INTERNATIONALNASIONAL

Ini Kronologi Amonium Nitrat Tiba di Pelabuhan Beirut

BritaBrita.com,Beirut-Ledakan di Beirut,  Libanon pada Selasa (4/8) sedikitnya menewaskan 137 korban jiwa dan lebih dari lima ribu orang terluka.

Presiden Libanon Michel Aoun mengatakan ledakan itu disebabkan oleh timbunan amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan selama bertahun-tahun tanpa tindakan pengamanan. Dilaporkan ada 2.750 ton amonium nitrat disimpan di gudang Pelabuhan Beirut itu.

Amonium nitrat adalah bahan kimia berdaya ledak tinggi yang sering digunakan untuk pupuk, tetapi juga dipakai sebagai bahan peledak.

Dilansir dari The Guardian, Jumat (7/8/2020), berikut kronologi amonium nitrat yang menjadi sumber ledakan tiba di Beirut.

23 September 2013

Kapal dagang berbendera Rusia milik Moldova, Rhosus, berangkat dari Batumi, Georgia menuju Mozambik. Kapal itu membawa 2.750 ton amonium nitrat. Bill of lading menunjukkan bahan kimia itu dibeli oleh Fabrica de Explosivos, sebuah perusahaan bahan peledak industri Mozambik.

Kapal Rhosus berhenti di Beirut. Beberapa sumber mengatakan itu dilakukan karena kesalahan teknis, tapi mantan kapten kapal mengklaim pihaknya ingin mengambil kargo ekstra untuk membuat pelayaran lebih menguntungkan. Dia juga mengatakan, di sana kru kapal mogok karena gaji yang belum dibayar.
Perusahaan yang mengelola pelabuhan Beira di Mozambik mengatakan tidak pernah diberitahu tentang kedatangan kargo itu. Menurut sebuah wawancara dengan mantan kapten kapal, mereka berhenti di Turki dan Pireaus, Yunani.

Lihat Juga  Masih Marak Karhutla, Gubernur Mau Buat Pergub

Oktober 2013

Mantan kapten kapal itu mengatakan Rhosus tidak diperbolehkan meninggalkan Beirut karena kapal belum membayar biaya pelabuhan.

Federasi Pekerja Transportasi Internasional yang meminta gaji dan repatriasi awak kapal mengkonfirmasi bahwa sebagian masalah mengapa kapal itu ditahan, disebabkan karena berutang kepada pelabuhan sebesar USD$ 100 ribu atau sekitar Rp1,4 miliar dalam tagihan yang belum dibayar. Beberapa kru tidak diizinkan pergi selama sebelas bulan.

Juli 2014

Situs web pengiriman FleetMon mengatakan Rhosus telah “ditinggalkan” oleh pemiliknya.

Oktober 2015

Menurut pengacara untuk kru kapal, 2.750 amonium nitrat sudah ditempatkan di gudang dan kapal itu ditahan di pelabuhan.

Tidak diketahui berapa lama kapal kosong itu tetap berada di Beirut atau ke mana perginya setelah itu. Mantan kapten kapal mengatakan kapal itu tenggelam “dua atau tiga tahun lalu”.

20 Mei 2016-27 Oktober 2017

Petugas bea cukai Libanon mengirim tiga surat lagi ke pengadilan. Surat terbaru yang dikirim pada 27 Oktober mendesak hakim untuk membuat keputusan cepat mengingat “bahaya… meninggalkan barang-barang ini, termasuk bagi orang yang bekerja di sana”.

Namun mereka mengklaim surat-surat itu hanya diabaikan.

Desember 2019

Menurut media berita Libanon, Al-Akhbar, sebuah laporan keamanan negara diajukan ke pengadilan. Kepresidenan, intelijen, dan direktorat bea cukai memperingatkan “bahaya nyata yang timbul dari bahan-bahan ini”.

Lihat Juga  Kemenag Siapkan Opsi Tak Berangkatkan Jemaah Haji Tahun Ini

Sumber anonim yang dekat dengan pegawai pelabuhan mengatakan bahwa sebuah tim telah memeriksa amonium nitrat enam bulan sebelum ledakan dan memperingatkan bahwa jika tidak dipindahkan, bahan itu akan “meledakkan seluruh Beirut”.
Pengajuan itu memberikan beberapa rekomendasi termasuk membuat lubang di gudang 12 yang merupakan tempat penyimpanan bahan yang sangat mudah meledak dan ditutup untuk mencegah pencurian.

Awal 2020

4 Agustus 2020, 17.40

Kebakaran dilaporkan terjadi di pelabuhan Beirut, namun tidak diketahui penyebab dan sumber kebakaran. Media Libanon mengutip manajer umum pelabuhan, Hossan Koraytem mengklaim tim tukang las sedang menutup celah di gudang 12 dan menyelesaikan pekerjaan mereka pada siang hari. Sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya mengklaim kru selesai bekerja sebelum pukul lima sore.

Ledakan besar mengguncang Beirut. Ledakan menyebabkan pelabuhan berubah menjadi kawah dan bangunan di sekeliling pelabuhan mengalami kerusakan parah.
Dalam beberapa video yang viral, menunjukkan kembang api kemungkinan menjadi sumber awal kebakaran.

Setidaknya sepuluh petugas pemadam kebakaran dikirim ke pelabuhan untuk memadamkan api yang pada pukul 17.54 menyebabkan asap tebal di atas Beirut.

4 Agustus 2020, 18.08 malam

Ledakan besar mengguncang Beirut. Ledakan menyebabkan pelabuhan berubah menjadi kawah dan bangunan di sekeliling pelabuhan mengalami kerusakan parah.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close