NEWS

Ini Alasan AS Ingin Mengadu Domba Negara-negara Muslim

BritaBrita.com – Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Iran tidak memiliki masalah dengan negara-negara tetangganya yang Muslim, melainkan Amerika-lah yang menginginkan negara-negara yang bersahabat dan bersaudara ini menjadi musuh. AS Hanya Ingin Mengadu Domba Negara-negara Muslim, Ini 4 Tujuannya

1. AS dan Sekutunya Tidak Ingin Ada Negara yang Merdeka Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di sela-sela KTT BRICS di India pada hari Sabtu, Pezeshkian menegaskan bahwa “gejolak yang membakar kawasan ini disebabkan oleh pendekatan hegemonik Amerika dan Eropa serta kejahatan yang dilakukan oleh Israel,” seraya menambahkan bahwa mereka tidak menginginkan adanya negara-negara merdeka di kawasan tersebut.

Pezeshkian menggarisbawahi pentingnya hubungan yang lebih kuat dengan negara-negara tetangga dan negara-negara Muslim, serta menyatakan bahwa Teheran akan terus memperluas hubungan tersebut secara logis dan kokoh.

Mengingat kembali perang agresi AS-Israel terhadap Iran baru-baru ini, ia berkata, “Mereka menyerang negara kami tanpa alasan apa pun; mereka menyebabkan gugurnya Pemimpin, anak-anak, komandan, dan ilmuwan kami.” Ia juga menyoroti serangan yang dilancarkan dari negara-negara tetangga, seraya mencatat bahwa Iran “tidak punya pilihan selain membela negara” dan menyerang pangkalan militer yang digunakan dalam serangan-serangan tersebut.

Baca Juga  Sinergi Eksekutif-Legislatif, RPJMD 2025–2029 dan 4 Raperda Disetujui di Palembang

2. Dunia Muslim Tak Perlu Polisi Penjaga Keamanan di Kawasan Pezeshkian menegaskan kembali komitmen Teheran terhadap perdamaian dengan menyatakan, “Kami tidak menginginkan perang ataupun kelanjutan perang.”

Ia juga menolak peran pihak asing dalam keamanan kawasan, dengan mengatakan, “Kami tidak membutuhkan polisi penjaga keamanan di kawasan ini,” dan bahwa integritas wilayah serta keamanan kawasan hanya dapat dijamin oleh negara-negara di kawasan itu sendiri.

3. Iran Bisa Jadi Teladan Sementara itu, Anwar mengecam keras serangan AS dan Israel terhadap Iran serta menegaskan kembali dukungan Malaysia terhadap kedaulatan Teheran. “Malaysia telah menyatakan sikapnya dengan tegas sejak hari pertama, dan parlemen kami mengecam keras agresi terhadap Iran,” ujar perdana menteri Malaysia tersebut. “Kami sangat menghormati integritas wilayah dan kedaulatan Iran,” tambah Anwar, menegaskan kembali posisi Kuala Lumpur terhadap Iran. Seraya memuji keteguhan rakyat Iran, pemimpin Malaysia itu berkomentar, “Keteguhan pemerintah dan rakyat Iran patut diapresiasi,” seraya menambahkan bahwa banyak negara lain mungkin sudah takluk dalam hitungan hari, namun Iran tetap berdiri teguh. Anwar juga menyambut baik hubungan bilateral yang lebih erat, dengan mengatakan, “Kami berkomitmen untuk memperkuat hubungan kami dengan Republik Islam Iran,” khususnya di bidang perdagangan, ekonomi, dan pendidikan.

Baca Juga  Membanggakan, Pemkot Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surga di Masjid Agung Palembang

4. AS Picu Pertumpahan Darah Presiden Pezeshkian juga mengadakan pertemuan terpisah dengan Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed Ali. “Kehadiran Amerika di kawasan ini bukanlah sumber keselamatan, melainkan faktor penyebab pertumpahan darah,” ujarnya dalam pertemuan tersebut.

Presiden menyerukan peningkatan kerja sama ekonomi dan keuangan di antara negara-negara anggota BRICS, seraya menyatakan bahwa hubungan yang lebih kuat dapat berkontribusi pada pembangunan negara-negara anggota. Ia juga menyoroti hubungan persaudaraan yang telah terjalin selama lebih dari 70 tahun antara Iran dan Ethiopia.

Sementara itu, Abiy menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, dan memuji respons rakyat Iran terhadap agresi baru-baru ini. “Keteguhan, daya tahan, dan semangat patriotisme Anda, rakyat Iran, merupakan pencapaian luar biasa yang ingin kami pelajari,” ujar Perdana Menteri Ethiopia tersebut.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button