PALEMBANGSUMSELSYARIAH

Rahasia Istri Bupati Banyuasin saat Pandemi Covid-19

BritaBrita.com,Palembang-Menghadapi masa pandemi Covid-19, tidak menjadi halangan bagi dr Sri Fitri Yanti Askolani untuk tetap melakukan banyak aktivitas meskipun dalam kondisi sedang mengandung.

Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pandemi Covid-19, menjadi hal yang rutin dilakukan istri Bupati Banyuasin ini. Meski dalam kondisi hamil, dr Fitri tetap mengunjungi masyarakat untuk memberikan edukasi bagaimana menjaga kesehatan dan tetap bertahan di masa pandemi.

Dr Fitri menjelaskan, orang yang terkena virus Covid-19 biasanya mengalami demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius, flu, batuk, sesak nafas dan mengalami gejala pneoumonia. Maka disarankan untuk tetap terhindar dari virus ini harus extra menjaga kesehatan.

“Saya masih melakukan kunjungan dalam kondisi hamil. Kita tidak boleh panik dan selalu berpikir positif. Melakukan kegiatan dengan ikhlas dan tulus. Dekatkan diri kepada Allah dan terapkan protokol kesehatan. Pakai masker dan hand sanitizer,” katanya.

Lihat Juga  Faktor Kemiskinan dan Kurang Gizi Picu 4.641 Orang Derita Stunting

Untuk menjaga kesehatan diri dan keluarganya, ia selalu menyiapkan sayuran dan buah-buahan bersumber Vitamin C.

“Untuk suami (bpk Askolani), saya setiap pagi membuatkan pesaran buah lemon dicampur madu, dan menyiapkan telur rebus setengah mateng untuk dimakan,” katanya.

Sudah empat bulan lamanya sejak Covid-19 masuk ke Sumatera Selatan (Sumsel), aktifitas banyak orang menjadi terhambat. Segala sektor terdampak baik ekonomi, sosial juga dunia pendidikan.

“Dampaknya luar biasa, anak-anak tidak bisa sekolah, aktifitas banyak orang terhambat, dan banyak penghasilan masyarakat terganggu,” katanya.

Maka, menghadapi pandemi ini setiap orang di kecamatan dan desa diberi pemahaman bagaimana tetap bertahan. Salah satunya adalah memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar dan rumah.

Lihat Juga  Cerita Peternak Hewan Kurban Relakan Sapi Ongole 1,1 Ton Dibeli Presiden Jokowi

“Seperti menanam sayuran di pekarangan rumah, menanam tanaman toga, yang nantinya bisa dinikmati sendiri. Apalagi sekarang orang takut ke pasar karena menghindari keramaian, jadi bisa petik sayur sendiri tanpa beli di pasar,” katanya.

Reporter : Kamayel Ar-Razi

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close