KALAMPALEMBANGSYARIAH

Ustaz Bambang Ahmad Ungkap Empat Perkara Beriman Kepada Takdir

BritaBrita.com,Palembang – Banyak diantara kita mengaku beriman kepada takdir akan tetapi praktek dan banyak sekali perbuatan yang tidak menunjukkan keimanan kepada takdir.

Banyak diantara kita, karena kekurangan iman kepada takdir ini, ketika kita mendapatkan musibah atau kecelakaan karena perantara orang, kita sibuk marah dan mengeluarkan sumpah serapah.

Padahal sejatinya, jikalau kita paham dan beriman pada takdir dan Allah subhanawata’alla berfirman “Musibah apa saja yang menimpa dirimu akibat tanganmu sendiri dan hanyalah Allah yang banyak mengampumi”.

“Maka sejatinya ketika ditimpa musibah, kita haruslah beristighfar kepada Allah, mungkin kita banyak dosa sehingga Allah menimpah musibah ini,”Kata Ustaz Bambang Ahmad Wafiy, M. Pdi dalam bahasan ceramah agama mengenai Perkara taqdir (Kitab Ushul Al Iman) pada channel Youtube Al Ghuroba.

Serta berdoa dengan ajaran Nabi Muhammad Shallallualaihi wassalam kemudian kita katakan “Innalillahiwainnailaihi roji’un” dan berdoa “Ya Allah berilah pahala dari musibahku dan gantilah ia dengan yang lebih baik darinya”. Hal tersebut lah yang harus dilakukan oleh seorang mukmin, bukannya mengucapkan sumpah serapah.

“Sejatinya, semakin orang bertauhid (membuahkan akhlak) akan tenang hidupnya, akan bisa menyikapi suatu keadaan, akan sejahtera dan tampak tenang dalam kehidupannya, tidak ada kekhawatiran atau mencela orang lain”, kata ustadz dalam ceramah agamanya.

Lihat Juga  Amalan Doa Ketika Keadaan Terdesak Atau Kepepet

Mualif mengatakan takdir adalah ketentuan Allah yang terjadi kepada segala yang ada (ciptaannya) sesuai dengan yang telah Allah ketahui dengan ilmuhi dan sesuai hikmah Allah subhanawata’alla.

“Yakinlah, setiap takdir yang telah Allah tetapkan pasti ada hikmahnya,”katanya.

Syekh Muhammad bin Sholeh al husaymin mengatakan beriman kepada takdir itu mengandung empat perkara,

Yang pertama kita mengimani bahwasanya Allah subhanawata’alla mengetahui segala sesuatu baik secara umum maupun secara terperinci selama lamanya baik yang demikian itu berkaitan dengan perbuatan Allah sendiri atau perbuatan hambanya, yang kedua kita mengimani bahwasanya segala sesuatu telah tertulis di Lauh Mahfuz (papan yang terjaga).

Dalam kedua Perkara ini, Allah subhanawata’alla berfirman dalam Qur’an Surah Al hajj ayat 70 berbunyi “Tidakkah kamu mengetahui bahwasanya Allah subhanawata’allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Sesungguhnya demikian itu tertulis didalam kitab (Lauh Mahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah bagi Allah.” QS Al Hajj : 70

Lihat Juga  Survei : Dianggap Kuno, Dakwah Masjid Mulai Ditinggalkan Milenial Indonesia

Dan dalam sebuah hadist diriwayatkan oleh imam muslim dari Abdullah bin Al Amr bin ash RA dia berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wassallam bersabda Allah telah menulis takdir takdir makhluk sebelum Allah menciptakan langit dan bumi selama 50 ribu tahun.

Selanjutnya, kandungan ketiga, mengimani bahwasanya segala yang terjadi ini tidaklah terjadi kecuali berdasarkan kehendak Allah.
“Jika hal ini kita imani, berarti ketika kita mendapat kebahagiaan ataupun musibah, ini merupakan kehendak Allah. Tidak ada yang perlu dirisaukan, di cela maupun di cerca. Karena hal tersebut terjadi kehendak Allah,”katanya.

Kandungan keempat, kita mengimani bahwasanya seluruh yang ada ini adalah makhluk Allah baik secara sifatnya, zatnya dan pergerakannya.
“Contohnya matahari, zatnya milik Allah, sifatnya panas dan memantulkan cahaya serta pergerakannya beredar pada porosnya, berevolusi dan berotasi itupun makhluk Allah dan ciptaan Allah,”katanya.

Allah berfirman dalam surat Az Zumar ayat 62 “Allah pencipta segala sesuatu dan Dia Maha Pemelihara atas segala sesuatu” QS 39:62.

Reporter : Tri Jumartini

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close