PALEMBANGSUMSEL

Adik Pemilik Bakso Granat Mas Aziz Intimidasi Wartawan. Ini Sebabnya

BritaBrita.com,Palembang–Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) memberikan surat peringatan 3 (SP3) kepada owner Bakso Granat Mas Aziz di Pakjo Ujung Palembang. Pasalnya, alat e-tax yang dipasang di warung bakso tersebut dirusak dengan sengaja.

Kedatangan petugas dan wartawan di bakso tersebut, Kamis (5/9/2019) justru diwarnai intimidasi yang dilakukan adik pemilik Bakso Granat khususnya kepada awak media saat sedang melakukan wawancara dengan Aziz Owner Bakso Mas Aziz.

Namun adik dari owner bakso yang tidak diketahui namanya itu menyela pembicaraan dan mengusir para awak media. Namun para awak media tidak menghiraukan.

Merasa terusik, adik pemilik bakso granat tersebut marah dan mengusir awak media dengan melemparkam botol kosong tepat di dekat para awak media. “Keluarlah,” teriak pria berusia sekitar 20 tahunan itu.

Insiden itu menyebabkan keributan dan para awak media akhirnya mundur agar tidak terjadi hal berbahaya.

Lihat Juga  Rumah Zakat Action Edukasi Siswa SMPN 12 Palembang Soal Kabut Asap

Setelah dilakukan pendekatan secara persuasif oleh Sekretaris BPPD Kota Palembang, akhirnya Aziz owner dari Bakso Granat Mas Aziz ini bersedia e-Tax dipasang lagi.

Owner Bakso Granat, Aziz mengatakan, keributan dan perusakan alat e-Tax tersebut terjadi lantaran miss komunikasi antara sang adik dengan petugas BPPD.

“Adik saya marah karena petugas yang kembali lagi ke sini mengecek alat yang rusak bersitegang dengan ibu saya. Ini hanya karena emosi,” katanya.

“Kita bersedia dengan terpaksa alat kembali dipasang, kita akan pungut 10 persen ke pelanggan, kita lihat 3 bulan kedepan. Mudah-mudahan omset tidak turun,” katanya.

Seperti diketahui, BPPD Palembang memberikan SP3 lantaran, Selasa (4/9/2019) alat E-Tax yang dipasang pada pukul 13.00 WIB offline. Karena pada pukul 14.40 WIB alat e-Tax di bakso tersebut dimatikan. Petugas mendatangi tempat usaha tersebut ternyata kabel alat sudah dipotong dan dirusak oleh adik pemilik Bakso Aziz ini.

Lihat Juga  Walhi Kritik Pembagian Masker Kabut Asap Oleh Pemerintah

Sehingga, Rabu (5/9/2019), sekitar pukul 11.00 petugas Satpol PP Kota Palembang, BPPD Kota Palembang dan awak media mendatangi Bakso Granat Mas Aziz di Pakjo ujung.

Menyikapi hal itu, Sekretaris BPPD Kota Palembang Ikhsan Tosni mengatakan, perusakan barang tersebut bukan menjadi kuasa dirinya lagi melainkan sudah masuk ke ranah hukum.

“Dia sudah melakukan perusakan alat e tax, dan itukan alat negara jadi dia harus berurusan dengan pihak kepolisian,” ujarnya.

Dia mengatakan kendati sedang berurusan dengan hukum, pemasangan alat e-Tax harus tetap dilakukan. Terutama berdasarkan observasi oleh pihaknya, omset bakso tersebut Rp8 juta perhari.

“Kami sudah menyuruh pihak dari bakso granat bang Aziz datang ke kantor hari ini, dan kami akan tetap memasang alat e-Tax walaupun proses hukum atas perusakan alat e-Tax tersebut berjalan,” ujarnya.

Reporter : Kamayel Ar-Razi

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close