NASIONALPALEMBANGSUMSEL

Pembunuhan dan Mutilasi Vera Oktaria Berencana? Ini Jawaban Kapendam II Sriwijaya

BritaBrita.com,Palembang – Pelaku pembunuhan disertai mutilasi oleh oknum TNI Prada Deri akhirnya ditangkap. Pihak Kodam II Sriwijaya pun terus melakukan penyelidikan terhadap anggotanya tersebut. Namun menyeruak bahwa pembunuhan atau mutilasi korban Vera Oktaria oleh pelaku dilakukan terencana?

Menyikapi hal itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II Sriwijaya, Kolonel Inf Djohan mengaku masih terus mengembangkan kasus tersebut. Pihaknya terus menggali kronologis pembunuhan korban.

Menurut Djohan, peristiwa mengenaskan itu bermula dari pertengkaran yang terjadi antara sepasang kekasih yang telah merajut kasih sejak SMA itu. Dan kejadian pembunuhan terjadi di Hotel Sahabat Mulia, Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumsel, pada Pukul 08.00.

Sebelum terjadi pembunuhan menurut pengakuan pelaku, mereka sempat melakukan hubungan seks dan korban sempat mengaku hamil walau belum ditemukan bukti.

“Dari kejadian itu prosesnya singkat, mungkin kalut dan tidak siap, sehingga Vera meninggal dunia,”jelasnya saat konferensi Pers di Markas Polisi Miller (Pomdam) II Sriwijaya, Jumat (14/6/2019).

Lihat Juga  Kerap Sogok Petugas Lapas, Setya Novanto Dipindahkan ke Gunung Sindur

Dari pertemuan mereka itu, jelas Kapendam,
Vera meminta kepada kekasihnya untuk menikahinya secara sah, tapi lantaran tidak siap dan pelaku Deri masih terikat dinas TNI terjadilah percekcokan sehingga Deri membekab korban sampai tewas.

Setelah kejadian tersebut, menurut Djohan, Deri sempat panik dan berupaya menghilangkan jejak dengan melakukan mutilasi menggunakan gergaji dan membeli sebuah koper untuk memasukan mayat korban.

Tapi karena terlalu panik korban tidak sempat melakukan hal tersebut, sehingga mayat, koper dan kendaraa sepeda motor milik korban ditinggalkan begitu saja.

Pada jam 8 malam setelah kejadian itu, Deri melarikan diri dengan menaiki sebuah bus menuju ke daerah Lampung. Saat itu mungkin karena sadar akan kesalahan yang telah dilakukannya, Deri sempat berkomunikasi dan mengutarakan isi hatinya dengan penumpang di sebelah tempat duduknya untuk belajar agama.

Dari penumpang yang tidak mengetahui jika Deri pelaku pembunuhan dan mutilasi, akhirnya Deri diarahkan untuk menimba ilmu ke Padepokan Monghiam Habuya.
Pimpinan Padepokan H Sar’i yang juga tidak tahu bahwa Deri adalah tersangka dan tengah buron menerimanya dengan baik.

Lihat Juga  Atta Halilintar 'Ditangkap' Polisi, Ibunda Sampai Menangis

“10 Mei Deri tiba di Padepokan dan sampai kemarin pada tanggal 13 Juni. Pada saat ditangkap tidak ada perlawanan, pada pukul sekitar pukul 04.00 kita sebrang kan dr Banten ke Palembang,”jelas Djohan.

Sementara itu, Prada Deri yang saat ditanya tentang kasus pembunuhan yang dilakukannya hanya bisa menunduk malu dan tanpa sepatah kata pun.Terlihat dari raut mukanya bahwa ia sangat menyesali perbuatan yang dilakukannya.

Seperti diketahui proses penangkapan Prada Deri berkat kerjasama antara Detasemen Intel (Denintel) dan Kodam II Sriwijaya serta melakukan komunikasi dengan keluarga tersangka.Tersangka Deri Pramana diketahui berada ditempat persembunyiannya di Padepokan Monghiam pimpinan H Sar’i di Kabupaten Serang Banten.

“Dengan menyebar intel, dan melakukan komunikasi dengan bibinya, yang bersangkutan tanggal 13 Juni 2019 akhirnya tertangkap,” ujarnya.

Reporter : Deni Wahyudi

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close