HAJI DAN UMROHUncategorized

Nasi Mandi dan Cinta dalam Sepiring Kenangan Di Thaif

 

BritaBrita.com, THAIF, Arab Saudi — Di dataran tinggi Thaif, tempat angin berembus sejuk dan matahari terasa lembut menyentuh kulit, para jamaah umrah dari Mega Wisata kembali merasakan satu kehangatan yang tak sekadar hadir dari sajian makanan—tetapi dari sebuah tradisi yang telah menjadi bagian perjalanan spiritual mereka: sepiring nasi mandi atau nasi briyani khas Arab Saudi.

Tempat makan sederhana itu tak pernah sepi dari tawa, cerita, dan doa. Nasi basmati yang pulen dibumbui rempah khas Timur Tengah, disajikan dalam nampan besar bersama potongan daging kambing yang empuk dan harum.

Ditambah saus tomat pedas manis, acar segar, dan sambal istimewa yang cocok dengan lidah Indonesia—jadilah sebuah sajian yang bukan hanya mengenyangkan, tapi juga menenangkan hati yang baru saja dibasuh zikir dan doa di tanah suci.

Baca Juga  Bobol Brankas ATM RSUD Kayu Agung, Karyawan Pengelola Gasak Rp425 Juta dan Ditangkap di Jakarta

“Setiap perjalanan ke Thaif, kami selalu menyempatkan mampir makan di sini. Rasanya khas dan cocok di lidah jamaah Indonesia,” ungkap Ibu Salwaty, Direktur Utama PT Sriwijaya Mega Wisata, sembari tersenyum hangat menyaksikan para jamaahnya menikmati setiap suapan.

Bukan restoran mewah. Tidak ada lampu kristal, tidak ada musik lembut, bahkan kadang tanpa meja makan formal. Tapi di sinilah kehangatan itu terasa.

Duduk bersila, saling berbagi piring dan cerita, para jamaah Mega Wisata menemukan kembali makna sederhana dari ukhuwah: makan bersama dalam kebersamaan yang dirajut karena iman dan perjalanan yang sama.

“Saya baru pertama kali ke sini, tapi rasanya seperti makan di rumah sendiri. Bumbunya meresap, porsinya besar, dan kebersamaannya terasa,” ujar **Ina**, seorang jamaah asal Sumatera Selatan, dengan mata berbinar.

Baca Juga  Mega Wisata Kembali Berangkatkan Jamaah Umrah, Dirut dan Manajemen Turut Dampingi di Bandara

Tempat ini bukan hanya tempat makan. Bagi banyak jamaah, ia telah menjelma menjadi **“rumah rasa”**, tempat mereka merekam kenangan—tentang betapa indahnya makan setelah lelah beribadah, tentang tawa yang hadir meski tubuh letih, tentang cerita kecil yang menyatukan hati.

Setiap nampan nasi mandi yang dibagikan di Thaif bersama Mega Wisata seolah mengandung satu pesan: **bahwa perjalanan ini bukan semata ibadah fisik, tapi juga perjalanan hati dan jiwa.**

Dan seperti filosofi Mega Wisata yang terus dijaga dengan sepenuh cinta: *“Nilai Lebih Perjalanan Anda”* — maka sepiring nasi pun bisa menjadi bagian dari ibadah yang menyentuh makna terdalam.

Editor: Bangun Lubis

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button