Siapa yang Tega Membunuh Mita Rosnita?

BILA dilihat dari dialek dan cara bertutur, sejatinya penduduk yang berdiam di wilayah Kecamatan Tanjung Batu (lama), santun dan “lembut.” Tapi justru belakangan di kawasan ini beberapa kali terjadi kasus kekerasan, seperti pembunuhan. Walau pelakunya belum tentu warga setempat.
Kita masih ingat “peristiwa Betung”, yang menewaskan calon Kades. Lalu pekan lalu seorang ibu muda yang lagi hamil, juga menjadi korban pembunuhan. Sebelumnya ada “peristiwa Tanjung Tambak”, juga berujung maut.
Beberapa tahun silam, di jalur jalan Sribandung – Betung, yang membelah perkebunan tebu, pernah pula terjadi pembunuhan terhadap salah seorang tenaga medis yang sedang melintas di jalur alternatif tersebut. Lalu belasan tahun lalu terjadi “peristiwa Sentul”, waktu itu salah seorang bidan bernama Mirna terbunuh.
#Murni Pembunuhan#
Dikutif dari media Palpres, kematian Mita Rosnita di area kebun tebu PTPN VII Cinta Manis wilayah Desa Sri bandung Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir, Minggu 18 Mei 2025 lalu, kesimpulan dari pihak kepolisian murni tindak pidana pembunuhan, bukan perampokan.
Tentu kesimpulan ini logis, karena barang-barang milik korban yang konon tengah hamil 6 bulan ini, seperti sepeda motor dan Handphone, masih utuh, tidak diambil si pembunuh.
Istri dari Nofrizal yang berdiam di Desa Betung I Kecamatan Lubukkeliat ini, ketika diketemukan sekitar pukul 13.30 WIB sudah tak bernyawa lagi, dengan sejumlah luka sayat dan bacok di leher, kepala, perut dan dagu.
Menurut keterangan Nofrizal kepada wartawan, istrinya Mita Rosnita pamit untuk pergi ke kalangan ( pasar mingguan) di Desa Bangun Jaya Kecamatan Tanjung Batu. Mita berangkat dari rumah sekitar pukul 08.00 pagi. Mita yang sehari-hari tercatat sebagai PPL honorer, juga dikenal suka berbisnis/dagang, termasuk secara online, mengikuti perkembangan jaman.
Pagi itu dengan mengendarai sepeda motor dari rumahnya, Mita mengambil rute terdekat yakni melintasi jalan perkebunan tebu Pabrik Gula Cinta Manis (PGCM) menuju ke Desa Sri bandung, untuk selanjutnya ke Desa Bangun Jaya. Jalur ini memang lebih dekat, dibanding lewat jalur Payaraman atau Srikembang, atau Ketiau. Namun jalur ini relatif sepi. Tapi bagi masyarakat setempat, melewati jalur tersebut sudah biasa. Sehingga tidak ada lagi rasa takut.
Kendati beberapa tahun silam di jalur jalan perkebunan tebu ini, pernah beberapa kali terjadi kasus kriminalitas. Diantaranya pernah tenaga medis dirampok dan dibunuh. Tapi masyarakat sepertinya sudah “melupakan” peristiwa itu, karena memang kejadiannya sudah cukup lama.
Terkait kematian Mita Rosnita, Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo kepada pers menyatakan, pihaknya sudah menurunkan tim dari Polsek Tanjung Batu dan diback-up oleh pihak Polres, untuk melakukan penyelidikan dan mengejar tersangka pelaku. Tapi sudah sepekan “Minggu Berdarah” ini, polisi belum juga berhasil mengungkap kasus tersebut. Walau kita yakin polisi pasti mampu membekuk si pelaku. Karena itu masyarakat sebaiknya memberikan dukungan dengan memberi informasi bila ada info-info terkait pembunuhan Mita tersebut. Sekarang Polres OI sudah memasang call center 110 bebas pulsa. Masyarakat bisa menghubungi nomor ini bila ada informasi urgen atau memerlukan bantuan polisi.
Sekedar mengingatkan, belasan tahun lalu, di wilayah hukum Polsek Tanjung Batu, pernah juga terjadi peristiwa pembunuhan yang menggegerkan. Korbannya Mirna, seorang bidan yang bertugas di Desa Sentul. Kejadiannya di jalan Desa Sentul yang juga dikelilingi perkebunan tebu. Sampai sekarang kasus yang menimpa Bidan Mirna ini belum berhasil diungkap.
Berbeda dengan kasus Bidan Mirna, saya yakin aparat kepolisian akan segera menangkap tersangka pelaku pembunuhan terhadap Mita Rosnita ini. Karena kalau dugaan kuatnya memang dibunuh, artinya almarhumah semasa hidupnya ada “musuh.” Biasanya perempuan kalau merasa ada masalah di luar, akan bicara dengan suami atau keluarga dekatnya. Terkait hal ini pasti sudah “dikorek” oleh petugas.
Kemudian kalau sampai tega membunuh, artinya masalahnya memang tergolong berat. Namun kendati aparat sudah piawai dalam membongkar kasus-kasus kriminal, tidak salahnya petugas melacak berbagai kemungkinan yang bisa melatari pembunuhan tersebut. Seperti kemungkinan adanya persaingan bisnis, atau masalah hutang piutang, dan bahkan bisa saja dendam masa lalu, semasa almarhumah belum menikah. Mudah-mudahan saja, almarhumah tidak memendam sendiri apa yang dialaminya sebelum peristiwa naas tersebut terjadi.
# Perlu Poskam #
Diyakini polisi akan segera berhasil mengungkap siapa pembunuh wanita yang baru 10 bulan menikah ini. Karena dari pengalaman, peristiwa pembunuhan terhadap mahasiswi di Tanjung Senai dan perampokan pelajar di jalan Senai – Burai beberapa waktu lalu, semuanya berhasil ditangkap. Kendati keberhasilan tersebut disuport oleh Polda Sumsel. Kapolres Bagus Suryo Wibowo yang adalah “alumni” pimpinan Reskrim/Tindak pidana umum di Mapolda Sumsel, pasti sudah mahfum apa yang harus dilakukannya. Mudah-mudahan kerja aparat kepolisian segera membuahkan hasil. Sekaligus menjawab rasa ingin tahu masyarakat, siapa yang tega membunuh Mita Rosnita yang dalam kondisi hamil tersebut.
Di luar kerja dan upaya polisi mengungkap dan membekuk si tersangka. Ada baiknya juga di kawasan perkebunan tebu PG Cinta Manis yang menjadi jalur lalu lintas warga ini, dibangun Pos Keamanan, kerjasama PG Cinta Manis, Polres dan Pemkab OI. Guna mengeliminir kejadian kriminal di kawasan ini di masa-masa mendatang. (ica)



