SUMSEL

Riwayat dari Cianjur, Satu Mahasiswa Unsri Masuk Daftar Pasien ODP Corona

BritaBrita.com,Inderalaya-Juru Bicara Penanganan Virus Corona sekaligus Kasi Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ogan Ilir (OI), Rika Dian Heriyanti mengatakan ada 1 orang pasien yang merupakan mahasiswa Unsri Inderalaya berinisial Ard berobat karena demam, batuk dan flu.

Pasien tersebut melakukan pemeriksaan ke RS Ar Royan kemudian karena di RS tersebut tidak ada formceklist soal virus corona akhirnya dibawa ke RSUD OI kemudian dibawa kembali ke RS Ar Royan.

Berdasarkan screening awal bahwa Ard masih berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan) belum pada tahap Pasien Dengan Pengawasan (PDP) yang harus dirawat di RSUD Ogan Ilir.

“Hasil rontgen dan keterangan dokter spesialis penyakit menyatakan tidak apa-apa dan belum ada sesak nafas. Jadi kita sarankan isolasi mandiri di rumahnya sendiri dan akan kita datangkan petugas medis untuk mengecek perkembangan kesehatannya, dan memang ini sudah berdasarkan SOP, ” ujarnya.

Pasien ODP corona ni memang dari Cianjur yang merupakan garis merah endemi penyebaran virus covid. Namun berdasarkan SOP isolasi terbaik adalah di rumah, ketika dia menjadi PDP barulah dirawat untuk diisolasi di RSUD OI. Sebenarnya bisa saja ODP diisolasi namun nantinya full rumah sakit.

Lihat Juga  Baru Saja Dinyatakan Positif Corona, Pasien Nomor 12 Sembuh

Selain itu 1 ODP merupakan warga TPI Inderalaya, saat dicek suhu badan normal 37 derajat, tidak batuk, tidak sesak nafas dan sehat. Dan hal ini sudah kita laporkan ke Dinkes OI.

“Jadi pastinya kita tangani ODP dengan baik,”katanya

Sementara itu, Kabag Kesmas Dinkes OI, Edwar Rahmat mengatakan saat ini belum menerima laporan soal adanya dugaan ODP corona, namun saat disinggung lebih jauh soal penyebaran virus corona, iapun akhirnya menjelaskan. Menurutnya ada beberapa kategori ODP misalnya menunjukkan gejala batuk pilek demam

“Ya memang kalau dari Cianjur itu  daftar merah sebagai endemi. Namun ada tingkatan sebelum sampai ke suspect maupun PDP, tapi sepertinya ODP ini belum menunjukkan gejala sesak nafas. Sehingga untuk mencegah penyebarannya melakukan sosialisasi mandiri yaitu di rumah saja. Kalau sudah tingkatan PDP baru bisa diisolasi ke RSUD OI, karena sudah ada SOP nya,”ucapnya.

Lihat Juga  Johan Anuar Ngaku Sulit Izin Kontrol Berobat, Polda Sumsel : Sudah Diizinkan Tahti

Sedangkan pihak RSUD OI sudah menyiapkan 6 ruang isolasi untuk penanganan virus corona. Kan ada daerah yang katanya ODP  langsung dirujuk ke rsmh ternyata rs penuh sesak, akhirnya hanya sekian yang sakit.

Padahal RS adalah daerah kontaminasi yang paling tinggi, sementara rumah adalah tempat paling aman untuk meminimalisir penyebaran virus. Kalau sudah masuk ODP pasti puskesmas akan pantau dan melakukan kunjungan ke rumah tersebut.

“Ini adalah sop untuk waspada. Yang jelas pastinya ODP kita tangani dengan baik. Saya imbau kepada masyarakat agar menjaga prilaku hidup sehat, jaga jarak aman agar tak langsung berinteraksi, seringlah bercuci tangan, untuk menghindari sebaran virus corona,”ujarnya.

Reporter : heni

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close