PALEMBANGSUMSEL

Pembunuh Sopir Taksi Online di Gandus Dapat Bogem Mentah Berkali-Kali dari Keluarga Korban

BritaBrita.com,Palembang – Keluarga korban perampokan disertai pembunuhan terhadap sopir taksi online di Gandus mengamuk saat melihat dua tersangka yang akan dirilis di Mapolrestabes Palembang, Selasa (4/2/2020).

Kronologis kejadian berawal dari dua orang tersangka Sulaiman dan Abib Samudra yang digiring pertugas ke halaman Mapolrestabes Palembang, saat melewati lobi keluarga korban, kedua tersangka yang dalam kawalan polisi langsung diserbu keluarga korban yang sangat marah.

Hingga beberapa bogem mentah mendarat di wajah kedua wajah tersangka, Polisi pun berusaha melerai keributan tersebut hingga situasi kembali kondusif. Dengan pengawalan ketat Polisi merekonstruksi kasus perampokan dan pembunuhan sopir taksi online Ruslan Sani di Gandus pada 28 Desember tahun lalu.

Lihat Juga  ODP di Wisma Atlet Jakabaring Ditempatkan di Kamar Setara Hotel Bintang Tiga

Sedangkan Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Nuryono melalui Kanit Pidum Iptu Ginting menjelaskan ada 33 adegan pembunuhan mulai dari kedua tersangka memesan taksol hingga membuang mayat korban.

Dalam rekonstruksi tersebut, kedua tersangka terbukti menghabisi nyawa korban dengan cara menusukkan pisau dan menghujamkan pukulan menggunakan gagang softgun ke tubuh korban.

“Rekonstruksi ini untuk semakin memperjelas dan melengkapi berkas ke pengadilan. Kedua tersangka terbukti membunuh korban karena motif perampokan,” jelas Ginting setelah rekonstruksi, Selasa (4/2/2020).

Kedua tersangka pun dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman pidana penjara 20 tahun.

Mengenai kericuhan yang sempat terjadi sebelum rekonstruksi, Ginting mengimbau agar keluarga korban mempercayakan kasus ini pada aparat penegak hukum.

Lihat Juga  16 Positif Corona, Tambahan 4 Orang : 1 Lubuk Linggau, 1 Palembang dan 2 OKU

“Yakinlah keadilan pasti ditegakkan dan kedua tersangka pasti dihukum setimpal, sesuai perbuatannya,” tegas Ginting.

Di sela rekonstruksi, tersangka Sulaiman sempat berujar jika ia nekat menghabisi nyawa korban karena korban melawan saat kedua tersangka melancarkan aksinya.

“Korban melawan sehingga kami berdua menghabisinya” katanya.

Reporter : Deni Wahyudi

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close