PALEMBANGSUMSEL

Self Defense Terhadap Bullying

BritaBrita.com–APAKAH kamu pernah menjadi salah satu korban bullying? Bullying sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kejadian bullying sudah terjadi sejak lama dan sedikit yang terekam dan dilaporkan itupun kalau sudah melewati batas wajar.

Kebanyakan korban bullying akan merasa takut untuk melaporkan apa yang terjadi pada mereka karena sudah merasa tertekan oleh si pelaku bullying. Bahkan korban bullying dapat berubah menjadi prilaku bullying. Lalu bagaimana cara kamu mengatasi bullying?

Dalam kamus Oxford, bullying yang memiliki kata dasar bully memiliki arti seseorang yang terbiasa berusaha untuk menyakiti atau mengintimidasi seseorang yang dianggap lemah.

Dikutip oleh doktersehat.com dari bullying.co.uk, bullying merupakan perilaku berulang yang dimaksudkan untuk melukai orang lain baik secara fisik maupun mental yang dapat didasari oleh perbedaan ras, agama, jenis kelamin, orientasi seksual hingga kondisi fisik seseorang dimana pelaku akan lebih mendominasi dan korban menjadi pihak yang lemah.

Berbicara tentang bullying dari sisi si pelaku, seseorang yang pernah menjadi korban kekerasan dapat berubah menjadi pelaku. Hal ini lah yang banyak mendasari para pelaku bullying. Seseorang dengan latar belakang memiliki masalah pribadi juga berisiko menjadi pelaku bullying. Dia memiliki anggapan bahwa lingkungannya tidak menginginkannya sehingga dia berusaha mencoba mencari pelarian di tempat lain dimana dia merasa diterima dan berkuasa.

Perasaan iri pada korban bullying merupakan salah satu alasan terkuat kenapa kekerasan biasa terjadi terutama di kalangan anak sekolah. Kekerasan yang terjadi bisa berupa kekerasan fisik, mental maupun verbal.

Dampak buruk dari kejadian bullying kepada korban juga sangat merugikan. Tak jarang seseorang yang menjadi korban kekerasan memilihi bunuh diri sebagai jalan pintas untuk mengakhiri pem-bully-annya. Dampak lain yang dapat diberikan oleh kegiatan bullying ini berupa gangguan mental dan psikis seseorang yang dapat mempengaruhi diri dan lingkungan sosialnya.

Lihat Juga  Kenapa 8 Maret Diperingati Hari Perempuan Internasional?

Korban bullying akan merasa takut untuk keluar rumah bahkan sampai menutup diri. Walaupun hal yang dilakukan ini menurut saya kurang tepat, tetapi para korban bullying beranggapan bahwa hal ini merupakan satu-satunya cara untuk menghindari si pelaku bullying.

Hal ini dapat berdampak pada kognitif dan prestasi seseorang apabila proses bullying terjadi di sekolah maka anak merasa takut untuk pergi ke sekolah. Ketergantungan obat yang diderita oleh korban didapatkan akibat konsumsi obat untuk menangani stress dan depresi yang dideritanya akibat proses bullying.

Dilansir dari CNN Indonesia dan Popbela.com, kekerasan atau bullying di bedakan menjadi 4 yaitu :

1. Kekerasan fisik dimana kekerasan atau intimidasi yang dilakukan melibatkan anggota tubuh atau fisik seseorang yang dapat menyebabkan efek jangka pendek dan jangka panjang bahkan dapat mengakibatkan trauma pada korban. Kekerasan fisik dapat berupa memukul, menendang, mencubit dan menghancurkan barang orang lain.

2. Kekerasan Verbal yaitu kekerasan atau intimidasi yang dilakukan kepada korban melalui kata-kata dan perkataan yang disampaikan langsung kepada korban. Kekerasan verbl dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis.

3.Cyber-bullying yaitu kekerasan atau intimidasi kepada seseoarang yang dilakukan melalui jejaring internet berupa media sosial. Ujaran kebencian pada media sosial dilakukan oleh seseorang yang tidak senang kepada korban dan berusaha untuk mengintimidasi korbannya melalui kometar-komentar negatif tentang si korban.

4. Bulllying Rellasional yaitu bullying yang terjadi pada lingkungan pertemanan dan memiliki banyak pelaku untuk malakukannya. Penghindaran, pengucilan dan cara pengabaian kepada korban yang dilakukan oleh pelaku cenderung mengakibatkan perlemahan harga diri dari si korban. Kekerasan ini mencaku cara pandangan sinis, lirikan mata, tawa yang mengejek, dan bahas tubuh.

Lihat Juga  Jadwal Pemilihan Rektor Unsri Tertunda, Tiga Calon Rektor Terpaksa Menunggu

Bagaimana cara kita mempertahankan diri kita dari bullying maupun mencegah bullying itu terjadi? Dikutip dari kidshealth.org, sebagai korban bullying kita dapat melakukan hal berikut untuk mengatasi bullying yaitu

1.Menceritakannya kepada orang dewasa yang terpercaya dan bisa memberikan saran dan menyelesaikan pem-bully-an tersebut.

2. Mengabaikan sikap pelaku dan berusaha untuk tidak peduli terhadap apa yang dilakukan oleh pelaku.

3. Berjalan dengan tegap dan angkat kepala dengan memberikan bahasa tubuh dan postur seperti ini menunjukkan bahwa kita ialah seseoarang yang tidak lemah.

4. Lampiaskan kekesalan terhadap bully kepada hal lain yang tidak berdampak pada psikis, karena jika kita melawan si pembuli maka hanya akan membuat kita lebih tersakiti dan si pembuli merasa bangga karena dia berhasil menyakiti korbannya.

5. Mencoba berbicara kepada si pembuli bahwa kelakuaan yang ia lakukan sungguh tidak baik dan dapat melukai seseoarang.

6.Berlatih kepercayaan diri untuk mencoba merespon si pembuli dengan verbal ataupun sikap.

7.Bersikap selalu positif thinking terhadap diri sendiri dan jangan pedulikan komentar negatif dari orang lain.

Dikutip dari dream.co. Yeni Sovia menuturkan bahwa orang tua juga dapat membantu proses pencegahan bullying kepada anak, yaitu :

1. Ajarkan anak tentang nilai-nilai moral

2. Mengembangkan kepercayaan diri dan kognitif anak

3. Mendidik anak agar menjadi pribadi yang kuat contohnya belajar bela diri

4. Ajarkan anak untuk dapat membedakan orang yang memukul sengaja maupun tidak sengaja

5. Mengajarkan kepada anak bilamana menghormati dan menghargai seseorang

Artikel ini ditulis oleh : Rindu Ade Mika Afrilia (Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close