NASIONAL

Buwas Tunjuk ‘Hidung’ Mensos Soal Mafia Beras

BritaBrita.com,JAKARTA-Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan pihaknya siap jika badan usaha yang dipimpinnya harus beralih ke arah komersial.

Hal ini menyusul kewenangan soal penyaluran bantuan pangan yang seharusnya diserahkan kepada Bulog, malah dibatasi Kementerian Sosial.

Langkah ini dia ambil untuk mencegah busuknya stok beras di gudang Bulog yang mencapai 2,3 juta ton, mendekati ambang batas kapasitas gudang sebanyak 2,7 ton.

“Ya sudah tidak apa-apa. Saya (Bulog) fokus kepada operasi pasar, dan Bulog akan pure ke komersial, ketimbang beras di gudang busuk,” kata Budi Waseso alias Buwas di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Adapun Buwas merasa penyempitan wewenang itu terlihat karena kecilnya opsi penyaluran beras dari program pemerintah, yaitu program Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT).

Dalam program BPNT tersebut, Bulog hanya diizinkan menyalurkan beras sebesar 70 persen dari sisi 30 persen.

Sementara 70 persen dari 100 persen justru dialirkan Mensos ke pasar bebas.

“Ini sih gila aja menurut saya,” ucapnya.

Buwas menilai, terbatasnya kewenangan ini membuat peranan bisnis Bulog seperti pihak swasta yang menyalurkan beras komersial.

Padahal seharusnya kewenangan soal pangan murni diserahkan kepada Bulog untuk mencegah permainan kartel yang tengah menguasai pasar.

“Program pemerintah seharusnya mengutamakan Bulog termasuk BPNT.

Tapi ini ada pemahaman seolah-olah Bulog pure berbisnis.

Lupa, bahwa tugas kita adalah tugas pengabdian untuk seluruh negara sementara pihak lain mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok,” ucap Buwas.

Lihat Juga  BKN Wilayah VII : Penerimaan CPNS 2019 Terancam Batal, Belum Ada Anggarannya

“Maka beras yang 2,3 ton di gudang itu dijual saja untuk pasar bebas.

Kalau enggak begitu beras Bulog enggak bakal keluar, otomatis serapan Bulog akan berhenti.

Busuklah beras itu,” lanjutnya.

Untuk itu, dia pun meminta segala program pemerintah terkait masalah pangan seluruhnya diserahkan kepada Bulog.

“Kalau program Pemerintah soal masalah pangan 100 persen diserahkan kepada Bulog, saya yakin tidak ada kartel, mati semua. Ya, seperti itu memang kondisinya,” pungkasnya.

Selama ini, untuk mendistribusikan stok beras CBP dan menghindari kerusakan beras di gudang, Bulog melakukan berbagai upaya hilirisasi.

Adapun hilirisasi tersebut antara lain, program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH), menjual komersial lewat Rumah Pangan Kita (RPK) dan melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Bahkan Buwas rela hengkang dari jajaran Bulog bila Kementrian Sosial (Mensos) mau mengambil alih 100 persen program Bansos seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) dan Beras Sejahtera (Rastra).

“Sekarang kalau Mensos mau ambil itu (BPNT dan Rastra), ya monggo.

Saya bangga dengan Mensos, hormat.

Kalau perlu saya janji, kalau bisa ambil alih 100 persen, saya mundur dari Bulog,” tegas Buwas.

Hal itu lantaran Buwas beranggapan pengabdian dirinya terhadap negara sudah tuntas jika Mensos mampu mengambil alih 100 persen program Bantuan Sosial (Bansos).

“Kalau sudah bisa ambil alih berarti saya sudah tidak perlu lagi ada di Bulog.Sudah hebat.Enggak perlu gaji saya lah, biarkan saya pensiun,” lanjutnya.Toh kata Buwas, 100 persen dana BNPT juga ada di tangan Mensos.

Lihat Juga  Walhi Kritik Pembagian Masker Kabut Asap Oleh Pemerintah

Jadi tidak ada alasan bagi Mensos jika ingin mengambil alih 100 persen program Bansos.

Apalagi, Bulog hanya diizinkan memberi kontribusi 70 persen dari sisa 30 persen program BPNT.

“Kita bukan disuruh kontribusi 70 persen dari 100 persen.

70 persen itu sudah diambil oleh Mensos dialirkan ke pasar bebas.

Nah 30 persen sisanya, 70 persennya untuk Bulog. Ini sih gila aja menurut saya.

Ancamannya beras Bulog akan busuk,” pungkas Buwas.

Tak hanya itu, kontribusi Bulog pun ditempatkan untuk daerah-daerah terpencil seperti daerah Wamena di Papua yang sulit transportasi.

“Tau enggak, 70 persen yang untuk Bulog dialirkan kemana?

Itu yang di ujung-ujung Papua.

Yang pakai kole-kole enggak jelas, yang pikul-pikul pakai motor, yang jalan kaki.

Itu yang dikasih ke Bulog, Bulog urusannya yang begitu,” ujar Buwas.

Untuk itu dia rela jika Mensos mengambil alih seluruh program sehingga beras tersalurkan dengan lebih baik.

“Biar pihak Mensos yang merasakan bagaimana perjuangannya. Tapi saya janji pengabdian saya selesai karena ada yang lebih baik dari saya.

Negara harus dipimpin orang baik, jangan seperti saya yang dipertahankan,” ungkap dia seperti dilansir tribunnews.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close