinya Dinas Kehutanan akan menindaklanjuti upaya pengelolaan lahan gambut yang tidak terkelola melalui kerjasama dengan pihak terkait sehingga meminimalisir potensi terjadinya karhutla,” Ungkapnya.

Reporter : Maulana

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close