INTERNATIONAL

Menyedihkan, Ratusan Orang Tewas dalam 24 Jam Akibat Konflik di Idlib Suriah

BritaBrita.com,SURIAH-Korban akibat bentrokan antara pasukan pemerintah yang didukung Rusia dan jihadis di barat laut Suriah dilaporkan sudah mencapai 100 orang dalam 24 jam terakhir. Korban tewas berasal dari jihadis dan pasukan pemerintah, jelas seorang pengamat perang, Sabtu (8/6/2019).

Bentrokan di tepi wilayah Idlib yang dikuasai jihadis telah menewaskan sedikitnya 53 tentara pemerintah dan 48 pejuang jihad dan pejuang Islam. Bentrokan ini sudah terjadi sejak Kamis (6/6), kata Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah yang berbasis di Inggris.

Wilayah yang sebelumnya dihuni sekitar tiga juta orang itu kini didominasi oleh aliansi Hayat Tahrir al-Sham yang dipimpin oleh mantan afiliasi Suriah Al-Qaeda. Lebih dari setengah warga provinsi Idlib kini telah mengungsi ke bagian lain negara itu.

Aliansi ini mengelola sebuah wilayah yang mencakup sebagian besar provinsi Idlib serta potongan-potongan wilayah lain dari provinsi-provinsi tetangga, seperti Latakia, Aleppo, dan Hama.

Wilayah itu telah mengalami lonjakan pengeboman sejak akhir April. Pemerintah telah berhasil merebut beberapa kota di sisi barat daya wilayah itu.

Kamis malam, jihadis dan pasukan pemberontak sekutu melancarkan serangan balasan terhadap pasukan rezim di barat laut provinsi Hama.

Lihat Juga  Mulai 2023,Uber Tawarkan Taksi Udara

Analis memperkirakan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad dan sekutunya akan terus menggerogoti daerah itu, tetapi tidak melepaskan serangan besar yang akan menciptakan kekacauan di depan pintu Turki. Berdasarkan kesepakatan, Idlib menjadi wilayah penyangga yang seharusnya bebas dari serangan besar-besaran pemerintah. Hal ini sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata September lalu yang ditandatanganisekutu rezim Rusia dan pendukung pemberontak Turki. Dari serangan itu, mereka berhasil merebut desa Tal Maleh dan Jibeen meski dibombardir serangan darat dan udara oleh rezim dan pasukan Rusia, kata Observatory.

Daerah itu menjadi saksi “pertempuran sengit sejak dimulainya eskalasi pada akhir April,” kata kepala Observatorium Rami Abdel Rahman, seperti dikutip AFP.

Menurutnya, pertempuran juga berkobar di dekat wilayah Kristen dan Alawite di bawah kendali rezim.

Kantor berita negara SANA mengatakan unit-unit militer di Hama utara telah “menanggapi situasi ini dengan menambah kekuatan serangan terhadap kelompok-kelompok teroris … dan mengambil kembali sejumlah wilayah.”

Di provinsi Idlib, dua anak tewas Rabu malam setelah satu roket rezim menembak desa Frike. Sementara satu anak lagi tewas dalam serangan udara di kota Khan Sheikhun, kata Observatory.

Lihat Juga  Diduga Suruh Pengawal Pukul Pekerja, Putri Raja Saudi Salman Diadili di Paris

Beberapa jihadis yang ikut melakukan serangan balik adalah mereka yang tergabung dalam Hurras al-Deen yang terkait dengan Al-Qaeda dan Partai Islam Turkistan.

Tapi kesepakatan ini tidak pernah sepenuhnya dilaksanakan. Sebab, para jihadis menolak untuk mundur dari zona demiliterisasi yang direncanakan.

Pemerintah Suriah dan Rusia lantasmeningkatkan pengeboman mereka di wilayah itu sejak akhir April. Menurut Observatory, sejumlah serangan ini telah menewaskan lebih dari 300 warga sipil.

PBB mengatakan lebih dari 270.000 orang telah meninggalkan rumah mereka. Sebanyak 24 fasilitas kesehatan dan 35 sekolah telah dilanda eskalasi terbaru, menurut kantor kemanusiaan PBB.

Delapan tahun setelah perang saudara Suriah, dua wilayah sebagian besar masih berada di luar kendali rezim: wilayah timur laut besar dipegang oleh Kurdi negara itu, dan Idlib.

Perang, yang dimulai pada 2011 dengan penindasan brutal terhadap demonstrasi anti-pemerintah, telah menewaskan lebih dari 370.000 orang dan jutaan orang terlantar.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close