Karhutla Belum Berlalu, Ketua LDII Sumsel Ajak Warga Jaga Kesehatan dan Introspeksi Diri
Karhutla Belum Berlalu, Ketua LDII Sumsel Ajak Warga Jaga Kesehatan dan Introspeksi Diri
PALEMBANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Sumatera Selatan masih menjadi perhatian serius, terutama karena dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas pendidikan.
Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sumsel, H Rahmatullah, mengajak masyarakat tetap menjaga kesehatan, memelihara kondusivitas, memperkuat doa, serta menjadikan bencana karhutla sebagai momentum introspeksi diri.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mencapai 52.483 kasus sepanjang September 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Agustus yang mencatat 47.020 kasus. Secara kumulatif, kasus ISPA sejak Januari hingga September 2026 mencapai 401.191 kasus.
“Dalam kondisi seperti ini, kesehatan harus menjadi perhatian utama. Kami mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai saat diperlukan, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan pernapasan, terutama anak-anak dan kelompok rentan,” ujar Rahmatullah, Selasa (13/10/2026).
Rahmatullah turut mengajak masyarakat menjaga suasana tetap aman dan kondusif, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta meningkatkan kepedulian terhadap warga yang terdampak kabut asap.
“Kita harus tetap tenang, menjaga kerukunan, dan saling membantu. Dalam situasi bencana, kebersamaan dan kepedulian sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat menghadapi keadaan ini dengan baik,” katanya.
Karhutla Jadi Momentum Introspeksi Diri
Lebih jauh, Rahmatullah menilai bencana karhutla hendaknya menjadi pengingat bagi semua pihak untuk melakukan introspeksi, memperbaiki perilaku, dan meningkatkan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan serta mendukung upaya pencegahan dan penegakan hukum terhadap pelaku yang terbukti melanggar aturan.
“Kita harus terus berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan, api segera padam, kabut asap berangsur hilang, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman. Namun, doa juga harus disertai ikhtiar dan tindakan nyata menjaga lingkungan,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah, petugas di lapangan, dunia usaha, dan masyarakat terus bersinergi dalam menangani karhutla, melindungi kesehatan warga, serta mencegah kebakaran serupa terulang.
“Semoga musibah ini segera berlalu dan menjadi momentum bagi kita semua untuk memperbaiki diri, memperkuat kepedulian terhadap sesama, serta menjaga alam yang harus kita pelihara bersama,” pungkasnya. (taufiq)



