KolomSYARIAH

Hujan Antara Syukur dan Kufur

HUJAN merupakan berkah dari Allah Swt yang harus disyukuri. Namun, tak jarang ada yang mencelanya, bahkan menyalahkan hujan karena akibatnya seseorang tidak bisa beraktifitas di luar ruangan.

Misalnya dengan berkata. “Yah hujan lagi, Jadi gagal deh mau keluar!”, “hujan lagi hujan lagi, kapan jemuran bisa kering kalau hujan terus”.

Allah SWT berfirman dalam QS. Fushilat ayat 39 dan QS. asy Syuura ayat 28 yang artinya :

“Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS.Fushilat [41]: 39).

“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji. ” (QS. Asy Syuura: 28).

Menurut Islam hujan begitu penting bagi kesuburan di bumi. Tanpa turunnya hujan, tanah menjadi kering, mata air mengering, tumbuh-tumbuhan layu dan bahkan menjadi mati.

Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam berucap, karena segala sesuatu yang kita ucapkan akan dicatat oleh malaikat disekitar kita. Allah SWT berfirman dalam QS. Qaaf ayat 18 yang artinya :
”Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 18)

Berkatalah yang baik dalam menyikapi setiap rahmat yang diturunkan oleh Allah Swt. Jangan sia-siakan waktu dengan mengatakan hal yang tidak baik, Seperti mencela hujan.

Sebagaimana yang dikatakan Ustaz Pondok Pesantren Darul Ulum, Muhammad Jawahir, S.Pd. beliau mengajak kita untuk bersyukur ketika turun hujan.

“Ketika hujan turun, kita harus bersyukur kepada Allah, jangan mencela hujan karena termasuk kufur nikmat”. ujarnya saat diwawancarai, Kamis(23/1/2020).

Hujan termasuk makhluk ciptaan Allah yang turun atas kehendak-Nya.

” Islam melarang kita untuk mencela hujan karena hujan merupakan makhluk yang tidak dapat berbuat apa-apa kecuali atas kehendak Allah. Maka saat kita mencela hujan, berarti sama halnya kita telah mencela Allah Swt yang telah menciptakan hujan.”

Harus diketahui, bahwa Hujan turun di bumi bukan hanya untuk kita saja, tetapi untuk semua makhluk yang ada dibumi ini.

“Hujan diturunkan oleh Allah SWT untuk seluruh makhluk yang ada dibumi, bukan untuk manusia saja. Mungkin karena hujan kita tidak bisa beraktifitas diluar ruangan tetapi bagi makhluk lain justru menjadi berkah yang sangat luar biasa” tambahnya.

Saat hujan turun kita dianjurkan untuk membaca “doa ketika turun hujan” berikut ini.Dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha, yang artinya :

“Nabi SAW. ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami yang bermanfaat]”. (HR. Bukhari no. 1032)

“Jadi dapat disimpulkan bahwa mencela hujan merupakan hal yang terlarang dalam Islam. Sebaiknya bersyukur dan berdoalah atas kesempatan dari Allah SWT. sehingga kita masih bisa menikmati indahnya hujan”. (PKL Meysa)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close