NASIONALPALEMBANGSUMSEL

Kebakaran Hutan dan Lahan Masih Terjadi di Sumsel

BritaBrita.com,Palembang-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) masih terjadi. Terutama di Ogan Komering Ilir, dimana kebakaran lahan di area gambut masih terjadi.

Pada Kamis (7/11/2019), terpantau dari satelit LAPAN ada 53 titikpanas di OKI, 3 titik panas di Banyuasin dan 1 titik panas di OKU.

Untuk itu, upaya pemadaman karhutla masih dilakukan. Meskipun sejumlah daerah di Sumsel sudah diguyur hujan, namun di OKI sebarannya masih sporadis.

Namun karena hujan minim terjadi di OKI, sehingga kebakaran lahan di area gambut pun masih terjadi.

“Selama masa status tanggap darurat masih berlaku hingga 10 November 2019, maka kita tim di lapangan tetap standby dan lakukan upaya pemadaman dengan maksimal,” ucap Komandan Satgas Darurat Karhutla Sumsel,sekaligus Komandan Korem 044/Gapo, Kol Arh Sonny Septiono.

Ia menjelaskan, berdasar informasi dari BMKG bahwa diprediksi cuaca ekstrim tanpa hujan akan terjadi pada tanggal 6 hingga 11 November 2019 mendatang. Untuk itu, pihaknya melakukan upaya strategis menghadapi hal itu, karena kemungkinan meski diprediksi hujan pada 10 November namun belum menyeluruh.

Lihat Juga  MUI Sumsel Setuju Imbauan Pejabat Tak Gunakan Salam Pembuka Semua Agama

Adapun upaya yang dilakukan yakni mengorganisir 1.512 personel yang saat ini masih terus disiagakan di daerah rawan karhutla. Ribuan personel ini diminta untuk terus optimal dalam upaya memadamkan karhutla yang terjadi.

Selain itu, Korem Gapo juga sudah mengirimkan kembali 100 personel TNI membantu pemadaman karhutla khusus di OKI yang diketahui sedang terjadi kebakaran lahan. Diakuinya, ini sebagai upaya untuk meminimalisir meluasnya area terbakar.

“Penyiagaan pasukan untuk pemadaman titik api ini akan terus dilakukan meski masa tanggap darurat berakhir,” jelas Sonny.

Ia menjelaskan, upaya pemadaman kebakaran lahan saat cuaca ekstrim terbilang tidak mudah. Selain kesulitan untuk menjangkau titik api yang berada jauh di pedalaman, petugas dilapangan juga kesulitan mencari sumber air untuk melakukan pemadaman.

“Kami TNI/Polri punya personel tapi peralatan pemadamnya tidak ada. Kami berharap pemerintah daerah dan pihak perusahaan perkebunan memperbanyak peralatan pemadam sehingga apabila terjadikebakaran kami bisa membantu,” kata Sonny.

Lihat Juga  Grab Kenalkan Inovasi Fitur Keamanan Baru

Ditambahkan Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori, masa status darurat karhutla sudah diperpanjang dari sebelumnya berakhir di akhir Oktober menjadi 10 November 2019.

“Insya Allah sesuai dengan prediksi BMKG, hujan akan turun banyak di Sumsel pada 10 November. Kita belum ada rencana perpanjangan masa status, berkemungkinan tetap akan ditutup (masa status darurat karhutla berakhir),” ujarnya.

Meski demikian, ia tidak menampik, hingga saat ini kebakaran lahan masih terjadi. Utamanya di OKI.

“Iya kebakaran lahan di OKI masih terjadi. Untuk itu, upaya pemadaman tetap dilakukan. Baik udara maupun darat. Helikopter water bombing tetap kita operasikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tim di lapangan akan tetap menjalankan tugasnya hingga status masa tanggap darurat berakhir. “Semua tim di lapangan masih standby. Memang ada yang ditarik, tapi itu pasukan tambahan. Kita sekarang fokus pemadaman karhutla di OKI,” tandasnya.

Reporter : Maulana

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close