NASIONAL

Diselimuti Kabut Asap, Ribuan Warga Pekanbaru Salat Minta Hujan

BritaBrita.com,Pekanbaru – Ribuan santri Pondok Pesantren Dar el Hikmah dan warga menggelar salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah asap jerebu kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (24/8/2019).

Ketua Umum Yayasan Nur Iman Amrasul Abdullah mengatakan, ada sebanyak 1.600 santri bersama pengajar serta masyarakat umum mengikuti salat Istisqa, yang digelar di lapangan pondok pesantren tersebut.

Shalat Istisqa dimulai pukul 07.30 WIB dan berakhir pada 08.15 WIB. Bertindak sebagai imam salat adalah ustaz Syarkawi, sedangkan khatib dan doa oleh ustaz Ibnu Harris.

Ia menjelaskan, salat tersebut digelar karena melihat kondisi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin tebal serta beberapa daerah di Riau yang mengalami kekeringan.

Lihat Juga  70% APBD Habis Untuk PNS Pemda

“Selain anjuran Gubernur Riau Syamsuar, salat Istisqa ini kami laksanakan usai mendapat cerita dari wali santri saat melihat anak-anaknya di Pondok Pesantren Dar el Hikmah. Itu jadi alasannya, selain kabut asap saat ini,” kata Amrasul Abdullah.

Ia menceritakan, wali santri dari Kota Pekanbaru, tinggal di daerah Kulim, kemudian di Pulau Muda, Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, juga menceritakan bagaimana mereka sudah sulit mendapatkan air bersih. Bahkan, wali santri dari Kulim menceritakan mereka harus membeli air bersih karena sumber air mengering.

“Untuk satu tanki air dengan isi 1.000 liter harganya Rp 60 ribu. Air bersih satu tanki itu hanya bisa mencukupi kebutuhan satu hari keluarga. Sumur mereka sudah kering, walau disedot menggunakan mesin, tetap saja tak keluar,” katanya seperti dikutip Antara.

Lihat Juga  Diguyur Hujan, Jamaah Tetap Ramai Melayat Ustaz Taufiq Hasnuri

BMKG Stasiun Pekanbaru menyatakan, pada Sabtu pagi jarak pandang di Pekanbaru memburuk jadi tinggal 1,5 kilometer akibat asap Karhutla.

Pantauan satelit mendeteksi ada 272 titik panas di Riau, lokasi paling banyak di Kabupaten Pelalawan dengan 102 titik. Daerah lainnya antara lain Indragiri Hilir ada 90 titik panas, Bengkalis 35 titik, Indragiri Hulu 17 titik, Kepulauan Meranti dan Siak masing-masing 9 titik, Rokan Hilir 7 titik, Kuansing 2 titik dan Kampar satu titik panas.

Dari jumlah tersebut, ada 192 yang teridentifikasi sebagai titik api. Lokasi paling banyak juga di Pelalawan ada 76 titik, kemudian Indragiri Hulu 60 titik, dan Bengkalis 29 titik.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close