LIFESTYLEPALEMBANGSUMSEL

Sumsel Butuh 500 Tukang Pijat Atlet. Berminat?

BritaBrita.com,PALEMBANG-Pekerjaan sport massageatau tukang pijat atlet terdengar asing bagi sebagian orang. Namun pekerjaan ini terbilang penting jika atlet mengalami cedera dan butuh relaksasi. Mirisnya, Sumatera Selatan (Sumsel) rupanya kekurangan tenaga massage/pijat.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumsel Ahmad Yusuf Wibowo mengatakan, setiap cabang olahraga (cabor) membutuhkan tenaga massage. Meskipun, olahraga yang tak getol dengan urusan fisik.

Menurutnya, di Sumsel ini hanya ada 2 tenaga sport massage dari sekian banyak cabor olahraga. Ia menganggap, jumlah ini tak ideal untuk olahraga.

“Inilah kami mendata bahwa kita perlu hampir 500 sport massage, di 17 kabupaten/kota, 35 cabor sport massage putra dan putri. Idealnya seluruh cabor baik fisik maupun non fisik harus ada sport massage. Bukan berarti atlet catur itu tidak perlu, perlu relaksasi penyegaran untuk fokus bahkan sebelum dan sesudah even butuh relaksasi dan baik untuk kesehatan,” ujar Ahmad Yusuf Wibowo, Selasa (12/3/2019).

Lihat Juga  Hadiri Haul Ke 7 Alm KH M Zen Syukri, Gubernur Ajak Hadirin Kirim Al Fatihah

Untuk itulah, pihaknya menggelar pelatihan Sport Massage and Sport Injury Tingkat Dasar tahun 2019. Hasilnya, sebanyak 26 tenaga massage mengikuti pelatihan tersebut di Lantai 3 Gedung Dispora Sumsel.

“Ini bagian dari program ketenagaan olahraga. Ini bagian penting dari peningkatan. Kita mulai dari sport massage, jadi persiapan ini sangat penting untuk mendukung performa atlet saat bertanding,” terangnya.

Yusuf mengatakan, manfaatnya besar untuk atlet tersebut. Baik untuk fisik, maupun relaksasi psikologi.

“Jadi atlet relaksasi efek psikologinya tentu akan untuk meregangkan otot-ototnya menjadi bugar,” ungkapnya.

Ia berharap tenaga sport massage dapat ditularkan ke setiap daerah. Pihaknya juga akan bekerja sama dengan pengurus cabor di daerah-daerah, meneruskan pelatihan yang sempat terhenti selama beberapa tahun ini.

Lihat Juga  Jalin Silaturahmi, IMIKI Sumsel Gelar Diklat dan Rapat Kerja

“Pernah kita lakukan di 2012-2013 ini sambungan dari kegiatan terdahulu. Karena terhenti maka kita sambung lagi karena kaderisasi massagekhususnya di cabor belum kena virus sport massage bahwa ini pekerjaan sangat mulia,” pungkasnya. (Zahid Blandino)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close