NASIONAL

Tolak Pasang Tapping Box, Izin Usaha Restoran dan Rumah Makan Dicabut

BritaBrita.com,Palembang-Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus mencari cara memenuhi target pajak Rp1,3 Triliun. Salah satunya pemasangan alat tapping box untuk pajak online (e-tax) di restoran maupun rumah makan.

Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Palembang, Sulaiman Amin menargetkan 1000 tapping box bisa terpasang. Bagi wajib pajak yakni pemilik rumah makan dan restoran yang enggan memasang maka akan langsung dikenakan Surat Peringatan (SP) hingga pencabutan izin usaha.

“Mulai besok, Senin (8/7/2019), jika kasir di rumah makan tidak menggunakan alat ini dalam proses transaksi pembayaran, maka akan langsung dikenakan SP pertama,” ungkapnya.

BPPD ujarnya tidak segan-segan untuk mencabut izin dan sudah menyiapkan alat segel untuk menyegel tempat yang tidak menggunakan e-Tax ini.

Lihat Juga  Palembang Ajukan Kuota Penerimaan CPNS 916 Orang

“Alat sudah kita pasang dan kita onlinekan kalau masih ada rumah makan tak menggunakan alat ini SP 1 langsung kita berikan,” kata usai melakukan pemantauan pemasangan e-Tax di Rumah Makan Pindang Simpang Bandara Palembang, Minggu (7/7/2019).

Menurutnya, jika ada kasir yang belum paham dengan alat tersebut, operator akan langsung membantu menjelaskan kendala yang ada. Selain itu, BPPD juga resmi memasang stiker bagi rumah makan dan restoran yang melayani makanan dibungkus atau take away juga dikenakan pajak.

Sulaiman mengatakan, selama satu pekan UPTD BPPD akan stand by di rumah makan dan restoran yang sudah dipasang e-Tax. Pegawai tersebut memantau mengawasi penggunaan alat e-Tax tersebut.

Lihat Juga  Mahasiswa Universitas Taman Siswa Tewas Diduga Dianiaya saat Diksar Menwa

Sulaiman menegaskan, pemasangan e-Tax ini untuk meminalisir kecurangan pada sektor pendapatan. Sebab, dengan pajak online ini setiap hari pihaknya bisa melakukan pemantauan. Sehingga wajib pajak tak bisa lagi memberikan data yang tidak kongkrit. Sebab melalui alat tersebut seluruh transaksi bakal terpantau.

“Pendapatan mereka setiap hari kita tahu data kongkritnya jadi nominal pajak yang kita terima valid,” jelasnya.

Selain rumah makan, kedepan pihaknya akan juga menyasar tempat tempat yang menyediakan penjualan pempek. Menurut Sulaiman, untuk pembelian pempek yang dipaket atau dibungkus akan dikenakan pajak.

Sebab pajak dari sektor pempek sangat besar. Hanya saja selama ini belum digarap secara maksimal.

Reporter : Pitria

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close