PALEMBANGSUMSEL

Penduduk Sumsel 8,5 Juta Jiwa, Naik Satu Juta

BritaBrita.com, Palembang-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan rilis bersama data Sensus Penduduk 2020 dan Data Administrasi Kependudukan 2020 Menuju Satu Data Kependudukan Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI dan BPS RI.

Gubernur Sumsel, H Herman Deru diwakili Asisten Ill Bidang Administrasi & Umum Provinsi Sumsel, Prof Dr Edward Juliartha MM mengatakan Sensus Penduduk 2020 ini adalah sensus penduduk pertama yang memanfaatkan data administrasi kependudukan (Adminduk) dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri sebagai data dasarnya. “Dengan tujuannya tentu saja, Menuju Satu Data Kependudukan,” katanya

Lanjutnya, hasil respon rate penduduk Provinsi Sumatera Selatan dalam Sensus Penduduk Online mencapai 33,96 persen dari total penduduk Provinsi Sumatera Selatan atau tertinggi kedua di seluruh Indonesia.

Lihat Juga  Curangi Alat E-Tax, Pemkot Beri Sanksi Toko Pempek Beromset Puluhan Juta

“Melalui kerja keras dari aparat BPS Provinsi Sumatera Selatan dan BPS Kabupaten/Kota Se Sumatera Selatan, Pendataan lapangan Sensus Penduduk 2020 di bulan September 2020 berjalan sukses waIaupun di tengah Pandemi COVlD-19,” ujar Edward

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel, Ir Endang Tri Wahyuningsih MM menyampaikan jika Pada Sensus Penduduk tahun 2020 mencatat penduduk Sumsel pada bulan September 2020 sebanyak 8,5 juta jiwa. Sejak Indonesia menyelenggarakan Sensus Penduduk yang pertama pada tahun 1961, jumlah penduduk terus mengalami peningkatan.

“Hasil SP2020 dibandingkan dengan SP2010 memperlihatkan penambahan jumlah penduduk sebanyak 1,02 juta jiwa atau rata-rata sebanyak 98,7 ribu setiap tahun,” katanya.

Lihat Juga  Tak Bagikan Kupon, Masjid Agung Palembang Bagikan Daging Kurban Lewat Ketua RT

Reporter : Maulana

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close