BritaBrita.com,PONTIANAK-Legenda tinju Indonesia yang juga anggota DPD RI, Daud Yordan, kembali menorehkan prestasi gemilang. Di usia 39 tahun, ia berhasil menundukkan petinju Filipina, Ador Torres, dalam duel sengit delapan ronde pada ajang “Back to Champion 2026” di GOR Terpadu, Pontianak, Sabtu, 10 Oktober 2026 malam. Kemenangan itu tidak hanya membanggakan, tetapi juga berbuah bonus besar.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, langsung mengucapkan selamat kepada Daud Cino Jordan dan mengumumkan pemberian uang tunai Rp1 miliar dari Oesman Sapta Odang (OSO). Sejak bel pembuka berbunyi, Daud tampil agresif. Pukulan demi pukulan ia lancarkan. Namun, Torres menunjukkan pertahanan solid yang membuat petinju Indonesia itu harus bekerja keras menembus blok lawannya.
Selama tujuh ronde pertama, Daud lebih dominan dalam mengumpulkan poin. Pukulan-pukulan kerasnya menjadi senjata utama untuk menekan Torres, yang tetap bertahan dan berusaha membendung gempuran petinju berjuluk “The Senator” tersebut.
Kokohnya pertahanan Torres membuat pertarungan berlanjut hingga ronde kedelapan. Namun, Daud mampu menjaga keunggulan dan akhirnya keluar sebagai pemenang lewat keputusan angka. Kemenangan itu menjadi momen istimewa bagi Daud.
Ia tidak sekadar membawa nama Indonesia, tetapi juga Kalimantan Barat ke panggung tinju dunia. Ada pesan tersendiri yang ia bawa saat naik ke atas ring. Di bagian belakang pakaiannya, tertulis nama Sukadana, tempat kelahirannya, serta DPD RI, lembaga tempatnya mengabdi kepada rakyat dan negara.
Tulisan itu seolah menegaskan bahwa perjalanan Daud bukan hanya tentang prestasi seorang atlet, melainkan juga tentang asal-usul, pengabdian, dan kebanggaan daerah.
Panggung Pontianak pun menjadi saksi kemenangan petinju asal Kalimantan Barat yang telah mengharumkan nama Indonesia di dunia tinju. Usai pertandingan, Daud menyampaikan rasa terima kasih kepada sejumlah tokoh yang dinilainya berperan dalam perjalanan kariernya.
“Terima kasih kepada ayahanda saya, Oesman Sapta Odang, tokoh nasional dan Kalimantan Barat. Juga kepada Raja Sapta Oktohari, karena beliau saya sampai berada di sini,” ujar Daud.



