NASIONALPALEMBANGSUMSEL

Atlet Disabilitas Sumsel Tagih Janji Gubernur Herman Deru

BritaBrita.com,Palembang-Puluhan atlet disabilitas dari berbagai cabang olahraga binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumatera Selatan (Sumsel) mendatangi Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumsel, Kamis (19/9/2019). Mereka menagih janji Gubernur Sumsel, H Herman Deru agar tak membedakan atlet disabilitas dengan yang lain.

Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat kehadiran mereka beberapa ada yang memakai tongkat, dibopong, dan berjalan berjinjit-jinjit. Sesama mereka pun kompak saling bantu. Mereka berkumpul tepat di pelataran kantor BPKAD Sumsel.

Puluhan atlet tersebut terancam tak bisa mengikuti sejumlah kejuaraan nasional baik single event maupun multievent dikarenakan anggaran NPCI tak dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2019.

Namun sayang, kehadiran puluhan atlet di pelataran Kantor BPKAD Sumsel tak ada yang merespon. Mereka pun terkatung-katung cukup lama sehingga pulang tanpa jawaban yang jelas.

Padahal, prestasi atlet disabilitas tak diragukan lagi hingga level paralimpiade atau olimpiade untuk atlet umum.

Belum lagi ASEAN Para Games atau SEA Games untuk atlet umum, dan Asian Para Games atau Asian Games untuk atlet umum. Dari multievent Internasional tersebut, prestasi atlet disabilitas Sumsel selalu terdepan ketimbang atlef umum. Tapi sayang respon pemerintah terkait terkesan abai.

Lihat Juga  Wali Kota Janji Ganti KTP dan Surat Berharga Warga Korban Kebakaran Secara Gratis

Ketua Umum NPCI Sumsel Ryan Yohwari mengaku menyesalkan BPKAD yang tak merespon dengan baik. Padahal menurutnya, terakhir bertemu dengan Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama para atlet, saat atlet Sumsel meraih prestasi di Asian Para Games, Gubernur Sumsel berjanji agar atlet disabilitas harus disamakan apapun dan jika ada yang ingin keluhkan langsung disampaikan.

“Nah kehadiran kami disini salah satunya menagih Janji Pak Gubernur (Herman Deru-red) agar jika ada yang terjadi apa-apa lapor. Kenapa ke BPKAD? Karena kami yang sudah mengajukan anggaran APBDP lebih dulu ke BPKAD bahkan terverifikasi lebih lengkap dibanding KONI, ini malah tak ada,”sesalnya.

Pria yang juga juara dunia bulutangkis di Madrid ini menambahkan bahwa jika tak diberikan anggaran APBDP untuk atlet disabilitas maka sejumlah kejuaraan terancam tak bisa diikuti.

“Misalnya November nanti multievent nasional di Peparpenas Jakarta, Desember Peparprov di Prabumulih dan Kejurnas Cabor sebagai syarat untuk ikut Peparnas di Papua 2020 mendatang,”jelasnya.

Menurut Ryan, jika atlet umum ada seleksi PON melalui Pra PON, atlet disabilitas juga ada dan saat ini sudah mulai beberapa kejuaraan yang wajib diikuti. Jika tak mengikuti Kejurnas maka sudah dipastikan tak ikut Peparnas, multievent sekelas PON.

Lihat Juga  Kasus Korupsi Atung Bungsu Dilimpahkan ke Kejati Sumsel

Padahal atlet disabiliatas Sumsel yang meraih prestasi yang mengharumkan nama Sumsel dengan 44 medali di Peparnas Jabar 2016 dan duduk di delepan besar. Sementara PON Jabar, atlet umum Sumsel harus puas di peringkat 21.

“Sebenarnya kalau bonus Asian Para Games kemarin tak diambil dari APBD induk cukup. Tapi karena diambil kami tidak bisa lagi membiayai sejumlah kejuaraan,”pungkasnya.

Ryan mengaku semoga Pemerintah terkait bisa lebih peduli lagi dengan atket disabilitas apalagi sudah terbukti mengharumkan nama Sumsel dan Indonesia baik ASEAN Para Games, Asian Para Games, bahkan ada yang sampai level Paralimpiade. Sebuah level olimpiade bagi atlet umum.

Sementara itu, pegawai BPKAD Sumsel mengatakan para pimpinan baik Kadis, Kabid, Kasi, Kasubag dan lainnya mengaku tak ada ditempat.

“Rapat semua di Bina Praja, kami gak bisa kasih komentar, kami cuma staf biasa, takut salah,”ujar staf resepsionis BPKAD Sumsel yang enggan disebutkan namanya.

Reporter : Sugi

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close