PALEMBANGSUMSEL

Suka Duka Belajar Daring Dampak Virus Corona

Dari Belum Ada  Tugas Hingga Numpuk PR, Bahkan Mau Pilih Belajar Tatap Muka

BritaBrita.com,Palembang-Sudah sepekan lebih baik pelajar maupun mahasiswa di Kota Palembang dirumahkan untuk belajar melalui metode daring atau dalam jaringan.

Metode belajar tersebut diambil sebagai langkah awal pencegahan wabah virus Corona Virus Disease-19 (Covid-19) usai Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menetapkan status waspada.

Kecuali bagi yang tengah menjalani Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK/SMA, semua pelajar dan mahasiswa dirumahkan dan belajar daring, dari tugas biasa hingga teleconference, email, whatsAap atau menggunakan media sosial lainnya.

Lantas bagaimana evaluasi selama sepekan lebih menjalani daring? Ternyata tak sedikit yang mengeluhkan baik pelajar maupun mahasiswa, dari tak ada tugas hingga numpuk PR, bahkan asa yang pilih belajar tatap muka.

Alhasil, guru dan dosen pun harus berupaya menjelaskan agar tugas dan PR tersebut adalah selain sebagai pencegahan Covid-19 juga sebagai bentuk proses belajar meskipun di rumah.

Belum Ada Tugas dari Guru

Keluhan belajar dalam jaringan atau daring diungkapkan oleh Alika, salah satu siswa SMP Negeri 47 Palembang. Menurutnya, tak ada tugas dari guru karena pengumuman libur ketika itu Senin (16/3/2020) sore hari. Sehingga guru tak sempat lagi memberikan tugas kepada siswa-siswinya.

“Tidak ada tugas karena waktu itu kami sekolah Senin dan saat itu ada pengumuman dari sekolah libur karena dadakan jadi guru belum sempat memberi tugas. Hanya tugas dari guru yang mengejar hari Senin saja,” ujarnya.

Dikatakan Alika bahwa tugas itu pun hanya tugas menjawab soal dan dikumpul pada saat masuk ke sekolah. Sehingga tak ada proses belajar dalam jaringan sebagaimana mengumpul lewat email, WhatsAapp dan sebagainya.

Lihat Juga  Gubernur Herman Deru Minta Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Perangi Hoax

Menurutnya, belajar daring tak efektif karena tak bisa langsung tatap mata muka, apalagi yang belum paham mengenai IT.

“Kalau tatap muka bisa dijelasi langsung oleh gurunya, jadi pelajaran Insya Allah bisa masuk tapi kalau belajar daring kan dari jarak jauh gimana kita mau ngisinya,” terangnya.

Mahasiswa: Kuliah Daring Sulit

Jika siswa mengeluhkan tak ada tugas dalam proses belajar dating, berbeda dengan Nofri, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Menurut Nofri, belajar daring mempersulit mahasiswa, apalagi bagi mahasiswa yang memiliki kendala internet yang susah. Sehingga proses belajar daring tak akan berjalan sesuai yang diinginkan.

“Setiap dosen kan kasih tugas, dan numpuk. Belum lagi yang belajar secara live, kalau internet lelet ya susah,” tegasnya.

Apalagi waktu belajar daring kan dua minggu, sementara setiap dosen kasih tugas. Mulai dari elearning dan tugas-tugas lain.

“Tapi kalau ini untuk pencegahan virus covid-19 bagus, hanya saja dosen kasih tugas yang proporsional jangan malah jadi beban mahasiswa karena semua dosen kasih tugas diwaktu yang sama dengan beban tugas yang banyak,” jelasnya.

Guru: Minta Siswa Kreatif Dengan Vidio Pendek

Guna melatih inovasi dan kreatifitas siswa di waktu belajar daring di rumah, Suprihatin, guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Palembang meminta siswa membuat vidio pendek yang bisa dikirim lewat email.

Pola tersebut diterapkan dan tak ada keluhan dari siswa. Malahan menurutnya belum ada keluhan siswa, baik merasa sulit, jenuh atau pun merasa terbebani banyak tugas.

“Jadi siswa kita beri tugas buat vidio pendek tetang materi koloid, mereka bebas memilih bahas apa, boleh cara pembuatan, boleh contohnya,” ujarnya.

Lihat Juga  Jalur Ujian Masuk Mandiri Polsri Hanya 200 Kursi

Menurutnya, materi tentang koloid adalah campuran dua zat atau lebih yang heterogen, ukuran partikelnya berkisar 1 sampai 1000 nm yang tersebar dalam medium yang lain, contoh koloid misalnya susu, santan, tinta, darah.

Ia menilai metode daring dengan membuat vidio selain mengajarkan kreatif juga membuat siswa inovatif dengan proses belajar dengan suasana baru apalagi dengan memakai gawai atau gadgetnya. Selain itu materi lebih tersampaikan dan terkenang karena lewat pembuatan vidio.

Dosen : Ada Mahasiswa Minta Pilih Tatap Muka

Keluhan proses belajar daring disampaikan oleh Indri Aryanti MT, salah satu dosen Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri). Tak sedikit ia menerima keluhan dari banyak mahasiswa yang lebih memilih belajar tatap muka saja, jika diminta memilih.

Pasalnya, kuliah daring membuat mahasiswa dibebankan dengan tugas yang banyak dan numpuk harus dikerjakan semua dari semua dosen yang mengajar selama dua pekan libur.

“Iya memang banyak pilih tatap muka karena banyak tugas dari dosen-dosen. Seharusnya memang diberi tugas jangan terlalu banyak dalam waktu yang mepet. Karena dalam satu hari mata kuliah di Polsri tidak hanya 1 mata kuliah bahkan bisa 2 atau 3 mata kuliah,” urainya.

Tapi menurutnya, kebijakan sudah berjalan dan melalui sistem. Jadi mahasiswa wajib mengerjakan soal
menggunakan sistem pembelajaran online atau dikenal di Polsri menggunakan media LMS (Learning Management System).

“Dimana materi dan tugas untuk mahasiswa bisa di download dan di upload ke dalam system tersebut. Unt tatap muka bisa menggunakan video call melalui handphone,” pungkasnya.

Reporter : Sugi

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close