PALEMBANGSUMSEL

Gubernur Sumsel Minta Pemkot Palembang Beri Dispensasi Bahkan Insentif bagi UMKM, bukan Dikenakan Pajak

BritaBrita.com,Palembang-Gubernur Sumsel , H Herman Deru (HD) beda pendapat terkait pengenaan pajak bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Baginya, khusus UMKM seharusnya diberikan dispensasi bahkan insentif.

Hal itu diungkapkan HD usai membuka rapat koordinasi FKUB kabupaten/kota se-Sumsel di ruang Rapat Bina Praja, Kamis (11/7/2019).

HD mengatakan, dirinya masih terus mempelajari persoalan tersebut, pasalnya tak sedikit masyarakat yang mengeluhkan baik melalui media massa ataupun media sosial.

“Pada dasarnya saya mendukung kebijakan pemerintah Kota Palembang tersebut, terlebih tujuannya adalah untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” katanya.

Untuk itu dirinya meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk mau memberikan dispensasi bagi pelaku UMKM terutama bagi mereka yang miliki usaha kecil. “Entah berapa jumlah hitungannya tapi kalau bisa ada dispensasi bahkan bila perlu ada insentif bagi mereka (UMKM),” ujar HD.

Lihat Juga  Palembang Ajukan Kuota Penerimaan CPNS 916 Orang

Sementara itu, Humas Asosiasi Pengusaha Pempek, Jimmy mengatakan, sosialisasi yang diberikan Pemerintah terkait penerapan kebijakan ini masih kurang, terlebih bagi mereka pedagang kecil yang mungkin baru merambah usaha ini.

“Dibilang terlalu mendadak tidak juga memang sejak dulu sudah ada pajak 10 persen restoran ini, dipelaksanaannya belum begitu efektif karena kebijakan 10 persen baru berlaku pada pelaku usaha pempek yang sudah besar dengan transaksi jual belinya menggunakan komputerisasi atau mesin kasir,” katanya.

Namun hal ini belum berlaku bagi pedagang kecil atau rumahan yang notabene minim sosialisasi sehingga jika dikenakan pajak cukup memberatkan.

“Sebaiknya pemerintah memberikan sosialisasi dulu pada mereka, apakah dilakukan pertemuan atau memasang banner. Sehingga, baik pembeli ataupun pihaknya sebagai penjual bisa tahu, bahwa ada kenaikan harga bukan dibuat-buat oleh pedagang tapi karena memang ada pengenaan pajak ini sehingga perlu menyesuaikan harga baru agar tidak rugi,” ujar Jimmy.

Lihat Juga  Lima Tahun Transformasi, UIN Raden Fatah Terus Berbenah

Jimmy mencontohkan pengusaha pempek rumahan, Ia pun terpaksa harus merubah harga jual menjadi Rp 1.700 dari sebelumnya Rp 1.500 perbiji.

“Kalau pelaku usaha yang outletnya sudah besar kemungkinan tidak ada lagi kenaikan, sebab dengan harga jual sekitar Rp 3 ribu perbiji sudah termasuk pajak. Lah, kalau kami naik pasti konsumen tanya dong. Makanya harga naik harus juga diimbangi dengan ukuran pempek biar konsumen masih mau beli,” pungkasnya.

Reporter : Maulana

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close