BritaBrita.com,Jakarta– Tawaran bantuan dari negara lain untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia belum dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut disampaikan Dudung saat memberikan keterangan mengenai perkembangan penanganan karhutla.
Dudung mengatakan, pemerintah telah berupaya maksimal menangani kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah. Namun, ketika ditanya mengenai tawaran bantuan dari negara lain, dia menegaskan persoalan tersebut belum dibahas dalam rapat.
Pernyataan tersebut muncul di tengah perhatian negara tetangga terhadap kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, terutama dampak asap yang melintasi perbatasan.
Asap Karhutla Indonesia Tuai Tanggapan Negara Tetangga
Dalam kesempatan yang sama, Dudung mengakui adanya tanggapan dari negara lain terkait kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Ia juga menanggapi pertanyaan wartawan mengenai keluhan Malaysia atas asap karhutla.
Menurut Dudung, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menangani kebakaran tersebut. Ia berharap penanganan yang sedang berlangsung dapat segera membuahkan hasil.
“Ya memang ada tanggapan dari negara lain masalah kebakaran hutan ini, tetapi kita sudah maksimal berupaya ya. Mudah-mudahan ini bisa segera dilaksanakan,” ujar Dudung.
Meski demikian, Dudung tidak merinci negara-negara yang menawarkan bantuan, bentuk bantuan yang diajukan, maupun mekanisme kerja sama yang mungkin dilakukan. Ia juga tidak menyampaikan keputusan mengenai penerimaan atau penolakan bantuan internasional tersebut.
Dengan demikian, berdasarkan keterangan Dudung, tawaran bantuan dari negara lain belum menjadi pembahasan dalam rapat terbatas yang dimaksud.
Pemerintah Klaim Sudah Maksimal Tangani Karhutla
Dudung menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap penanganan karhutla. Pemerintah, menurut dia, telah mengerahkan berbagai unsur untuk mengatasi kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah.
Dalam penjelasannya, Dudung menyebut enam provinsi menjadi konsentrasi penanganan karhutla. Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan termasuk wilayah yang menjadi perhatian.
Ia juga menjelaskan bahwa operasi helikopter telah dilakukan. Namun, dilansir Viva co.id, pemadaman lebih banyak mengandalkan jalur darat karena asap yang terlalu tebal menyulitkan penjangkauan titik kebakaran dari udara.
Pemerintah turut mengupayakan langkah mitigasi untuk mendukung penanganan di lapangan. Dudung menyebut upaya pengendalian cuaca juga dilakukan dengan melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Di tengah proses tersebut, pemerintah menargetkan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera diatasi. Dudung menegaskan bahwa Presiden memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini.
Sementara itu, terkait kemungkinan penetapan karhutla sebagai bencana nasional, Dudung mengatakan status tersebut belum ditetapkan. Ia menyebut pemerintah masih mampu menangani situasi yang terjadi.
Pernyataan mengenai bantuan internasional pun belum disertai keputusan lebih lanjut. Dudung hanya menegaskan bahwa persoalan tersebut belum dibahas dalam rapat terbatas, sedangkan pemerintah masih berupaya menangani karhutla di dalam negeri.



