KALAMPALEMBANGSYARIAH

Pahami Maknanya, Ajarkan Anak Berdoa Pakai Bahasa Arab Usai Salat

BritaBrita.com,Palembang – “Ala Bisa Karena Terbiasa” yang artinya sesuatu yang pada awalnya dirasakan sulit bila sudah biasa dikerjakan akan menjadi mudah. Hal tersebut dapat diterapkan pada anak dalam hal mengajari sesuatu hal baik misalnya berdoa atau memohon kepada Allah dengan mengucapkan menggunakan bahasa arab dan tidak terburu-buru atau tergesa-gesa saat usai sholat.

Disamping itu, manusia akan semangat mengerjakan sesuatu jika mendapatkan benefit atau keuntungan untuk dirinya. Dalam hal ini, melihat banyak dari anak muda zaman sekarang yang tidak melakukan hal seperti berdoa usai shalat dikarenakan mereka tidak mengetahui benefit yang didapat, namun jika dia tau maka pasti akan dilakukannya.

Bahasa Arab sama pentingnya dengan bahasa asing lain seperti Inggris serta Mandarin. Dengan mahir berbahasa Arab, anak-anak tentu akan lebih mudah meraih cita-citanya kelak.

Bahasa Arab juga menjadi bahasa keenam yang paling banyak digunakan di dunia, hampir 420 juta orang menuturkan bahasa ini. Mempelajari bahasa Arab akan memudahkan anak-anak untuk mengerti Alquran. Terlebih lagi jika si kecil sudah bisa menghafal Alquran ketika nanti memasuki perguruan tinggi pun bisa mendapatkan kemudahan.

Mempelajari bahasa Arab memang gampang-gampang susah. Butuh kesabaran dan usaha yang tekun agar bisa membaca maupun melafalkan satu demi satu huruf maupun kalimat yang tersusun menjadi doa. Tentunya bagi beberapa orang yang tidak bisa berbahasa Arab, akan menggunakan alternatif lain yakni dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang dapat lebih mudah untuk dimengerti. Lantas bagaimanakah hukumnya?

Lihat Juga  STIMIK MDP Gandeng BCA Bantu UMKM Terapkan Promosi Digital Marketing

Tak hanya itu, bagi kita yang beragama muslim tentunya bahasa Arab sangat diperlukan. Salah satunya adalah untuk melancarkan pelaksanaan ibadah salat, berhaji dan juga ibadah lainnya.

Kecenderungan anak anak zaman sekarang dalam beribadah itu berbeda dengan orang-orang zaman dahulu. Dimana, pada zaman dahulu, orang-orang jika beribadah terlihat polos dalam arti nurut perkataan guru, ustaz dan Ulamanya. Namun, dizaman sekarang beribadah itu lebih berwarna.

“seperti salat saja, dahulu anak-anak ketika usai salat tidak berani beranjak dari tempat sholat sebelum imamnya selesai doa. Pada zaman sekarang, kita bersyukur masih banyak anak-anak yang pergi sholat berjamaah dimasjid, tetapi mereka tidak perhatian seperti hal doa seusai salat, mereka berfikir hanya kerjakan wajibnya shalat saja,”kata Ustaz Ahmad Syafery.

Melihat di zaman terdahulu, posisi ustaz dan ulama sangat sentral dan menjadi panutan banyak kalangan. Hal tersebut dikarenakan SDM ustaz atau ulama hanyalah sedikit.

Berbeda di zaman sekarang, orang berguru dengan banyak ustaz serta dibantu dengan kecanggihan teknologi seperti media sosial instagram, youtube dan lainnya. Dengan begitu, orang mendapatkan referensi ilmu agama dari banyak cara, Sehingga setiap orang merasa banyak guru dan panutan.

Sebagai contoh setelah salat, kita diperintahkan oleh Rasulullah untuk membaca ‘Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar’ masing-masing dibaca sebanyak 33x.

Lihat Juga  Tim Berjuluk Laskar Bayi Ajaib Bidik Juara di Proliga 2020

“Banyak sebab pemuda tidak melakukan hal tersebut, bisa jadi tidak banyak membaca, jarang ta’lim. Nabi mengatakan bahwasanya siapa yang bertasbih disetiap akhir shalatnya 33x lalu bertahmid dengan bilangan yang sama yaitu 33x maka kalian dapati bilangannya 99x lalu kamu sempurnakan bilangannya menjadi 100x dengan satu kalimat tahlil yang berbunyi lailahailallah wahdahula syarikallah lahulmulku walahul hamduh wa’ala syai’khodir,”katanya.

Apa yang kita dapatkan jika mengamalkan surah surah? Nabi shallallahu’alamuhammad mengatakan Allah akan hapuskan dosa orang tersebut. Di penghujung hadist ini, Nabi SAW seakan-akan hendak memberikan motivasi yang kuat dan besar agar kita tidak meninggalkan amalan tersebut. Beliau mengatakan yang walaupun di misalkan di umpamakan dosa orang tersebut, semisal buih dilautan maka Allah akan hapuskan.

Dari Abu Umamah yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: “Barang siapa yang membaca ayat Kursi sehabis setiap salat fardu, maka tiada penghalang baginya untuk memasuki surga kecuali hanya mati”.

“Jika hal tersebut diketahui anak muda, tentunya pasti akan diamalkan oleh mereka. Oleh sebab itu pentingnya mempelajari ilmu agama baik dari guru ataupun orangtua,”katanya.

Akan tetapi, dalam menuntut ilmu agama di zaman teknologi semakin canggih ini, perlunya perhatian bahwasanya jangan mendengarkan tausiyah terpotong-potong sehingga tidak dapat menyimpulkan sembarangan.

Reporter :Tri Jumartini

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close