PALEMBANGSUMSEL

Ngambang Hampir Setahun Belum Diproses, Parman Pertanyakan Kasus Penipuan dan Penggelapan ke Polresta Palembang

BritaBrita.com,Palembang – Parman (41) yang mengaku menjadi korban penipuan dan penggelapan dengan kerugian Rp1,12 miliar mengeluhkan kinerja polisi karena dinilai alot mentindaklanjuti kasusnya yang berjalan hampir satu tahun namun belum diproses oleh Harta dan Benda (Harda) Polresta Palembang.

Tim kuasa hukum Andika SH Andian Tama SH dan Rido mengatakan kasus dugaan penipuan dengan laporan polisi nomor LPB/197/1/2009/SPKT berjalan tumpang tindih alias tidak berimbang. Hal itu dikarenakan terlapor bernama Suryawati (45) warga komplek perum Top Jakabaring disebut adalah istri dari polisi. Hal tersebut diduga membuat tim penyidik tidak menjalankan tugasnya sebagai pengayom masyarakat secara adil.

“Sampai sekarang tidak ada tindak lanjut apa karena dia seorang istri polisi. Bagaimana proses hukum di Indonesia berjalan secara adil kah?,”kata Andika

Lihat Juga  41 Puskesmas di Palembang Bakal Terima 287 APD

Diceritakan Andika pada tanggal 10 Februari 2016, Ia mendatangi kantor terlapor juga merupakan notaris di Jalan Parameswara kliennya awalnya membeli tanah kepada terlapor seharga Rp 950 juta. Tapi tidak langsung mendapatkan surat surat lantaran klienya percaya. Setelah ditunggu lama namun bukan surat yang didapat terlapor kembali disebutnya menipu dengan meminta uang sebesar Rp 62 juta hingga total kerugian korban mencapai Rp1,12 miliar.

Tanah yang dijanjian itu berada di Kelurahan 15 Ulu Kecamatan SU 2 dengan luas kurang lebih delapan ratus meter persegi (800 M2) berdasarkan SHM No243 dan No244.

“Klien kami warga Indonesia yang memilik hak perlindungan hukum. Apa karena pelaku seorang notaris dan suaminya polisi jadi bisa terbebas dari hukum,”keluhnya.

Lihat Juga  Rumahkan Atlet, KONI Palembang Hentikan Semua Program Latihan dan Kejuaraan

Ditemui terpisah, korban Parman mengatakan, dia sebenarnya tidak mau memperpanjang masalah, apabila terlapor mengembalikan uangnya. Tapi setelah dia mengalami kerugian bahkan dia merasakan tidak mendapatkan keadilan karena kasusnya sampai sekarang berjalan di tempat.

“Orang maling saja langsung diproses tapi ini uang saya jumlah besar untuk usaha. Kalau dikembalikan saya juga mau berdamai kok. Tapi melihat kondisi ini saya merasa hukum tidak berjalan adil,”ucapnya dengan mimik muka sedih

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara membenarkan memang ada laporan tersebut.

Dia berencana akan memantaunya dulu ke Unit Reskrim Harda. “Saya tindak lanjutin dulu ya, “jelasnya singkat.

Reporter : Deni Wahyudi

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close