PSEL Mampu Hasilkan Energi Listrik Mencapai 21 Megawatt

PALEMBANG – Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Keramasan, Kota Palembang, mulai menunjukkan hasil positif. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan berdasarkan hasil uji coba, fasilitas pengolahan sampah tersebut telah mampu menghasilkan energi listrik mencapai 21 megawatt (MW). “Ini melampaui target awal sebesar 17,7 MW,” katanya.
Selain capaian produksi listrik, progres pembangunan PSEL Keramasan pekan lalu telah mencapai 97,8 persen. Pemerintah Kota Palembang terus mempercepat penyelesaian proyek tersebut agar dapat segera beroperasi secara optimal.
Dari sisi operasional, jumlah sampah yang masuk ke fasilitas tersebut telah mencapai lebih dari 1.100 ton. Angka ini melampaui target awal pengolahan sampah sebesar 1.000 ton. “Kalau sampah yang masuk sudah 1.100 sekian ton, artinya target kita yang hanya 1.000 ton sudah terlampaui,” ujar Ratu Dewa.
Ia mengaku optimistis keberadaan PSEL Keramasan dapat membantu mengurangi persoalan sampah di Kota Palembang. Namun, menurutnya, pengolahan sampah di hilir harus diimbangi dengan upaya penanganan dari hulu, terutama melalui peningkatan kesadaran masyarakat.
Ratu Dewa menegaskan, masyarakat perlu mulai membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah sebelum dibawa ke fasilitas pengolahan. Dengan demikian, sampah yang masuk dapat dikelola secara lebih efektif dan residunya berpeluang dimanfaatkan kembali. “Persoalan sampah ini adalah hilir. Jadi, tidak serta-merta persoalan sampah selesai, tetapi kita juga berbicara tentang hulunya. Bagaimana masyarakat mulai dari rumahnya memilah dan memilih sampah, sehingga residunya bisa termanfaatkan,” jelasnya.
Selain mendorong kebiasaan memilah sampah, Pemkot Palembang juga berupaya menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada aktivitas pengumpulan dan pengelolaan sampah. (mna)



