NASIONAL

Andrey Sushakov, Ground Engineer Heli Water Bombing Meninggal Dunia. Ini Sebabnya

BritaBrita.com, Palembang-Kabar duka datang dari tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Seorang awaknya, Andrey Sushakov, Ground Engineer RA-22583 helikopter water bombing dari Rusia meninggal dunia.

Padahal Sumsel sedang sibuk-sibuknya melakukan penanggulangan Karhutla

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Ansori mengatakan, Andrey merupakan warga Rusia ini menghembuskan nafas terakhir karena penyempitan pembuluh darah ke otak.

“Dia bertugas sebagai ground engineer helikopter water bombing di Sumsel, dia itu yang bertugas di bagian mesin bawah heli sebelum heli mengudara. Jadi tidak bertugas di dalam heli,” katanya.

Kejadian itu bermula pada 8 Agustus 2019. Saat itu, posisi Andrey dalam keadaan libur dan tengah berada di hotel. Namun, pada pukul 17.00 WIB, dia merasa tidak bisa bernapas dengan normal dan berusaha menghubungi site manager-nya, yakni Pavel Zakharov untuk di bawa ke rumah sakit terdekat.

Lihat Juga  Sriwijaya FC Mau Bantai Persita Demi Ambisi ke Liga 1

“Mendapat kabar tersebut, pavel dan pihak hotel membawa Andrey ke rumah sakit Siloam, Palembang. Indikasi dokter saat itu adalah penyempitan pembuluh darah yang ke otak dan hari itu juga dilakukan pemeriksaan lebih intensif terhadap Andrey hingga masuk ke ruang ICU,” ujar Ansori

Ansori menjelaskan, pada 11 Agustus 2019, sekitar pukul 17.45 WIB, pihak rumah sakit menghubungi dengan memberikan kabar bahwa Andrey jantungnya berhenti berdetak dan dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit Siloam pada pukul 17.35 WIB.

“Untuk saat ini akan dilakukan autopsi. Itu dilakukan karena merupakan syarat dari negara asalnya (Rusia) sebelum melakukan pemulangan jenazah ke negara asal,” jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, saat ini jasad Andrey sudah dipindahkan ke ruang mayat di RS Siloam sebelum dilakukan autopsi (menunggu surat persetujuan dari pihak keluarga dan surat kuasa kepada Pavel Zakharov sebagai penerima kuasa untuk urusan di Indonesia).

Lihat Juga  Karena Tumbuh Tunas, Puluhan Kontainer Kelapa untuk Ekspor Dikembalikan

“Kalau suda mendapatkan itu (surat persetujuan dari pihak keluarga) selanjutnya baru bisa dilakukan proses autopsi,” ungkap Ansori.

Reporter : Maulana

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close