KALAMPALEMBANGSYARIAH

Hai Anak Muda! Jangan Malas Berdoa. Ini Pentingnya Doa untuk Dipelajari

BritaBrita.com,Palembang – Dalam Islam, sangat penting pemahaman mengenai keutamaan zikir dan doa setelah usai melaksanakan salat fardhu.

Dalam kesempatan tausiahnya, Ustadzah Rofi Maryam menegaskan bahwa salat adalah ibadah yang paling utama di dalam Islam. Baik atau buruknya pribadi seseorang bisa dilihat dari kecakapannya dalam melaksanakan salat. Maka, jelaslah bacaan hingga doa setelah salat penting dipelajari.

Dalam Alquran surat Hud ayat 114 tertera “Dan dirikanlah salat dengan sebaik-baiknya di dua ujung siang yaitu pagi dan petang dan saat-saat tertentu dari malam. Sesungguhnya kebaikan dapat menghapus dosa-dosa kecil. Yang demikian menjadi peringatan bagi yang mengingat.”

Begitupun Doa-doa dan zikir, seperti tertulis di Alquran surat Al Ghafir ayat 60 yang berbunyi:“Dan Tuhanmu berfirman:

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. al-Ghafir: 60).

Lihat Juga  Catat Waktu dan Wilayahnya, Distribusi Air Bersih Setop 3 Jam

Dalam surat An Nisa ayat 103 “Apabila kamu telah selesai salat maka berdzikirlah.”

Dalam hadis riwayat Turmudzi:“Sahabat bertanya pada Rasulullah saw, “ya Rasulullah kapan doa kita didengar? Rasul menjawab, di ujung malam dan di akhir salat.”

Untuk itu, Ustazah menambahkan bahwa pelajaran atau pendidikan agama sangatlah penting untuk anak-anak muda zaman sekarang. Peran orangtua serta guru agama dalam mengajarkan aqidah Islam kepada anak-anak sangat dibutuhkan.

Sebab, kurangnya pemahaman akan hal ini, haruslah segera diperbaiki. Memahami lagi bahwa sebagai seorang hamba tentu banyak sekali kekurangan, kelemahan dan dosa-dosa sehingga terus mawas diri dan memanfaatkan saat ibadah salat menjadi ajang untuk menyampaikan keluh kesah kepada Allah SWT.

Lihat Juga  PT KAI Divre III Palembang Sediakan Layanan Rapid Test Hanya Rp85 Ribu

“Orang tua adalah penanggung jawab pertama dalam urusan pendidikan anak, bukan hanya dalam perkara doa ketika salat. Namun dalam segala perkara, sehingga hal ini menuntut orangtua harus memahami agama lebih dulu sebelum mengajarkan kepada anaknya. Tidak hanya menyerahkannya kepada guru di sekolah,”katanya.

Guru sebagai bagian dari masyarakat adalah pihak kedua dalam mengawasi anak anak atau remaja ketika di luar rumah. serta harus ada peran negara untuk menfasilitasi kebutuhan pendidikan.

“Maka terbentuknya anak-anak yang sholeh membutuhkan ketiga pilar ini. Orang tua, masyarakat dan negara, sehingga pembentukan karakter yang mulia merupakan tanggung jawab bersama,”katanya.

Reporter : Tri Jumartini

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close