OLAHRAGAPALEMBANGSUMSEL

Target Emas PON Papua, Atlet Loncat Indah Sumsel Terus Latihan Meski Tanggal Merah

BritaBrita.com,Palembang-Loloskan empat atlet yang akan turun di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua November 2021 mendatang, pelatih cabang olahraga loncat indah menargetkan prestasi tertinggi berupa medali emas.

Pasalnya, sepanjang sejarah PON, loncat indah harus puas dengan runner up dan harus berjuang lebih keras lagi untuk mampu menjadi juara pertama pada pesta olahraga paling bergengsi tanah air tersebut.

“Kami ingin mendapat emas di PON Papua nanti. Kita berharap ini adalah emas pertama sepanjang PON,” ujar Pelatih Loncat Indah Sumsel Adi Wahyuono, Kamis (1/4/2021).

Ia mengatakan ada empat atlet yang diturunkan yakni M Ridho Akbar, M Rizki Anugrah, Amanah dan Rasti. Mereka akan turun di sembilan nomor yakni empat nomor putri yakni nomor papan 1 meter, papan 3 meter, menara dan singkronice. Sementara lima nomor putra yakni papan 1 meter, papan 3 meter, menara, singkronice 3 dan singkronice menara.

Lihat Juga  Hendra Tersungkur ke Aspal Demi Pertahankan Mobilnya dari Penarikan Paksa Oknum Debt Collector

Peluang yang diharapkan adalah dari perorangan putra papan 1 meter, papan 3 meter dan Singkronice 3 meter dari M Ridho Akbar. Dan juga berharap dari para atlet lain.

“Kita gak hanya target, tapi juga harus berjuang. Makanya kadang Rabu, Jumat pas waktu-waktu tanggal merah, kami tetap latihan. Bahkan saat dulu waktu-waktu dilarang karena masih Pandemi, kami tetap latihan, dan Alhamdulillah niat kita baik semua sehat,” jelasnya.

Meski demikian, ia tak kemudian jumawa karena harus diakui kiblat loncat indah secara nasional masih dibukukan oleh DKI Jakarta, Jatim yang merupakan orang-orang pelatnas.

Adi mengaku sangat serius mempersiapkan timnya untuk mampu tampil terbaik untuk di PON Papua sehingga PON XX menjadi sejarah emas pertama bagi loncat indah Sumsel.

Lihat Juga  Pemkot Siapkan Rp17 Miliar untuk Biayai PBI

Sehingga ia berharap jika diizinkan loncat indah bisa menjalani TC di Malaysia sehingga benar-benar antara atlet dan pelatih bisa fokus dan kekuatan tidak terbaca lawan jika TC diluar.

Sebut saja PON 2000 Surabaya harus puas di 1 perunggu, PON 2004 Palembang 1 perak 3 perunggu, PON 2008 Kaltim 1 perak 3 perunggu, PON 2012 Riau 2 perunggu dan terakhir PON 2016 Jabar 2 perunggu.

“Dengan segala persiapan itu, semoga bisa tercapai. Karena 100 perak bisa dikalahkan dengan 1 emas,” pungkasnya.

Reporter : Sugi

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close