PALEMBANGSUMSELSYARIAH

Pengalaman Umroh di Kalangan Milenial, Mulai Keinginan Beribadah hingga Ikutan Tren

BritaBrita.com,PALEMBANG-Ibadah Umroh ke Tanah Suci Makkah ternyata bukan saja digemari orang dewasa, tetapi juga banyak digandrungi kaum muda, para remaja dan kaum milenial. Tak sedikit dari mereka mengaku ingin beribadah namun banyak juga hanya mengikuti tren atau sekaligus mengisi liburan bersama keluarga.

Saat ini tren umroh di tempat kelahiran Baginda Rasulullah SAW itu punya magnet tersendiri bagi kaum muda. Tempat dimana anak muda larut dalam syahdunya thawaf mengelilingi Ka’bah, berlari kecil pada saat sa’i serta bersimpuh di Raudhah Masjid Nabawi yang menjadi dambaan bagi umat manusia.

Seperti pengalaman Yogi Okto Rohiman seorang hafiz Alquran yang sudah berangkat umroh.

Yogi yang merupakan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden fatah Palembang, jurusan Manajemen Pendidikan Islam ini, pernah mengikuti kejuaraan tingkat Kabupaten dalam lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) cabang hifzil Qur’an 5 juz di Kabupaten Muara Enim. Ia berhasil mendapatkan juara 1 pada tahun 2019 lalu yang kemudian Ia memperoleh hadiah umroh ke tanah suci, Makkah.

“Saya sebenarnya ingin hadiah umroh ini diberikan dulu kepada orang tua saja, tetapi berhubung umroh tersebut tidak dapat diwakilkan maka saya sendiri yang akhirnya pergi ke tanah suci. Masalah biaya semuanya sudah ditanggung oleh pemerintah. Jadi kami tidak mengeluarkan biaya sedikitpun, kecuali membeli barang-barang perlengkapan dan untuk oleh-oleh waktu mau pulang saja,” ujar Yogi.

Lihat Juga  Lebih Dari 400 Perusahaan di Palembang Terancam Gulung Tikar

Yogi juga menjelaskan mengenai hal apa saja yang harus dipersiapkan pada saat keberangkatan umroh.

“Hal yang perlu dipersiapkan adalah fisik baik itu rohani maupun jasmani, karena kesehatan itu penting bagi orang yang berangkat umroh, selanjutnya menasik umroh, yang mana latihan menasik tersebut kami melakukannya dua kali sebelum keberangkatan di Masjid Babussalam Islamic Centre Muara Enim, lalu mempersiapkan perlengkapan seperti pakaian, obat-obatan dan lainnya” katanya.

Mengenai hal itu, Mukhlisin yang merupakan santri Al-Furqon juga menuturkan pendapat dalam melaksanakan ibadah umroh yang Ia dapat karena menang lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) saat duduk di bangku sekolah Madrasah Tsanawiyah.

“Mengenai tren pergi umroh di kalangan remaja saat ini menurut saya hanya di jadikan sebagai hiburan saja, karena kebanyakan remaja yang sudah pulang dari ibadah umroh bukannya taubat atau tambah sholeh tetapi justru menambah kesan takabur atau sombong kepada diri mereka sendiri. Akan tetapi itu tergantung bagaimana mereka menyikapi, terlebih kepada niat masing-masing, “katanya.

Mengenai hal yang mesti dipersiapkan pada saat keberangkatan, Mukhlisin mengatakan bahwa Ia terlebih dahulu memeriksakan kesehatan dan melakukan suntik vaksin, mempersiapkan obat-obatan, pakaian, latihan menasik umroh, dan perlengkapan yang diperlukan lainnya. Manasik umroh tersebut dilakukan seminggu dan tiga hari sebelum keberangkatan.

Lihat Juga  ODP di Wisma Atlet Jakabaring Ditempatkan di Kamar Setara Hotel Bintang Tiga

Pendapat milenial lainnya, Alfarabi selaku mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, jurusan Sistem Informasi ini, pernah umroh bersama keluarga. Saat itu, dia masih menginjak bangku sekolah SMA. Dan termotivasi oleh keluarga.

“Kami sebagai anak belum diberi tahu mengenai hal itu. Seminggu sebelum keberangkatan barulah kami diberi tahu bahwa kami ber lima yaitu ibu, ayah, dan kakak-kakak akan pergi ke tanah suci. Mengenai biaya masing-masing 25 jt, dan total keseluruhannya adalah 125 jt. Hal ini menurut saya suatu kebanggaan tersendiri bahwa kami sekeluarga dapat menjalankan ibadah umroh bersama, ” katanya.

Alfarabi menambahkan bahwa sebelum berangkatan terlebih dahulu latihan menasik umroh di KBIH Al-Munawaroh yang berlokasi di Padat Karya, Gunung Ibul Kota Prabumulih.

“Dari pengalaman saya umroh, saya berpesan mari luruskan niat, karena semua berawal dari niat, terus jaga etika baik perkataan dan perbuatan serta tingkah laku, kemudian jangan lupa bersyukur karena tidak semua orang bisa berada di posisi itu. Banyak-banyaklah berdoa di tempat yg mustajab, Insya Allah diijabah sesuai dgn niat dan usaha nantinya. Jgn terlalu mendambakan sesuatu karena jatuhnya bakal merepotkan diri anda sendiri. Dan terakhir diharapkan bagi anda yg telah melaksanakan umroh diharapkan dapat menjaga ibadahnya dan semoga tetap istiqomah,” ujarnya. (PKL Mei/Riki/Lusi/Erna)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close