KolomPALEMBANGSUMSEL

Tren Tik Tok : Apakah Berdampak pada Konsep Diri Anak dan Remaja ?

OLEH : M Hidayat (Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang)

KONSEP diri adalah salah satu aspek kepribadian yang mewarnai perilaku individu. Konsep diri merupakan bagian terpenting dalam kehidupan individu yang merupakan refleksi yang dipandang, dirasakan dan dialami individu mengenai dirinya sendiri. Adanya konsep diri akan menunjang individu menjalani hidup karena seseorang akan bertingkah laku sesuai dengan konsep dirinya.

Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak dan masa dewasa, masa transisi ini seringkali membuat remaja bersangkutan dengan situasi yang membingungkan, satu pihak mereka masih kanak-kanak tetapi di lain pihak mereka sudah harus bertingkah laku seperti orang dewasa.

Remaja memiliki sikap, emosi dan pembawaan diri yang belum dapat dikatakan stabil karena mereka masih berada dalam tahap mencari jati diri dan konsep diri.

Sekarang ini kita hidup era globalisasi yang dimana perkembangan Teknologi Infomasi dan Komunikasi (TIK) semakin hari semakin berkembang, dan menjadikannya sebagai salah satu bagian terpenting bagi kehidupan manusia tidak terkecuali bagi remaja, karena remaja banyak dipengaruhi oleh adanya perkembangan Teknologi Infomasi dan Komunikasi tersebut.

Salah satu bagian dari perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah internet, kehadiran internet dalam kehidupan dianggap telah menjadi sebuah dunia digital yang menciptakan ruang kultur baru, hal ini semakin nyata dengan adanya media sosial.

Dengan hadirnya internet dan media sosial tentunya dapat memudahkan penggunanya dalam mendapatkan informasi sekaligus hiburan dari penjuru dunia tanpa harus terbatas oleh jarak dan waktu. Selain itu penggunaan media sosial oleh remaja dianggap sebagai salah satu wadah yang bisa membantu penemuan identitas diri.

Melalui media sosial remaja memiliki komunitas yang memberikan kesempatan untuk melakukan interaksi secara sosial dengan orang lain. Hal ini dilakukan agar remaja mendapatkan umpan balik tentang dirinya. Umpan balik ini lah yang dianggap penting untuk dijadikan pedoman dalam membentuk konsep diri remaja tersebut.

Di era komunikasi saat ini blog, wikipedia, dan jejaring sosial adalah bentuk media sosial yang paling umum dan sering digunakan oleh manusia di dunia ini dan jejaring sosial merupakan medium yang paling populer dalam kategori media sosial contoh media sosial diantaranya adalah Facebook, Twitter, WhatsApp, Skype, Instagram, Path, Tik Tok dan lain-lain.

Lihat Juga  Diskominfo : Di Sumsel Terpantau 15 Berita Hoaks

Aplikasi Tik Tok berasal dari Cina, dan diluncurkan pada bulan September 2016 oleh Zhang Yiming. Aplikasi Tik Tok adalah platform video pendek yang dibuat dengan durasi 15 detik yang berbasis sosial dan didukung musik. Aplikasi Tik Tok digunakan untuk merekam, mengedit dan mengunggah ke beberapa media sosial sehingga dapat dilihat oleh teman-teman baik sesama pengguna aplikasi Tik Tok maupun yang bukan pengguna aplikasi Tik Tok, yang membedakannya dengan media sosial lain adalah aplikasi Tik Tok memiliki berbagai macam fitur yang bisa dinikmati penggunanya seperti adanya fitur spesial effects yang terdiri dari effects shaking dan shivering yang berfungsi untuk menciptakan sebuah video yang menarik, selain itu dilengkapi dengan fitur music backround dari berbagai artis terkenal dari berbagai penjuru dunia.

Untuk fitur wajah yang penggunanya dapat membuat video dengan berbagai rupa tampilan wajah unik mulai dari wajah lucu, seram, sedih, marah dan lain-lai.

Remaja sangat bergantung pada media sosial dan tidak bisa dilepaskan dari pandangan narsis dan kekinian, media sosial seakan sudah menjadi candu bagi mereka, segala hal yang berbentuk kegiatan ataupun aktivitas, pikiran dan perasaan seringkali di unggah oeh remaja melalui media sosialnya.

Selain itu remaja menggunakan media sosial tentunya dengan berbagai motivasi, bukan hanya untuk berbagi informasi dan inspirasi saja tetapi untuk menjadi salah satu ajang menunjukan kreativitas, pencitraan diri dan mengekspresikan diri baik dalam bentuk tulisan, foto, maupun video, selain itu penggunaan media sosial dapat digunakan untuk menunjukan eksistensi diri dikalangan lingkungan pergaulannya.

Apabila orang lain menganggap individu eksis, maka keberadaan individu tersebut sudah dianggap dan dapat diperhitungkan oleh orang-orang disekitarnya. Maka dari itu, eksistensi biasanya dijadikan acuan sebagai ajang pembuktian diri bahwa kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan dapat berguna dan mendapat nilai yang baik dimata orang lain.

Begitu juga yang rasakan oleh remaja pengguna aplikasi Tik Tok, mereka akan membentuk konsep diri yang sesuai dengan keingininnya untuk membentuk eksistensi diri kepada orang lain.

Dalam penggunaannya, aplikasi Tik Tok memiliki muatan positif, misalnya sebagai ajang hiburan, satu seni, mengimplementasikan dan mengeksistensi diri untuk memberikan kepuasan bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Lihat Juga  Puluhan Anak Ikuti Kegiatan Rumah Tahfidz LPKA

Selain itu dengan menggunakan aplikasi Tik Tok penggunanya dapat mengeluarkan kreativitas dan bakat yang dimiliki misalnya seperti bernyanyi, dubbing, membuat konten-konten seru yang unik sampai dapat menjadikan seorang sebagai influencer seperti artis, selebgram, youtuber dan lainnya.

Sayangnya popularitas Tik Tok tidak hanya membawa dampak positif saja tetapi membawa dampak negatif juga, yang disebabkan oleh kurangnya konsep diri dari individu itu sendiri, misalnya dalam penggunaan baju yang sexy dan joget dengan goyangan yang erotis dan tidak pantas untuk dilakukan, ironisnya banyak penggunanya khususnya remaja yang mencoba untuk mengikuti hal tersebut, ini dilakukan untuk menjadi pusat perhatian kemudian menjadi viral. Banyak pengguna yang menggunggah video sejenis tanpa menyadari bahwa video yang ditiru bukanlah hal yang pantas untuk ditiru dan apabila tidak dikontrol dengan baik maka bisa menjadi kenakalan.

Berdasarkan kasus penggunaan aplikasi secara negatif dalam hal ini diperlukan peran dan dampingan dari keluarga dan orang tua dalam penggunaan smartphone dan memberikan pengarahan pada remaja agar dapat menggunakan media sosial, khusunya aplikasi Tik Tok dengan bijak dan positif.

Orangtua juga harus lebih aktif melihat aktivitas remaja di sosial medianya, dimulai dari teman-teman dunia mayanya, akun apa saja yang ia follow hingga postingan apa yang diunggah di sosial media.

Namun dalam suatu penelitian, penggunaan Tik Tok menilai bahwa konsep diri yang terbentuk oleh remaja masih berdasarkan ego salah satu contohnya ada satu statment yang menyebutkan bahwa tidak peduli terhadap perkataan orang lain, tentu saja hal ini perlu dipertimbangkan karena kita tetap harus memperhatikan kebutuhan atau kenyamanan orang lain khusunya yang berada di lingkungan sekitar.

Selain itu dalam pembentukan konsep diri perlu dilakukan tidak hanya sebagai ajang eksistensi diri tetapi juga harus dikolaborasikan dengan nilai lainnya seperti agama, budaya, dan lainnya. Untuk itu sejumlah pihak menilai bahwa kontrol dari orang tua untuk remaja pengguna aplikasi Tik Tok masih diperlukan karena seorang remaja adalah usia-usia masih mencari jati diri yang masih labil dan mudah terpengaruh oleh sekitarnya sehingga masih perlu pengontrolan dari berbagai sisi misalnya orang tua, keluarga atau teman dekat. (*)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close