PALEMBANGSUMSELSYARIAH

Disebut Harus Memiliki Dua Buah Zakar, Ini Syarat lain Hewan Kurban

BritaBrita.com,Palembang-Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PHDI) Sumatera Selatan (Sumsel), drh Japrizal mengatakan mendekati hari raya kurban ini perlu dicek kesehatan hewan kurban. Selain juga hewan kurban yang dijual dan dipotong harus memenuhi persyaratan sesuai syariat Islam, administrasi dan teknis.

“Hewan kurban yang layak untuk dikurbankan yakni hewan tersebut haruslah sehat. Secara fisik tidak cacat, seperti buta, pincang, patah tanduk, putus ekornya atau mengalami kerusakan daun telinga. Tidak kurus, berjenis kelamin jantan dan tidak dikebiri,” ungkap Japrizal,Selasa (9/7/2019).

Tak hanya itu, kelayakan lainnya yakni harus memiliki buah zakar dua. Baik Kambing maupun Sapi harus memiliki buah zakar lengkap dua buah.

“Jika hanya satu tidak boleh untuk dikurbankan dengan bentuk dan letak yang simetris,” ujarnya.

Lebih lanjut jelasnya, hewan kurban juga harus cukup usia yakni kambing atau domba di atas satu tahun atau ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap. Sedangkan sapi atau kerbau di atas dua tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap. Begitu juga unta di atas lima tahun.

Lihat Juga  Herman Deru Turunkan Tim Khusus Investigasi Kasus Korban MOS

Pemotong hewan pun juga harus dilakukan dengan keadaan hewan tersebut baik jangan sampai membuatnya stres karena bisa mempengaruhi kualitas dagingnya.

“Kebanyakan saat kurban, sapi itu dipotong dengan keadaan stres seperti mengamuk sehingga mempengaruhi dagingnya jadi keras. Karena itu saat melakukan pemotongan harus keadaan hewan kurban itu rileks,” katanya.

Selain itu juga, tempat pemotongan hewan kurban harus memenuhi persyaratan administrasi dan teknis. Persyaratan administrasi paling sedikit meliputi surat izin dari Pemerintah Kota Palembang setempat melalui dinas tekait.

“Tempat pemotongan hewan tidak berada pada lokasi yang rawan banjir, tidak mengganggu ketertiban umum, memiliki fasilitas pemotongan hewan kurban,” jelasnya.

Selain itu juga memiliki lahan dengan luas yang memadai sesuai jumlah hewan yang akan dipotong dan mempunyai akses air bersih yang cukup untuk kegiatan pemotongan hewan dan kegiatan pembersihan dan desinfeksi.

Lihat Juga  Pemprov Sumsel Sosialisasi Program Bantuan Rumah Berbasis Komunitas

Sementara itu,Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Sayuti mengatakan, didalam Perda No 2 Tahun 2019 dan Perwali No 56 Tahun 2018 sudah diatur tata cara penjualan, hewan kurban, tempat penjualan, tata cara pemotongan dan pembagian hewan kuban.

Maka, untuk menjamin hewan kurban Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH), akan ada Tim Pemeriksa Hewan Kurban Kota Palembang secara resmi akan dilepas oleh Walikota Palembang pada tanggal 18 Juli 2019.

“Kita juga sekaligus akan memeriksa kesehatan hewan kurban bekerjasama dengan persatuan dokter hewan untuk memeriksa hewan-hewan yang dijual oleh para pedagang ini,” katanya.

Reporter : Pitria

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close