PALEMBANGSUMSEL

Destinasi Wisata Kampung Arab Al-Munawwar Palembang Kurang Perhatian

BritaBrita.com,Palembang-Kampung Al-Munawwar atau yang biasa disebut kampung Arab merupakan kampung tertua di kota Palembang. Ia terletak di jalan Munawar, Lorong Al Haddad No.13 Seberang Ulu II, Palembang, Sumatera Selatan. Konon, kampung Al-Munawwar ini tidak terlepas dari peran pemerintahan Belanda dengan melakukan pendekatan menunjuk seorang kapten bernama Ahmad Almunawar dari Etnis Arab sekitar tahun 1825 silam.

Namun, saat ini kampung Al-Munawwar dari tahun-ketahun mengalami penurunan jumlah pengunjung, seperti yang dikatakan Fadila, Tour guide atau pemandu wisata. Ia mengatakan, para wisatawan yang datang hanya untuk foto-foto saja.

“Hanya menikmati nuansa rumah zaman dulu yang bercorak Arab dan memberikan keunikan tersendiri di dalamnya. Dan bukan untuk mengetahui sejarah dari tempat ini,”ujarnya, Sabtu, (25/1/2020).

Lihat Juga  Faktor Kemiskinan dan Kurang Gizi Picu 4.641 Orang Derita Stunting

Dia juga menambahkan, kendala dari menurunnya minat pengunjung yaitu kurangnya fasilitas yang memberikan ciri khas arab serta kondisi fisik yang kurang memadai.

“Disini bangunan ataupun fasilitas yang berciri khas Arab masih kurang, serta kondisi fisik seperti tempat duduk yang perlu diperbaiki dan tanaman hias yang masih perlu ditambah, “tukasnya lagi

Sementara itu, Warga Kampung Al-Munawwar, Yani mengatakan, pengunjung dari tahun-ketahun sepi.

“Pada awal diresmikan kampung ini sekitar tiga tahun yang lalu, pengunjung sangat ramai berdatangan tapi setelah berganti tahun sudah mulai menurun, terkadang sehari hanya satu pengunjung saja, “ujarnya

Dia mengatakan, sebagai warga disana terkadang merasa terganggu dengan pengunjung.

“Saya sendiri kadang terganggu dengan suara berisik pengunjung, apalagi saat ini saya mempunyai anak kecil dan mereka bahkan tidak melihat kondisi serta situasi tempat tersebut,”ujarnya

Lihat Juga  Restorasi Sungai Sekanak Dilanjutkan hingga Transmart

Yani juga menambahkan, sampai saat ini belum ada kegiatan ataupun acara yang membantu meramaikan tempat wisata tersebut.

“Dulu ada acara festival kopi yang mampu menarik para wisatawan datang kemari, setelah itu tidak ada lagi kegiatan yang semacam itu,” ujarnya. (PKL Erna)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close