PALEMBANGSUMSEL

Masalah Banjir di Palembang Belum Tuntas, Muncul Titik Banjir Baru 

BritaBrita.com,Palembang-Belum tuntas atasi banjir, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengidentifikasi titik banjir baru.

Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ahmad Bastari Yusak mengatakan curah hujan tinggi ini datangnya lebih cepat satu bulan yang seharusnya pada bulan Oktober.

“Selain di Simpang Polda yang parah, titik baru juga timbul di perumahan PNS di Gandus,” katanya,Selasa (14/9/2021).

Bastari mengatakan, pihaknya telah mempunyai pompa pengendali banjir tapi masih kurang. Jumlahnya tidak sebanding dengan kapasitas debit air yang harus ditangani.

“Di radial itu ada pompa dengan kapasitas 1.000 liter per detik, sedangkan dengan perkembangan Kota Palembang saat ini kebutuhannya 3000 liter per detik,” katanya.

Rencananya, Pemkot akan menambah pompa lagi di Sungai Baung di Kapten Rivai yang sedang diusulkan dan dianggarkan.

Lihat Juga  Belajar Tatap Muka Juli 2021, Guru di Palembang Gencar Divaksin

“Kolam retensi juga masih kurang, kita terkendala lahan yang sulit dicari,” katanya.

Menyikapi masalah banjir yang tak kunjung tuntas ini, Wali Kota Palembang Harnojoyo mengaku kerepotan mengatasi banjir di dalam kota. Misalkan saja, titik genangan seperti di Simpang Polda, membutuhkan waktu sekitar 6 jam hingga air surut.

“Curah hujan tinggi, debit air tinggi masalahnya drainase tidak sebanding dengan volume air,” katanya.

Meski Pemkot berupaya antisipatif mengurangi genangan air hingga surut lebih cepat namun kondisi curah hujan tinggi tidak membuat saluran drainase mampu menampung volume air.

“Pompa kita juga dalam tahap normalisasi, kita terus berupaya supaya genangan air cepat surut. Kita tidak bisa prediksi cuaca. Yang penting genangan air tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Ke depan, ada pompa tambahan kerjasama Pusri di Sei Buah,” katanya.

Lihat Juga  SMPN 40 Palembang Kembali Kejar Predikat Adiwiyata Nasional

Reporter : Pitria

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close