KALAMKolomPALEMBANGSYARIAH

Sayangi Istrimu, Jangan Kau Siksa Dia!

OLEH: Ustaz Aminuddin

Wahai para suami …

Simak jeritan hati seorang isteri berikut ini ..

Aku di rumah, setiap hari yg kulihat itu-itu melulu. Pekerjaan rumah yang tak pernah berganti itu-itu saja, yang diurusi itu-itu saja, dapur, kamar, kamar mandi, anak-anak…semuanya hanya sekitar rumah.

Yang kudengar tiap hari hanya jerit anak-anak menangis, berteriak, mengoceh…

Yang kutemui juga bukan lain bukan tidak, hanya piring kotor, makanan & mainan yang tercecer di mana-mana, tumpahan air & anak-anak yang sering protes ketika mulai bosan, ngantuk atau kepanasan, serta popok kotor yang mulai tercium baunya.

Aku juga ingin dihargai. Pekerjaanku, lelahku, keringatku, tangisku…apakah itu tak berarti apa-apa buatmu? Kuurus rumahmu, anak-anakmu…

Aku hati-hati & was-was belanjakan hartamu yang kau amanahkan padaku yang tak lebih banyak dari upahku mengajar dulu…

Tenagaku butuh di-recharge, pikiranku butuh di-refresh, ilmuku butuh di-upgrade…bajuku, make-upku dan semua keperluanku yang dulu bisa kupenuhi sendiri sedang sekarang harus menunggu persetujuan & izinmu untuk dapat memenuhinya dengan harta yang akan kau beri jika ada sisa dari pemenuhan kebutuhan biaya-biaya lain, pun harus kau pikirkan…

Bukankah itu hak-hak seorang istri dari suaminya? Yaitu terpenuhi kebutuhannya, yaitu sandang pangan dan papannya.

Mustahil aku menuntut lebih banyak darimu. Hakku atas dirimu pun tak mampu kau beri. Waktu yang kau beri untukku pun hanya sisa setelah letih & penatmu di kantor. Bahkan untuk bercanda denganku pun kau urung, karena aku tidak lebih menarik dari tab canggihmu yg sudah available dengan segala konten apapun yg kau maui…hiburan, guyonan, nyanyian, bacaan…semua ada di situ di genggamanmu.

Lantas untuk apa lagi kau tengok istri yang lusuh ini, yang setiap harinya hanya berkostum daster yg sudah mulai pudar warnanya karena sering dicuci dan sudah terlalu banyak noda makanan dari masakan yang diolah untukmu & anak-anakmu.

Kau juga malas sekadar mencium keningku setiba dari kerja atau menjelang tidur. Aku berpikir, aku terlalu bau…aroma badanku adalah aroma keringat yang bercampur dengan bau masakan…bukan wangi kasturi.

Sedang rambutku…semakin lepek dan kusut, tak sempat aku menyentuhnya untuk sekadar menyisirnya dengan rapi. Lantas kau akan mendiamkanku dalam lelap tidurmu…karena mungkin mimpimu lebih indah untuk diingat-ingat ketimbang mengingat-ingat wajah istrimu yang hampir tak pernah tersenyum di hadapanmu…atau ketika menyambutmu.

Kau tahu, aku tak meminta mobil mewah atau perhiasan mahal darimu. Aku hanya ingin kau tahu, senyumku hilang terbasuh letihku…sementara yang kuharap tak kunjung kudapati…

Kau terlalu acuh…
Kau terlalu abai…
Kau tak peduli tentang apa yang kulakukan, tentang bagaimana hari ini kulalui…tentang bagaimana perasaanku…

Bahkan kau tak peduli hal-hal yang menurutmu sepele tapi teramat penting menurutku…

Tapi aku tak bisa memaksamu berubah. Aku terlalu lusuh karena aku hampir tak punya waktu untuk diriku sendiri…tapi kau tak pernah mau tahu.

Aku hanya ingin kau tahu semua itu…ingin kau pahami perasaanku agar kau dapat mengerti yang kurasa…

Aku tak butuh penghargaan, tapi dihargai…sebagai istri yang juga butuh perhatian…bukan sebagai budak yang kau bayar semampumu…

Kau sapa seperlunya… Aku juga tak perlu ucapan terima kasihmu…karena tak pantas untuk pamrih.

Kau, suamiku…belajarlah untuk mengerti aku…hargai ketulusanku mengabdi padamu…dengan hangatnya perhatianmu… sebelum aku semakin merasa lelah dalam lemahku…

Wahai para suami …
Apakah anda merasa berkuasa terhadap istri anda kemudian membuat anda bersikap sewenang-wenang? Anda merasa lebih kuat dari istri, dan dia adalah pihak yang lemah?

Jangan menyiksa istri anda. Siapapun yang menyiksa manusia, Allah akan menyiksa orang itu.

إِنَّ اللَّهَ يُعَذِّبُ الَّذِينَ يُعَذِّبُونَ النَّاسَ فِي الدُّنْيَا

Sesungguhnya Allah menyiksa orang yang menyiksa orang (lain) di dunia
H.R Muslim

Satu pukulan yang dilancarkan secara zhalim, akan ada pertanggungjawabannya di akhirat nanti.

مَنْ ضَرَبَ سَوْطًا ظُلْمًا اقْتُصَّ مِنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Barangsiapa yang mencambuk satu kali cambukan secara dzhalim, ia akan diqishash (hukum balas) pada hari kiamat
H.R alBazzar dan atThobarony, dinilai sebagai hadits yang hasan shahih oleh Syaikh al-Albaniy

Adapula yang memukul istrinya bukan pada wajah. Tapi sampai mencederai istrinya. Ini juga dilarang oleh Nabi kita Muhammad shollallahu alaihi wasallam.

فَاضْرِبُوهُنَّ ضَرْبًا غَيْرَ مُبَرِّحٍ

(jika engkau terpaksa harus memukulnya untuk mengajarinya adab, pent) pukullah mereka dengan pukulan yang tidak mencederai
H.R Muslim

Lihat Juga  Self Defense Terhadap Bullying

Suatu hal yang sangat memprihatinkan, ketika ada seorang suami yang memukul istri hingga harus dilarikan ke rumah sakit, atau membekaskan luka, maupun mematahkan tulangnya. Wal iyaadzu billaah.

Adapula suami yang tidak pernah menyakiti istrinya secara fisik. Tapi ia sering menyakiti hati istrinya. Ia jelek-jelekkan istrinya. Bahkan sampai menyatakan: saya ilfil…saya jijik…dan semisalnya.

Ini juga perbuatan yang dilarang oleh Nabi shollallahu alaihi wasallam. Beliau bersabda:

وَلَا تُقَبِّحْ

Dan janganlah engkau menjelek-jelekkannya
H.R Abu Dawud

Ketika anda menyakiti istri, yang tersakiti bukan hanya seorang. Orangtuanya pun meradang. Keluarga dan kerabatnya pun tersakiti.

Bagaimana perasaan anda, jika ada seseorang yang menyakiti putri anda yang sangat anda cintai? Tentu anda juga tersakiti.

Dulu anda memintanya dengan baik-baik. Anda ambil amanah dari Allah itu dengan baik. Namun mengapa kemudian anda sia-siakan dan bertindak secara sewenang-wenang?

Bertakwalah kepada Allah…

اتَّقُوا اللَّهَ فِي النِّسَاءِ فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُوهُنَّ بِأَمَانَةِ اللَّهِ

Bertakwalah kalian kepada Allah dalam urusan istri-istri kalian. Sesungguhnya kalian telah mengambil mereka dengan amanah dari Allah
H.R Abu Dawud

Adapula yang tidak pernah menyakiti secara fisik, ucapannya juga terjaga terhadap istrinya. Tapi ia kikir dan bakhil. Penghasilannya sebenarnya lebih dari cukup. Tapi istrinya hanya mendapat sedikit sekali bagiannya. Dia suka mentraktir temannya. Dia banyak memberi pada orang lain. Tapi istri dan anaknya justru sangat kurang mendapat pemberiannya.

Rasulullah shollallahu alaihi wasallam memerintahkan kita untuk mendahulukan hak orang-orang yang seharusnya mendapat nafkah dari kita.

إِذَا أَعْطَى اللَّهُ أَحَدَكُمْ خَيْرًا فَلْيَبْدَأْ بِنَفْسِهِ وَأَهْلِ بَيْتِه

Jika Allah memberikan kepada salah seorang dari kalian kebaikan, dahulukanlah pada diri dan keluargamu
H.R Muslim

ابْدَأْ بِمَنْ تَعُول

Dahulukanlah keluargamu
H.R Ahmad

Sesungguhnya memberikan nafkah yang baik pada istri adalah berpahala. Padahal manfaat istri itu kembali kepada kita sendiri.

وَإِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ بِهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فِي امْرَأَتِك

Sesungguhnya tidaklah engkau memberikan nafkah dengan mengharap Wajah Allah, kecuali engkau akan diberi pahala. Sekalipun itu adalah (suapan makanan) ke mulut istrimu
H.R al-Bukhari dan Muslim

Sekedar menyuguhkan air minum pada istri adalah berpahala.

إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا سَقَى امْرَأَتَهُ الْمَاءَ أُجِرَ

Sesungguhnya seorang laki-laki jika memberikan air minum kepada istrinya, ia akan mendapatkan pahala
H.R atThobaroniy dari al-Irbadh bin Sariyyah, dihasankan oleh Syaikh al-Albaniy

Lebih parah lagi jika perbuatan kezhaliman sang suami itu dilakukan saat ia membawa citra orang yang berpegang teguh dengan agamanya. Dipandang sebagai orang yang kokoh di atas Sunnah. Hal itu justru mencoreng dakwah. Lebih besar lagi dosanya. Allaahul Musta’aan…

Wahai para suami …

Berikut hadits penting dan bermanfaat bagi kamu agar lebih menghargai dan mencintai istri dengan kelembutan cinta dan kasih sayang seperti ajaran Nabi SAW:

Dia layak dapat perlakuan terbaik

1. Abu Hurairah ra menceritakan bahwa Rasulullah SAW mengatakan:

“Yang paling lengkap dari orang percaya dalam iman, adalah orang dengan karakter terbaik. Dan yang terbaik dari Kamu adalah mereka yang terbaik untuk wanita mereka. “(At-Tirmidzi dan disahkan oleh Al-Albani).

2. Ibnu Abbas ra meriwayatkan bahwa Nabi SAW berkata:

“Yang terbaik di antara kamu adalah yang terbaik terhadap istrinya, dan aku yang terbaik dari kamu untuk istriku,” (Ibnu Majah dan disahkan oleh Al-Albani).

3. Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Seorang yang beriman tidak boleh membenci seorang wanita yang beriman (yaitu, istrinya); jika dia tidak menyukai salah satu sifatnya dia akan senang dengan yang lain,”(HR. Muslim).

4. Abdullah ibnu Amr ibn Al-Ash ra menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW mengatakan: “Dunia hanyalah kenikmatan (berlalu cepat); dan kesenangan dunia yang terbaik adalah (memiliki) istri yang sholeh,” (HR. Muslim).

Ekspresikan cintamu

5. Sayyidina Anas ra meriwayatkan bahwa Nabi SAW ditanya, “Wahai Rasulullah, yang mana dari orang-orang yang paling kamu sayangi?”

Beliau menjawab: ‘Aisyah’ Dia ditanya, “Dan di antara laki-laki?” Dia berkata: ‘Ayahnya’,’ jawab Rasul. (Ibnu Majah dan disahkan oleh Al-Albani).

6. Aisyah binti Abu Bakar Shiddiq ra berkata: “Saya tidak pernah merasa cemburu pada salah satu istri Nabi kecuali Khadijah, meskipun saya belum pernah melihatnya,”.

Dia menambahkan, “Ketika Utusan Allah menyembelih seekor domba, dia berkata: Kirim ke teman-teman Khadijah,”.

Lihat Juga  Betapa Mulianya Pemberi Maaf

Suatu hari Aisyah menyebutkan Khadijah dengan cara yang membuat Nabi marah. Dia mengatakan kepada Aisyah: “Aku telah diberikan cintanya (oleh Allah),”.

Membangun cinta menjadi tindakan

7. Aisyah binti Abu Bakar melaporkan bahwa Rasulullah SAW akan memberinya bejana untuk diminum, ketika dia sedang menstruasi, maka dia akan mencari tempat di mana dia telah meletakkan bibirnya dan meletakkannya bibir di tempat yang sama (An-Nasa’i dan disahkan oleh Al-Albani).

8. Anas meriwayatkan bahwa Nabi memiliki tetangga Persia yang pandai memasak sup. Suatu hari dia menyiapkan sup dan mengundang Nabi ke sana. Aisyah hadir sehingga Nabi menyarankan kepada tetangga agar dia bergabung dengan mereka. Tetangga itu menolak untuk memasukkannya dalam undangan. Nabi pun menolak undangan itu.

Orang Persia itu kembali memberi undangan eksklusif untuk Nabi yang, sekali lagi, menolak undangan itu. Dalam upaya ketiga, tetangga Persia mengundang Nabi dan istrinya, ‘Aisyah ra. Kemudian, Nabi menerima undangannya dan pergi bersama Aisyah ke rumah pria itu. (Muslim).

9. Al-Aswad bertanya pada Aisyah tentang apa yang biasa dilakukan Nabi di rumah. Dia menjawab. “Dia dulu melayani rumah tangganya tetapi ketika tiba waktunya untuk sholat, dia akan bangun untuk sholat,” (Al-Bukhari).

Bersenang-senanglah dengan istrimu

10. Aisyah melaporkan bahwa dia menemani Nabi SAW dalam perjalanan ketika dia masih langsing. Nabi mengatakan kepada orang-orang untuk bergerak maju dan kemudian dia meminta Aisyah untuk berlomba dengannya. Mereka berlomba dan Aisyah menang.

Dalam perjalanan selanjutnya, ketika Aisyah telah telah bertambah berat bobot tubuhnya, Nabi menyuruhnya untuk balapan dengannya lagi. Dia menolak, “Bagaimana saya bisa balapan dengan Kamu saat saya dalam kondisi seperti itu?”.

Nabi bersikeras dan mereka memang memiliki ras. Nabi menang kali ini. Dia tertawa saat itu dan berkata, “Sekarang, kita genap,” (Diotentikasi oleh Al-Albani).

11. Aisyah Binti Abu Bakar melaporkan: Itu adalah hari `Idul Fitri dan beberapa orang Ethiopia bermain dengan perisai dan tombak. Entah saya meminta pesan dari Allah atau dia sendiri bertanya apakah saya ingin melihat tampilan. Saya menjawab dengan tegas.

Lalu dia membiarkan saya berdiri di belakangnya; pipiku menyentuh pipinya dan dia berkata, “Lanjutkan, O Bani Arfida (misal: orang Ethiopia)!” Ketika saya lelah, dia bertanya apakah itu cukup. Saya menjawab setuju dan dia menyuruh saya pergi. (Al-Bukhari).

Cinta itu melampaui waktu

12. Anas ibnu Malik (semoga Allah meridhoi mereka) meriwayatkan bahwa ketika sesuatu dibawa ke Nabi SAW dan ia akan berkata: “Bawalah ke sana-sini karena dia adalah teman Khadijah (istrinya yang sudah meninggal) …” (Disahkan oleh Al-Albani).

13. Aisyah Binti Abu Bakar (semoga Allah meridhoi mereka) melaporkan: Suatu hari, Halah binti Khuwailid (saudara perempuan dari istri pertama Nabi, Khadijah) meminta izin untuk masuk. Nabi mengenali dan mengingat cara Khadijah ketika dia meminta izin untuk masuk. Jadi, dia sangat tersentuh dan berkata, “Ya Allah, semoga dia menjadi Halah binti Khuwailid!” (Al-Bukhari dan Muslim).

Wahai para suami …

Dikisahkan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW dan para sahabat dihadang oleh orang-orang kafir Quraisy di hudaibiyah, sehingga tidak bisa melaksanakan ibadah umrah.

Lalu Rasulullah pun mengadakan perjanjian hudaibiyah dimana isi perjanjian secara zhahir menguntungkan kaum kafir dan merugikan kaum muslimin. Hal itu membuat sebagian sahabat marah.

Karena tidak bisa melaksanakan ibadah umrah, mereka harus bertahan di hudaibiyah. Rasulullah SAW memerintahkan para sahabatnya untuk menyembelih binatang kurban dan mencukur rambut mereka, tapi tidak ada seorangpun dari mereka yang berdiri melaksanakan perintah itu, bahkan Rasulullah sempat mengulang perintah tersebut sebanyak 3 kali.

Melihat kemarahan para sahabatnya, Ra sulullah SAW datang menemui Ummu Sa lamah dan menceritakan hal tersebut.

Ummu Salamah lantas memberi pendapat, “Keluarlah dari tenda dan janganlah engkau berbicara dengan seorang pun dari mereka, lalu sembelihlah unta dan panggillah tukang cukur untuk mencukur rambut.”

Rasulullah SAW akhirnya segera keluar dari tenda tanpa berbicara dengan seorang sahabat pun. Beliau memanggil tukang cukur agar mencukur rambutnya.

Akhirnya para sahabat melihat apa yang dilakukan Nabi dan mereka pun segera berdiri menyembelih binatang kurban serta mencukur rambut.

Bukan hanya Rasulullah, para sahabat juga mendiskusikan urusan mereka de ngan meminta pendapat kepada istri-istrinya.

Wallahu a’lam bishshawab …

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close