PALEMBANGSUMSELSYARIAH

Perkuat Siar Islam, RMTH Launching Seribu Mushab Alquran

BritaBrita.com,Palembang-Yayasan Raden Muhammad Taufik Husni (RMTH) bersama Yayasan Masjid SMB Jayo Wikramo dan Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI) melaunching program seribu mushab Alquran untuk masyarakat Sumsel, Bertempat di Gedung Mesjid Agung Jayo Wikramo, Palembang Sumsel, Jumat (15/1/2021) bertepatan 2 Jumadil akhir 1442 Hijriyah. Kegiatan ini didukung PT Bomba Group dan YLKI Sumsel.

Ketua Yayasan RMTH, Taufik Husni mengatakan bahwa pembagian seribu mushab Alquran merupakan salah satu bentuk siar Islam yang bertujuan agar masyarakat Sumsel khususnya umat Islam tidak lagi buta aksara Islam dan mengabaikan apa yang menjadi ketentuan di dalam Alquran.

“Alhamdulillah telah dilaunching program seribu mushab Alquran untuk masyarakat Sumsel. Semoga ini bisa mewujudkan cita cita agar umat muslim di Sumsel tidak lagi buta aksara Alquran,” katanya

Lihat Juga  Gubernur Herman Deru: Bencana Alam di Sumsel Akibat Penambangan Liar

Lanjutnya, launching ini menjadi langkah awal dirinya bersama rekan untuk mewujudkan satu juta mushab Alquran untuk masyarakat Sumsel.

“Ini adalah awal pemicu semangat dengan mewujudkan sampai satu juta Alquran. Tentunya kita berharap itu akan terwujud, hari ini seribu, mungkin dalam satu tahun ini bisa sampai 30 ribu, tapi tetap kita semangat agar bisa mencapai satu juta,” ujar Husni

Sementara itu, Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sumsel, Edward Chandra mengatakan, jika program seperti ini sangat baik, apalagi program seperti ini sangat mendukung visi misi Gubernur Sumsel seperti mensyiarkan kehidupan beragama.

“Ini kegiatan yang mulia, juga sebagai bentuk dukungan dari visi dan misi gubernur, seperti mensiarkan kehidupan beragama. Pemerintah Sumsel sangat mendukung ide yang digagas ini,” katanya.

Lihat Juga  Curanmor di Parkiran Indomaret Sukawinatan Terekam CCTV

Reporter : Maulana

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close