NASIONALPALEMBANGSUMSEL

Sadis, Calon Pedeta Melindawati Dicekik dan Dicabuli Hingga Tewas

BritaBrita.com,Palembang – Unit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan menggelar rekonstruksi pembunuhan calon Pendeta Melindawati Zidomi yang jenazahnya ditemukan diareal perkebunan PT PSM Sungai Baung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada 26 Maret 2019 lalu.

“Kami melakukan Rekontruksi ini di halaman Lapangan Tembak Mapolda Sumsel dengan dihadirkan dua tersangka Nang dan Hendri,” kata Kanit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Marjuned di Palembang, Selasa (21/5/2019).

Ia menjelaskan rekonstruksi ini juga dilakukan untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke penuntut umum.

Dalam rekonstruksi ini sebanyak 17 adegan yang diperagakan kedua tersangka yang sesuai dengan BAP yang dituangkan kedua tersangka saat pemeriksaan.

Kanit menambahkan dari jalan nya rekonstruksi, korban meninggal dunia karena cekikan dan bekapan yang dilakukan oleh tersangka.

“Selain itu kedua tersangka kami jerat dengan pasal 365, 338 dan
340 yang ancaman hukuman mati atau seumur hidup,” jelasnya.

Sementara itu kedua pelaku saat selesai rekonstruksi mengaku bahwa merencanakan aksi pembunuhan terhadap korban yang di latar belakangi dendam dengan korban.

Lihat Juga  Kerap Sogok Petugas Lapas, Setya Novanto Dipindahkan ke Gunung Sindur

Ia menjelaskan pada saat puncak nya hari Senin 25 Maret 2019 kedua tersangka melakukan aksi pembunuhan terhadap korban, lalu kedua tersangka mendatangi TKP dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion, kemudian kedua tersangka merintangi jalan yang akan dilalui kedua korban Yustina Waruwu dan Melindawati Zidomi dengan batang kayu.

Agar tidak diketahui korban, kedua tersangka bersembunyi dipepohonan dengan menutupi wajah mereka menggunakan topeng sambil menunggu korban melintas.

Tak lama kemudian korban melintas tersangka Nang menghentikan motor yang kendarai Melindawati Zidemi sambil mengacungkan pisau, sedangkan tersangka Hendri menyeret korban Yustina Waruwu yang duduk dibonceng masuk kedalam hutan.

Kedua tersangka lalu menyeret kedua korban masuk kedalam hutan, tersangka Hendri lalu mengikat korban Yustina Waruwu sampai korban Yustina pingsan. Setelah mengikat Yustina, Hendri lalu membantu tersangka Nang mengikat tangan dan kaki Melindawati.
Lalu tersangka Hendri meloroti celana korban Melindawati.

Setelah korban telanjang tersangka Nang menduduki selangkangan korban lalu mengobok obok kemaluan korban dengan jarinya, agar korban tidak berteriak tersangka Hendri membekap mulut dan mencekik leher korban dengan tangan nya sambil melintir puting payudara korban.

Lihat Juga  Melarikan Diri, Oknum TNI Prada Deri Terduga Pemutilasi Kekasihnya Ditangkap di Banten

Setelah puas tersangka Nang memasukkan jari nya ke kemaluan korban. Tersangka Hendri bergantian memasukkan jarinya kekemaluan korban.

Setelah puas mengobok – obok kemaluan korban, korban yang sudah tidak bernyawa lalu diseret masuk kedalam hutan dan dibuang.

Begitu juga korban Yustina Waruwu yang dikira tersangka sudah mati turut dibuang ke dalam hutan. Setelah menghabisi nyawa korban kedua tersangka mengambil tas milik korban yang berisi handphone lalu kabur dengan sepeda motornya.

Keesokan harinya Selasa 26 Maret jenazah korban ditemukan warga sedangkan korban Yustina Waruwu ditemukan dalam kondisi pingsan.

Ditemui usai rekonstruksi tersangka Nang maupun Hendri mengakui segala perbuatan keji yang mereka lakukan bahkan keduanya menyesali perbuatan yang mereka lakukan.

“Kepada keluarga korban saya meminta maaf yang sebesar besarnya dan saya juga siap dengan hukuman apa pun yang akan diberikan kepada saya,” ungkap kedua tersangka.

Reporter : Deni

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close