NASIONALSYARIAH

Kemunculan Peci Mirip Topi Sinterklas Bikin Heboh

BritaBrita.com,PALEMBANG-Kemunculan Peci atau penutup kepala untuk umat Islam beribadah yang mirip topi Sinterklas, membuat heboh masyarakat baik di dunia maya dan nyata. Peci berwarna merah putih itu menjadi perbincangan banyak orang. Ada yang sependapat mirip tetapi ada juga ada yang tidak sependapat mengenai hal itu.

Firmansyah. S. Sos, Produser Rafa TV sekaligus alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menjelaskan bahwa peci tersebut identik dengan ciri khas suatu daerah atau negara.

“Menurut saya peci tersebut sesuai dengan gaya masyarakat yang ada di Mesir. Karena kan setiap tempat memiliki karakteristik yang berbeda mengenai bentuk penutup kepala/peci. Seperti di Indonesia identik memakai peci berwarna hitam, ” ujarnya baru-baru ini.

Firman menambahkan, isu peci merah putih yang mirip dengan topi sinterklas itu termasuk hiperbola.

“Tampaknya isu peci yang mirip dengan sinterklas termasuk hiperbola atau terlalu dibesar-besarkan, karena argumentasinya masih terkesan jauh dari ilmiah. Apakah sudah ada kajian yang berbicara komprehensif tentang peci yang berwarna merah putih atau topi sinterklas yang duluan ada, sehingga bisa menentukan siapa yang meniru” tutupnya.

Lihat Juga  Panasnya Luhut Vs Faisal Basri dan Said Didu Gara-gara Corona

Mengenai hal itu, Ustaz Drs Robinson Malian, MPd mengatakan bahwa tidak ada ketentuan hukum agama yang mengatur tentang penggunaan peci.

“Akan tetapi Allah berfirman dalam Alquran yang artinya “Wahai manusia, gunakanlah perhiasanmu ketika memasuki setiap masjid”.(Q.S Al-A’raf :31). Nah diantara perhiasan ini adalah pakaian yang rapi, menggunakan peci, sorban dan lainnya. Sehingga kita dianjurkan untuk menggunakan peci tetapi tidak wajib,” kata Ustaz Robinson saat diwawancarai di Masjid Al-Ikhlas Way Hitam Palembang.

Selanjutnya Ustaz Robinson juga mengatakan bahwa tidak ada syarat dan ketentuan untuk menjadi imam harus mengenakan peci.

“Jadi sah saja jika seorang itu memenuhi syarat untuk menjadi imam salat walaupun ia tidak mengenakan peci. Hanya saja terasa kurang lengkap dan sempurna dalam segi pakaian dan kurang etis saja. Sebab menggunakan peci ini dianggap sebagai bentuk adab dan menjadi identitas atau simbol seorang muslim,” ujarnya.

Lihat Juga  Astaga! Harimau di Kebun Binatang Positif Terinfeksi Virus Corona

Menurutnya, pendapat yang mengatakan peci merah putih menyerupai topi sinterklas itu tidak benar. Karena menurutnya peci adalah budaya berpakaian yang ada di setiap negara berbeda-beda.

“Seperti di Indonesia kan peci itu berwarna hitam, dan di Arab Saudi berwarna putih, dan untuk yang berwarna merah putih ini biasanya berasal dari Turki atau Mesir. Jadi tidak ada hubungannya antara peci merah putih ini dengan topi Sinterklas atau atribut orang Kristen atau Yahudi karena ini tidak meniru atau mencontoh budaya atau pakaian mereka.” Tambahnya.

Bahkan menurut Ustaz Robinson, peci yang berwarna warni dengan bentuk yang berbeda bisa menarik perhatian orang lain dan mengganggu konsentrasi.

“Dan orang yang menggunakanya akan terlihat seperti pamer atau riya karena punya peci yang bagus misalnya. Jadi sebaiknya gunakanlah peci yang biasa kita pakai seperti peci berwarna hitam dan putih,” ujarnya

(PKL Mei/Riki/Lusi/Erna)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close