NASIONAL

Kapal Sinar Bangun Ditemukan, Ini Kata Menhub

BritaBrita.com,JAKARTA — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi seluruh pihak yang dikabarkan telah berhasil menemukan obyek terduga KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara. Ia berharap tim gabungan di lapangan dapat segera menemukan titik KM Sinar Bangun yang sudah sepekan tenggelam.

“Saya mengapresiasi Basarnas, TNI dan Polri, masyarakat telah bekerja sama yang telah berhasil menemukan objek yang diduga KM Sinar Bangun. Namun demikian informasi terkait penemuan tersebut masih harus diklarifikasi lebih lanjut,” kata Menhub Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (25/6).

Menhub mengemukakan, kementerian segera melakukan sejumlah langkah di Danau Toba agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Ia pun telah memerintahkan Dirjen Perhubungan Laut agar menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan ramp check terhadap kapal-kapal di Danau Toba.

Lihat Juga  Pangdam : Semua Pihak Jangan Ganggu Habitat Harimau

Hal-hal yang menjadi fokus Kementerian Perhubungan untuk dilakukan ramp checkdi antaranya konstruksi kapal, perlengkapan keselamatan dan kapasitas kapal disesuaikan dengan sertifikat kapal. “Upaya ramp check ini wajib dan harus dilakukan 2-3 hari ini, jika perlu kapal yang belum dan yang tidak lolos ramp checktidak boleh beroperasi,” katanya.

Nantinya setiap kapal yang akan berlayar di Danau Toba wajib untuk mendapat Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang diterbitkan oleh Petugas Dinas Perhubungan Kabupaten setempat.

Tim tersebut dipimpin Kepala Basarnas, M Syaugi dan turut bersamanya Bupati Simalungun, JR Saragih.

Kakansar Medan, Budiawan mengatakan, pihaknya juga tetap memberdayakan scan sonar kedalaman 600 meter untuk mencari kapal penumpang yang tenggelam pada 18 Juni 2018. “Penting untuk temukan titik (lokasi) kapal, karena kami perkirakan banyak korban berada di dalamnya,” kata Budiawan di Posko Terpadu Bencana di Pelabuhan Tiga Ras Kabupaten Simalungun.

Lihat Juga  Kado Tahun Baru 2020, Jabodetabek Dikepung Banjir

Dia memperkirakan, seperti dinukil dalam laman Republika.co.id, sesuai laporan pihak keluarga, jumlah korban yang berada di KM Sinar Bangun sedikitnya 183 orang yang belum ditemukan. Tim pencari juga memberdayakan satu unit Heli Dauphin A 365 N3+ HR-3604 untuk pantauan udara, dan mengerahkan tim relawan darat menyusuri pinggiran pantai.

Sementara pencarian di atas permukaan air menggunakan 17 perahu karet dan kapal cepat sampai radius 40 Km dari perkiraan koordinat titik tenggelamnya kapal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Close
Close
Close