PALEMBANGSUMSEL

Pembunuh Sadis Sopir Taksi Online Diancam Hukuman Mati

BritaBrita.com,Palembang – Sulaiman (37) dan Abib Samudra alias Iwan (36), dua pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap sopir taksi online, Ruslan Sani, di Kecamatan Gandus Palembang, pada Sabtu malam (28/12/2019), terancam hukuman mati.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis, Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

Menurut Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji, berdasarkan hasil penyelidikan, kedua tersangka merencanakan pembunuhan terhadap Ruslan Sani. Hal itu dibuktikan dengan temuan beberapa bukti catatan riwayat pemesanan taksi online.

“Ditemukan beberapa catatan riwayat pemesanan taksi online yang beberapa kali gagal oleh tersangka Sulaiman. Dan ini menunjukkan jika tersangka memang mengincar korban,” jelas Anom, Senin (30/12/2019).

Lihat Juga  Tragis! Suami Gorok Leher Istri Hingga Nyaris Tewas

Dia menjelaskan, kedua tersangka melakukan aksi kejahatan dengan motif ingin menguasai barang berharga milik korban berupa mobil Avanza. Di mana aksi perampokan tersebut disertai dengan pembunuhan yang terencana.

“Saat mengeksekusi korban di wilayah Gandus, Sulaiman yang duduk disamping korban menghujamkan pisau ke tubuh korban. Di sisi lain tersangka Iwan yang duduk dibelakang menjerat leher korban menggunakan tali. Korban mengalami tujuh luka tusuk di wajah, dada dan perut. Jadi pembunuhan ini sangat terencana,” jelas Anom.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti yang digunakan dalam melancarkan aksi kejahatan dan barang hasil kejahatan.

“Barang bukti yang diamankan berupa pisau, replika senjata api air jenis softgun dan tambang plastik milik tersangka, serta sebuah mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi BG 1442 RP,” ujar Anom.

Lihat Juga  Minta Pasar Kuto Dibenahi, Ratusan Pedagang Gruduk Kantor Wali Kota

Tersangka Iwan berkilah, jika mereka tidak berniat untuk menghabisi nyawa korban. Menurutnya, mereka hanya ingin memukuli korban untuk memberikan efek jera. Aksi kejahatan ini juga dia akui atas dasar dendam. Karena korban pernah menyerempet keponakannya saat berkendaraan.

“Sebenarnya tidak ada niat untuk membunuh korban, tapi dia melawan. Kami cuma ingin memukulinya saja karena dia pernah nyerempet keponakan saya sampai luka,” ujarnya.

Reporter : Deni Wahyudi

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close