POLITIK

Di KPK, Yorrys Mengaku Ditanya Hubungan Rudi Alfonso dengan Novanto

BritaBrita.com,Jakarta – Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus perintangan proses hukum dugaan korupsi e-KTP oleh Markus Nari. Dia sempat dikonfirmasi soal kedekatan Setya Novanto dengan pengacara Golkar Rudi Alfonso.

“Oh artinya begini, (ditanya) hubungan antara Rudi Alfonso dengan Ketua Umum Golkar (Setya Novanto). Yah saya bilang dia (Rudi Alfonso) memang Ketua Bidang Hukum. Dan mahkamah partai dan ada pengatur pengacara sendiri yang sejak lama selalu menangani masalah-masalah advokasi Partai Golkar ya,” kata Yorrys usai diperiksa di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (31/10/2017).

Dia juga menyebut Rudi merupakan teman yang cukup dekat dengan Ketua Umum Golkar itu. Menurut Yorrys, ini karena hampir semua kasus hukum Novanto dan kader-kader Golkar di daerah ditangani oleh bidang hukum.“Yah salah satu (-nya sebagai kunci). Karena dia ketua bidang hukum kan. Tapi hubungan persahabatan dan pekerjaan antara Rudi dan ketua umum bukan baru, artinya sudah lama,” ucapnya.

Rudi Alfonso juga pernah dipanggil KPK sebagai saksi kasus yang sama pada Jumat (27/10) pekan lalu. Namun, Rudi tidak dapat memenuhi panggilan karena sedang berada di luar negeri.

Tersangka dalam kasus ini, yaitu Markus Nari merupakan politikus Partai Golkar yang dijerat KPK karena diduga merintangi proses penyidikan dan pemeriksaan di pengadilan terkait kasus korupsi e-KTP. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (2/6) lalu.

Pihak yang dipengaruhi adalah Irman dan Sugiharto, yang telah duduk sebagai terdakwa dalam kasus korupsi e-KTP, serta Miryam S Haryani dalam pencabutan keterangan berita acara pemeriksaan (BAP) pada persidangan kasus korupsi e-KTP.

Seperti dinukil dalam laman detik.com, dengan terdakwa Miryam S Haryani itu pula, Markus disebut pengacara Anton Taofik, disebut meminta salinan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) Suswanti pada Maret 2017.

Anton menyatakan tujuan mencari BAP Markus Nari dan Miryam adalah karena ada nama yang disebut dalam perkara proyek e-KTP. Setelah mendapatkan BAP tersebut, Anton bertemu dengan Markus Nari di fX Sudirman, Senayan, Jakarta.

Untuk mendapatkan BAP tersebut, Anton menyatakan memberikan uang Rp 2 juta kepada Suswanti. Anton juga menerima uang dari Markus Nari sebesar SGD 10.000 dan USD 10.000.

Editor : Syl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close