Reses di Martapura, Irma Suryani Soroti Sulitnya Akses BPJS Kesehatan dan Tingginya Angka Perceraian di OKU Timur

BRITABRITA.COM, OKU TIMUR — Persoalan akses jaminan kesehatan dan tingginya angka perceraian menjadi perhatian Anggota DPR RI Irma Suryani saat melaksanakan kegiatan reses di Desa Sondohan, Kecamatan Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Kamis (15/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Irma menyoroti keluhan masyarakat yang mengalami kesulitan mengakses BPJS Kesehatan, terutama terkait status kepesertaan dan penetapan tingkat kesejahteraan masyarakat berdasarkan desil. Persoalan ini dinilai perlu mendapat perhatian agar masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan tidak kehilangan akses terhadap jaminan kesehatan.
Irma mengatakan, berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat akan dibawa ke tingkat pusat untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangannya sebagai anggota DPR RI.
“Persoalan ini akan saya bawa ke pusat. Masyarakat harus mendapatkan perhatian, terutama dalam hal jaminan kesehatan. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan justru mengalami kesulitan untuk mengakses BPJS Kesehatan,” kata Irma.
Menurutnya, persoalan kepesertaan dan penetapan desil perlu menjadi perhatian agar penyaluran bantuan serta akses terhadap program jaminan sosial dapat berjalan tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Selain persoalan kesehatan, Irma juga menyoroti angka perceraian di OKU Timur yang disebutnya telah mencapai lebih dari seribu pasangan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dampak perceraian tidak hanya dirasakan oleh pasangan suami istri, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap pengasuhan anak, ketahanan keluarga, serta kondisi sosial dan ekonomi rumah tangga.
“Persoalan ini membutuhkan perhatian bersama melalui penguatan ketahanan keluarga, edukasi pranikah, serta pendampingan bagi pasangan yang menghadapi masalah rumah tangga,” ujarnya.
Tingginya angka perceraian menjadi pengingat pentingnya upaya pencegahan dan penanganan persoalan keluarga secara berkelanjutan. Peran pemerintah, lembaga terkait, tokoh masyarakat, dan keluarga dinilai penting dalam memperkuat edukasi serta menyediakan pendampingan bagi pasangan yang menghadapi konflik rumah tangga.
Melalui kegiatan reses tersebut, Irma menyerap berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi masyarakat OKU Timur. Masukan itu diharapkan menjadi bahan perjuangan di tingkat pusat, baik dalam mendorong perbaikan akses jaminan kesehatan maupun memperkuat perhatian terhadap persoalan sosial yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
(Dadang D)



