PALEMBANGSUMSEL

Masih Terima PKH, 10 Persen Warga Kota Palembang Kategori Tak Mampu

BritaBrita.com,Palembang-Penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Palembang masih tetap sama dengan tahun sebelumnya ada 52.225 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Hal ini menunjukkan jumlah masyarakat tidak mampu cukup banyak.

Kepala Dinas Sosial, Heri Aprian mengatakan, masyarakat miskin masih cukup banyak. Dimana saat ini terdata masyarakat miskin 10,9 persen dari jumlah penduduk Palembang sekitar 1,7 juta. Dinsos meyakini Januari 2020 mendatang sudah ada data terbaru jumlah masyarakat miskin Palembang.

Heri Aprian

Bantuan PKH saat ini ditentukan sesuai dengan komponen yang ada dalam keluarga. Komponennya itu bantuan pendidikan SD Rp900 ribu pertahun, SMP Rp1,5 juta pertahun dan SMA Rp2 juta pertahun. Selanjutnya ibu hamil dan anak usia dini R2,4 juta dan penyandang disabilitas Rp2,4 juta pertahun.

Lihat Juga  Usung Misi Lestarikan Budaya Melayu, Mabmi Sumsel Resmi Dilantik

“Pemberian bantuan ini di dalam satu KPM itu maksimal memiliki empat komponen. Misalnya, anak sekolah SMA, SMP, SD dan disabilitas. Sehingga setahun KPM ini bisa lebih dari Rp4 juta. Tapi jika komponennya sedikit penerimaannya juga sedikit,” katanya Kamis (15/8/2019).

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Azhari Romli mengatakan, selama ini pemerintah menggunakan Basis Data Terpadu (BDT) hasil sensus BPS tersebut. Dengan demikian penerima PKH tidak ada perubahan karena pusat menentukan berdasarkan hasil sensus BPS empat tahun lalu tersebut. Hal ini membuat kesan masyarakat miskin Palembang tidak berubah dan penerima PKH tidak tepat sasaran.

“Data itu sejak¬†2015, selama ini kita tidak bisa keluar dari data itu, karena itu Pemkot Palembang mendata sendiri. Kita sudah punya 800 petugas yang terjun mendata¬†masyarakat miskin,” katanya.

Lihat Juga  Ujicoba Pengaliran Gas Kota Bantuan Kementerian ESDM Ditarget 26 Desember

Ia mengatakan, dengan adanya pendataan ulang penduduk miskin, dipastikan jumlahnya akan lebih sedikit dari yang sekarang di angka 10,9 persen. Selain itu pihaknya menempelkan stiker di rumah masyarakat stiker Penduduk Miskin Palembang. “Nantinya setelah validasi bisa saja satu digit,” ujarnya.

Sekarang lantaran ada perubahan komplementer jadi setiap keluarga menerima sesuai komponennya. Perubahan komplementer ini yang sebelumnya di 2017 setiap KPM mendapatkan nilai yang sama atau flat Rp1,89 juta pertahun.

“Dengan jumlah BDT yang tidak berubah, maka kita sensus ulang,” tegasnya.

Reporter : Kamayel Ar-Razi

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close